Posts filed under ‘Hemat Di Jalan’
Botol Minum Pengganti Botol Air Mineral
Akhirnya tadi saya menemukan botol minum dengan ukuran yang pas untuk tempat botol minum di mobil saya. Selama ini sulit juga karena kalau ukurannya tidak pas susah untuk dibawa di mobil. Jadi solusi saya selama ini adalah memakai ulang botol bekas air mineral yang ukuran sedang. Paling tidak sudah mengurangi pembelian botol air mineral plastik yang merupakan salah satu penyebab utama sampah plastik kita mulai dari jalanan, saluran got, sungai sampai ke laut.
Merek yang saya beli tadi adalah Lock’N’Lock yang cukup untuk 500 ml. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Jadi untuk keperluan di mobil sehari-hari sudah cukup. Setiap pulang kantor kita bisa isi ulang lagi. Yang pasti menghemat penggunaan botol plastik, walaupun botol dari LockNLock ini juga plastik, dimana kalau dipakai secara berulang-kali selama beberapa tahun maka keuntungannya bisa lebih besar.
Kebiasaan Berkendara Seperti Apa Yang Menjengkelkan?
Berkendara itu bisa boros bisa juga hemat tergantung cara anda menyupir. Cara anda memakai mobil juga bukan hanya tergantung pada diri anda sendiri, tetapi juga disebabkan oleh faktor pengendara lainnya. Kalau pengendara yang lain tidak berpikir untuk bisa berkendara dengan rapi sehingga hemat, anda sendiri juga ikut kebagian jadi boros.
Beberapa kebiasaan yang menjengkelkan adalah:
- Kendaraan yang berjalan pelan di jalur kanan
- Kendaraan yang memotong tiba-tiba
- Kendaraan agresif yang membuntuti mobil sangat dekat
- Kendaraan yang sering ngerem
- Kendaraan yang berjalan pelan karena sedang memakai HP
- Kendaraan yang jalan pelan-pelan sewaktu macet sehingga terus dipotong pengendara yang lain
- Kendaraan yang memotong jalur keluar yang macet, seperti dari tol dalam kota ke tol kebon jeruk
- dan lain-lain… (lebih…)
Tips Hemat Berkendara. Siapa bilang naik mobil sambil buka kaca lebih hemat?
Berkendara di Jakarta memang panas sih jadi kita selalu tergantung pada AC. Apalagi kalau lagi macet. Kalau buka kaca polusi bukan main, tetapi kalau kaca kita tutup, wah rasanya kurus seperti di sauna.
Sudah banyak penelitian mengenai berkendara yang baik dan hemat energi. Memang pada akhirnya, seperti memakai AC atau tidak itu sebenarnya hanya pilihan. Jadi pilih saja yang enak untuk anda selama berkendara. Kalau di Jakarta atau Surabaya, maka anda akan lebih banyak memakai AC, dan kalau di kota yang cukup adem seperti Bandung (malam hari) atau daerah yang berbukit, maka membuka AC bukan masalah. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh edmunds.com, sebuah situs jual-beli mobil dan tips. Menurut mereka antara memakai AC dan membuka kaca tidak memberikan penghematan yang luar biasa, kecuali bila anda membuka Sunroof. Tetapi lain halnya bila anda berkendara di Jalan Tol karena untuk kecepatan yang lebih tinggi, membuka kaca mobil akan mengurangi aerodinamika mobil, sehingga mobil pun tidak maksimal dan lebih memakan bensin sebesar kurang lebih 3%. Contohnya seperti kalau anda berkendara di jalan tol, sambil merokok dan membuka kaca. (lebih…)
Matikan Mesin Mobil. Jangan Biarkan Mesin Menganggur.

Kebanyakan dari kita selalu “memanaskan” mobil di pagi hari. Supir kita juga kita beritahu untuk melakukannya. Ini mungkin karena kebiasaan orang tua kita yang lalu ditularkan. Tapi untuk jaman sekarang mobil sudah tidak perlu dipanaskan apalagi sampai lebih dari 1 menit. Lagian mesin bisa lebih cepat panas kalau dipakai sembari jalan apalagi kalau tinggal di kompeks perumahan seperti saya bisa jalan pelan keluar kompleks sambil memanaskan mobil. Lebih lagi kalau menggunakan mobil berbahan bakar bensin dimana menganggurkan mobil lebih dari 30 detik bisa sangat boros dan lebih baik mesin dimatikan. Secara rata-rata, mobil yang menganggur lebih dari 10 menit menggunakan 0.14 liter bahan bakar dan menghasilkan 90 gram gas.
Menanam Sepeda, Menghijaukan Jakarta
Disadur dari milis b2w-Indonesia
Posted by:”Si Bule” novizal_sg
Tue May 1, 2007 7:33 pm (PST)
Beruntung kata “hijau” dalam bahasa Indonesia ada tiga arti: (1)
warnanya hijau; (2) ramah lingkungan; (3) banyak uang!! (perhatian:
arti ‘hijau’ jauh berbeda dengan kamus besar bahasa Indonesia punya
Pak WJS Poerwodarminto)
Nah saya mau sedikit memoles opini atas arti yang kedua dan ketiga
yang dipadu-padankan dengan alat transportasi sepeda dan sedikit
gelitik untuk para pejabat untuk mengusahakan jalur sepeda.
Lebih tegasnya, apa sih yang bisa diperoleh buat para penghuni
jabodetabek, para pe-bisnis dan juga para pejabat dalam memajukan
persepedaan di tanah air – khususnya membuat jalur sepeda di Jakarta. (lebih…)
Gengsi naik sepeda? Coba pikir sekali lagi.
Akhir pekan lalu saya berkesempatan pergi ke Kepulauan Riau, yaitu pulau Batam, Bintan dan Singkep. Perjalanan dari Jakarta harus lewat Batam lalu naik ferry ke Tanjung Pinang selama hampir 1.5 jam. Luas kota Tanjung Pinang adalah 139.5 Km2 dengan jumlah penduduk 176 ribu orang. Luas itupun sudah termasuk jalan-jalan sepi diluar pusat kota. Bila kita berbicara pusat kota dimana kebanyakan orang tinggal, maka kemana-mana bisa ditempuh 5-10 menit berjalan kaki atau berkendara. Yang sangat terasa disana adalah banyaknya mobil dan terutama motor. Hampir semua orang menggunakan motor bebek walaupun kemana-mana cukup terjangkau. Saya pun berkesempatan untuk pergi ke kota Dabo di pulau Singkep dengan penduduk hanya 39 ribu orang. Disini pemandangan pun sama dengan maraknya sepeda motor dimana-mana.
Mungkin hal ini terjadi diseluruh Indonesia, dimana tren untuk naik motor itu adalah gengsi tersendiri. Tapi apa betul akan lebih baik? Untuk kota yang cukup kecil bersepeda dan berjalan kaki adalah pilihan terbaik karena terjangkau dan memudahkan orang untuk kemana-mana, apalagi kota kecil itu tidak sepolusi kota Jakarta atau kota besar lainnya. Di kota besar itupun sudah mulai ada gerakan Bike To Work, dimana orang memakai sepeda untuk ke kantor. Mengapa tidak di kota kecil yang lain yang lebih masuk akal untuk memakai sepeda. Di Amsterdam, 40% orang menggunakan sepeda. Di Beijing, China, saja ada 4 juta sepeda dengan total sepeda seluruh china sekitar 500 juta sepeda. Di Jepang juga ada lebih dari 80 juta sepeda yang mengakomodasi 17% komuter yang lalu naik subway. Di New York, 21% orang berjalan kaki atau naik sepeda. List ini terus bertambah karena setiap kota akan ada inisiatif dari pemerintahnya (Kecuali Indonesia tentunya)
Mau tahu perbandingannya dengan memakai mobil? (lebih…)
Isi bensin mobil pada sore hari
Pada siang hari sewaktu udara panas bensin akan lebih mudah menguap. Uap yang disebabkan itu bisa menjadi sangat berbahaya dan juga merusak lingkungan karena akan membentuk ozone yang membahayakan dengan adanya sinar matahari yang kuat. Selain itu, bensin yang menguap pun akan merugikan kita karena bensin yang terisi tidak sebanyak yang kita bayar karena adanya evaporasi bensin menjadi gas. Hal ini dapat mencapai 5-10% dari bensin yang kita bayarkan.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengisi bensin anda setelah jam 5 sore. Dengan hal kecil ini, anda dapat menghemat dan mencegah menipisnya lapisan ozone kita.
Eco-Driving. Perlu dilakukan semua pengendara mobil
![]()
Banyak orang berkata bahwa untuk menghemat energi dan polusi dari kendaraan kita harus memakai bahan bakar nabati seperti bio-diesel atau bio-ethanol. Lebih dari itu, lebih baik ”nanti” kita membeli mobil bertenaga gabungan atau hybrid car. Memang semua itu baik untuk dilakukan mulai sekarang dan saya sungguh mendukung itu semua.Akan tetapi, bagaimana dengan kita yang tidak mampu mengganti mobil tua kita? Yang memang untuk standard sekarang sudah tidak efisien dan boros energi?
Ternyata mobil tua yang sudah 20 tahun pun masih dapat berhemat, dengan cara Eco-Driving yaitu mengendara yang hemat energi. Eco-Driving telah disurvey dapat menghemat sampai dengan 30% penggunaan bahan bakar. Beberapa cara diantaranya adalah:
- Mengendara dengan stabil antara 1200-3000 RPM. Pedal jangan terlalu cepat ditekan.
- Usahakan mengendara dengan gigi transmisi yang lebih tinggi antara 2000-2500 RPM. Kendarakan mobil di gigi tinggi pada kecepatan rendah – istilahnya adalah “Jalan 50 Pake Gigi 4”. Gigi transmisi tinggi menggunakan bahan bakar yang lebih sedikit untuk pembakaran dan dapat menghemat sangat banyak.
- Isi tekanan ban sedikit melebihi (10%) syarat yang dianjurkan oleh pabrik mobil
- Biasakan untuk sering membersihkan filter mobil
- Usahakan seminim mungkin menggunakan pedal gas.
- Tukar gigi ke netral bila akan berhenti di lampu merah.
- Lebih banyak antisipasi selama berkendara untuk mencegah akselerasi, deselerasi, memotong atau berkendara yang agresif.
- Kalau udara tidak terlalu panas, hentikan pemakaian AC dan set temperatur di atas 21 derajat celcius
- Jalan kaki atau gunakan sepeda untuk rute yang dekat. Penggunan mobil saat masih dingin menggunakan bahan bakar 300% lebih banyak
Apa anda juga memiliki ide-ide lainnya? Tuliskan komentar anda.


















Komentar Terbaru