Cara Cerdas Kurangi Kertas

26 Mei, 2009 at 17:58 10 komentar

kertascycleDisadur dari kompas.com

Untuk bersahabat dengan lingkungan, satu lagi yang perlu kita kurangi pemakaiannya: kertas : Produksi kertas membutuhkan banyak energi, air, dan tentu raja pohon!

Tahukah Anda bahwa menghemat penggunaan kertas berarti juga menghemat air? Lantas, apa hubungannya? Ternyata untuk membuat selembar kertas fotokopi, setidaknya dibutuhkan air sebanyak 400 ml, alias setara dengan 2 gelas. Padahal kita semua tahu bahwa air saat ini merupakan komoditi yang termasuk langka dan harus dihemat sebisa mungkin. Tapi tidak hanya itu saja, menghemat pemakaian kertas berarti juga ikut menyelamatkan hutan-hutan di bumi ini yang semakin habis digunduli. Ini karena bahan baku kertas yang utama-mencapai 95 persen adalah kayu.

Mungkin agak sulit untuk mencari hubungan data-data di atas dengan kehidupan sehari-hari kita di rumah. Apalagi pemakaian kertas lebih mulah dikaitkan dengan aktivitas di kantor. Untuk lebih jelasnya, lihat sekeliling rumah kita. Koran, bon belanja, tagihan kartu kredit, brosur, bungkus nasi, sampai tisu, dapat dengan mudah kita temukan di rumah.

Semuanya adalah produk dari kertas, yang seringkali hanya berakhir di tempat sampah. Ini menunjukkan bahwa jumlah penggunaan kertas di rumah tangga sangat banyak dan dampaknya tidak dapat kita abaikan begitu saja.

Kita tidak dapat menutup mata dan menyerahkan tanggung jawab urusan kertas ini kepada kantor kantor. Ini adalah tanggung jawab kita juga! Banyak sebetulnya yang dapat kita lakukan di rumah untuk mengurangi konsumsi kertas.

Gunakan Maksimal
Ajakan menggunakan kertas di dua sisi, jangan dianggap sebagai slogan belaka. Cara yang tampaknya mudah ini masih belum banyak dipraktekkan orang. Mulailah gunakan sisi kertas yang masih kosong.

Kertas-kertas yang mampir ke rumah, misalnya tagihan atau selebaran, jangan langsung dibuang. Pisahkan kertas yang masih dapat dipakai di keranjang khusus. Potong kertas ini menjadi kertas memo kecil. Bagian baliknya yang masih kosong dapat digunakan untuk mencatat pesan telepon atau daftar belanjaan.

Begitu juga dengan amplop.Benda yang satu ini seringnya langsung dibuang begitu isinya sudah dikeluarkan. Saat membuka sebuah amplop, berarti-hatilah untuk tidak merobeknya. Dengan begitu, amplop masih dalam keadaan bersih dan rapi. Simpan amplop ini untuk dapat digunakan kembali. Cara ini, selai menghemat kertas, juga dapat menghemat uang

Kerabat ada yang berulang tahun? Biasanya kita memberinya kado dibungkus kertas cantik. Kertas kado merupakan pemborosan yang tidak perlu. Seringnya, kertas yang dibeli khusus ini hanya untuk dirobek dan dibuang. Berkreasilah dengan kertas kado dari bahan bahan yang ada di rumah. Kertas koran, majalah yang berwama, halaman komik lama, menarik dijadikan bungkus kado. Tambahkan hiasan bergaya natural yang sesuai untuk mendukung tema “daur ulang”.

Kertas koran merupakan salah satu penyumbang sampah kertas terbesar di rumah tangga pada umumnya. Sebelum semuanya dijual ke tukang loak, manfaatkan kertas koran untuk berbagai keperluan. Mungkin sebagian sudah kita terapkan di rumah, tetapi tidak ada salahnya mengingatkan kembali betapa kertas koran dapat berguna. Selain pembungkus kado, gunakan kertas koran sebagai pelindung barang pecah belah ketiki hendak disimpan atau dikirimkan. Ingat juga ajaran nenek kita dulu, yang membersihkan kaca jendela dengan kertas koran. Serat-serat pada kertas koran dapat melicinkan permukaan kaca dan membuatnya tampak bening.

Aneka kertas bekas dapat dijadikan bahan aneka kerajinan tangan yang unik. Ajak anak-anak untuk menuangkan kreativitasnya dengan mengolah kembali limbah kertas di rumah, salah satunya adalah dengan mendaur ulang kertas. Dengan begitu, mereka sejak dini sudah diajarkan untuk menghargai setiap helai kertas yang ada.

Go Online!
Komputer merupakan temuan yang dipercaya dapat mengurangi pemakaian kertas, karena nantinya semua dokumen akan tersimpan dalam bentuk file. Di rumah, mulailah membiasakan diri untuk hidup “tanpa kertas”; menerima dan mengirimkan informasi melalui secara digital. Misalnya, alihkan tagihan kartu kredit dan tagihan telepon yang dikirimkan lewat pos setiap bulannya dengan tagihan lewat surat elektronik (email). Dengan begitu kita sudah ikut mengurangi ‘ penggunaan kertas yang tidak perlu.

Lebih jauh lagi, pindai (scan) dokumen-dokumen yang dirasa masih perlu, misalnya bukti pembayaran ke bank, dan simpan file-nya dalam komputer. Jika sudah ada salinannya seperti ini, bentuk fisiknya yang berupa kertas dapat segera didaur ulang. Memang belum semua dokumen dapat dipindai, karena alasan keamanan dan keotentikannya, misalnya akte kelahiran atau surat kepemilikan tanah. Tetapi dengan mengurangi sebagian, lemari arsip kita jadi lebih lega!

Karena kita jadi lebih tergantung kepada komputer, konsekuensinya komputer harus “terawat”. Dalam artian, komputer harus bebas dari virus-virus yang berisiko merusak semua dokumen. Komputer juga harus dalam keadaan prima, tanpa masalah pada perangkat keras dan lunaknya. Di samping itu, “perawatan” rutin lainnya adalah pembuatan back up, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang dapat melenyapkan dokumen.

Kembali Ke Masa Lalu
Setelah berkutat dengan gagasan online, saatnya kembali melakukan kebiasaan masa lalu yang ternyata dapat menghemat kertas. Sekarang ini kita terbiasa membersihkan segala sesuatu dengan tisu. Melap keringat di wajah, kita mengandalkan tisu. Minuman tumpah, airnya diserap dengan tisu. Tangan basah sehabis cuci tangan,dikeringkan dengan tisu. Dan akhirnya gumpalan gumpalan tisu itu menumpuk di bak sampah.

Tisu merupakan produk kertas jaman modern. Sifatnya yang sekali pakai menjamin ia lebih higienis. Mengingat konsumsi tisu yang sangat besar di seluruh dunia, penghematan pemakaian tisu pasti akan memberi dampak yang cukup besar bagi penghematan kertas.

Jika memungkinkan, gunakan kembali lap berbahan kain untuk di dapur, di wastafel, dan sebagai penyeka muka. Kain dapat dicuci dan dipakai berulang-ulang sehingga tidak menghasilkan limbah kertas. Hindarkan juga penggunaan kemasan minuman dan piring plastik di rumah, bahkan pada saat tertentu seperti pesta. Selalu pilih alat-alat makan yang dapat digunakan kembali. Selain itu, alat makan kertas umumnya mengandung plastik yang membuat sampahnya lebih sulit lagi untuk didaur ulang.

Yang terakhir, selalu pisahkan sampah kertas dengan sampah lainnya. Ini untuk memudahkan para petugas dalam memilah sampah, agar kertas-kertas ini dapat langsung dibawa ke tempat daur ulang. Saat ini, sampah kertas dan produk turunannya meliputi 25 persen bagian dari seluruh sampah yang ada di pembuangan sampah. Bantuan kita dalam menghemat dan memilah sampah, akan sangat berarti. (FRANSISCA WUNGU PRASASTI/Tabloid Rumah)

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Kerja. Tags: .

Agenda: Djakarta Bersepeda 482 Tahoen Fakta Air di Bumi. Sayangi penggunaannya.

10 Komentar Add your own

  • 1. engeldvh  |  26 Mei, 2009 pukul 18:47

    Tipsnya manteb bos….makasi yak 🙂
    http://engeldvh.wordpress.com

  • 2. irma azizah  |  22 Juni, 2009 pukul 10:05

    emang paling susah klo harus ngurangin pemakaian kertas, apalagi gak semua orang indonesia bisa menggunakan produk digital/ teknologi online…
    selama gw kuliah, gw gak pernah beli kertas binder untuk catatan kuliah, buku catatan gw berasal dari kertas2 hasil print yang salah, karena di balik kertas itu masih ada lahan kosong, jadi gw satuin aja tuh kertas sampe jadi buku catatan. sebenarnya ada satu hambatan yg bikin panas kuping, banyak orang yang bilang apa yang gw lakuin kelewat irit,, dibilang gak mau beli kertas lah,, apa lah,, fiuh…

  • 3. yuanarose  |  1 Juli, 2009 pukul 13:27

    Aku seorang guru…ketika ku minta anak2 muridku menyiapkan setengan lembar halaman untuk ulangan mereka, aku mendapat protes katanya “cuma selembar kertas aja kenapa sih Bu…pake disobek2,jd ribet”.Tapi yah…aku harus sabar dan menjelaskan walaupun saat ini mungkin kesadaran mereka belum ada…aku berharap dari sanalah akan tumbuh rasa cintanya pada bumi ini. Dalam mata pelajaranku ada 3 kali ulangan harian dalam satu semester dan jika dihitung ada kurang lebih 750-an siswaku,bisa dibayangkan belum ulangan dg guru lain dan tugas2…

  • 4. ayu  |  21 Juli, 2009 pukul 16:27

    saya suka blog ini, bolehkah saya menggunakan nya sebagai referensi untuk tugas kuliah ??
    terima kasih atas pengertiannya..

  • 5. Vhatt CJ  |  5 Agustus, 2009 pukul 15:19

    hey q pengen tau cara membuat buku dari kertas daur ulang???

  • 6. elyas  |  27 Agustus, 2009 pukul 12:45

    saya suka triknya, kalau dulu saya selalu bikin print-an yg harusnya A4 menjadi A5 trus masih di bolak-balik lagi,,,, kecuali untuk print-an yg memang dikumpulkan ke dosen karena mereka tidak terima,….

    tapi salah satu cara menghemat kertas yg paling manjur yg saya gunakan adalah dengan hampir tidak pernah mencatat pelajaran saat kuliah…,,… tapi perhatikan dosen biar lebih mudah mengingat dan tidak lupa pinjam catatan teman sesaat sbelum ujian…. *lama2 saya terkesan pelit sepertinya

  • 7. Central Art  |  11 Desember, 2009 pukul 13:18

    Sy sangat setuju dengan pengunaan kertas atau plastik secara “bijaksana” dan sy juga mengembangkan program lingkungan hidup dengan slogan GO GREEN DAY ! yaitu dengan mengurangi limbah kertas dan plastik digunakan untuk pembuatan berbagai kerajinan !!! Siapa mau gabung dio program saya silahkan email ke arkazora_nugraha@ymail.com untuk webnya barau tahap penyempurnaan di http://www.central-art.co.cc !!! Trims dan HARGAI LINGKUNGANMU UNTUK HIDUPMU !

  • 8. adole  |  8 Januari, 2010 pukul 22:25

    hebat artikelnya, apakah tulisan ini boleh dipakai untuk bahan/materi presentasi, dan booleh disebarluaskan ke khalayak umum? misalnya untuk materi poster, flyers dan lain2.

  • 9. Essi  |  12 April, 2010 pukul 16:53

    Bagus banget artikel ini… Emang jaman sekarang susah banget klo suruh menghemat kertas karna kertas itu kaya kebutuhan sehari-hari kita aja… Lagian gak semua orang yang kita britau ini akan melakukannya… Orang jaman sekarang kan bisa dibilang super bandel klo dibilangin… Padahal efeknya akan ke anak cucu mereka sendiri lo… tapi masih aja gak care sama lingkungan sendiri…

  • 10. Wibi  |  21 Mei, 2010 pukul 20:12

    wah nambah wawasan ni artikel..
    bolehkah saya tampilkan artikel ini untuki majalah di kampus, tanpa ada unsur komersial sedikit pun kok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,238,245 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: