Posts filed under ‘Lingkungan Kerja’
Cara Cerdas Kurangi Kertas
Disadur dari kompas.com
Untuk bersahabat dengan lingkungan, satu lagi yang perlu kita kurangi pemakaiannya: kertas : Produksi kertas membutuhkan banyak energi, air, dan tentu raja pohon!
Tahukah Anda bahwa menghemat penggunaan kertas berarti juga menghemat air? Lantas, apa hubungannya? Ternyata untuk membuat selembar kertas fotokopi, setidaknya dibutuhkan air sebanyak 400 ml, alias setara dengan 2 gelas. Padahal kita semua tahu bahwa air saat ini merupakan komoditi yang termasuk langka dan harus dihemat sebisa mungkin. Tapi tidak hanya itu saja, menghemat pemakaian kertas berarti juga ikut menyelamatkan hutan-hutan di bumi ini yang semakin habis digunduli. Ini karena bahan baku kertas yang utama-mencapai 95 persen adalah kayu.
Mungkin agak sulit untuk mencari hubungan data-data di atas dengan kehidupan sehari-hari kita di rumah. Apalagi pemakaian kertas lebih mulah dikaitkan dengan aktivitas di kantor. Untuk lebih jelasnya, lihat sekeliling rumah kita. Koran, bon belanja, tagihan kartu kredit, brosur, bungkus nasi, sampai tisu, dapat dengan mudah kita temukan di rumah.
Semuanya adalah produk dari kertas, yang seringkali hanya berakhir di tempat sampah. Ini menunjukkan bahwa jumlah penggunaan kertas di rumah tangga sangat banyak dan dampaknya tidak dapat kita abaikan begitu saja. (lebih…)
Kaca Film untuk meredam sinar matahari dan menghemat energi
Sudah lama sekali kami menginginkan pemasangan kaca film untuk rumah kami.
Sebagai gambaran, rumah kami itu menghadap ke arah barat sehingga mendapatkan matahari sore yang cukup menyengat. Rumah kami memiliki dua lantai dimana lantai satu cukup adem karena adanya pohon mangga di taman depan sehingga teduh. Tetapi lantai dua kami sangat panas karena mendapat cahaya matahari langsung. Kebetulan atap kami itu karena merupakan rumah lama, masih menggunakan bahan asbes yang sudah kami lapisi dengan Cat Insultec sehingga pori-pori asbes bisa tertutup, memperpanjang umur asbes dan pastinya mengurangi panas. (lihat artikel disini)
Namun panas matahari yang masuk dari kaca masih sangat panas sehingga walaupun menggunakan insultec sudah banyak mengurangi, tetapi belum maksimal. Sehingga langkah berikutnya adalah untuk memasang kaca film. (lebih…)
Ecofont – pengganti font dokumen

Jaman sudah semakin maju maka semua pun sudah serba komputer. Yang dulu orang berpikir memakai komputer akan mengurangi pemakaian kertas malah bertambah karena semakin banyak yang diprint sebagai bukti hardcopy.
Di artikel sebelumnya saya pernah menulis untuk memakai kertas bulak-balik agar tidak selalu membuang kertas yang masih bagus. Selain itu kita juga harus selalu membaca draft dokumen kita secara seksama sebelum di print karena akan membuang percuma kertas dan tinta yang kita gunakan.
Cara baru untuk menghemat di kantor adalah menghemat tinta yang digunakan untuk printer. Mungkin ada printer yang bisa menggunakan mode Draft dengan kualitas yang dibawah standard, tetapi kadang terlihat kurang baik.
Sekarang ada Font baru yang dapat menghemat penggunaan tinta hingga 20%, yaitu Ecofont yang dibuat oleh SPRANQ, perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi marketing.
Ecofont adalah font sans-serif yang tengahnya bolong-bolong sehingga mengurangi penggunaan tinta tanpa mengurangi daya baca dokumen tersebut.
Contohnya bisa anda download dokumen .pdf yang sudah saya buat.
Bila anda menggunakan font dengan ukuran 9-11 maka masih terbaca dengan baik tanpa terlihat ada bolong-bolong.
Font ini sangat efektif untuk digunakan pada Printer Laser untuk hasil yang maksimal. Font dapat digunakan pada MS Office, Appleworks, Open office, serta Windows OS maupun MacOS.
Download ecofont dari website mereka
Mudah-mudahan bisa mengurangi penggunaan tinta untuk lingkungan dengan tambahan penghematan untuk kantor anda.
Saluran got bukan tempat sampah
“Jalanan banjir!”. “Drainase jelek!”. “Sampah tutupi pintu air!”. “Pemerintah gagal membersihkan kali!”. “Musim banjir datang lagi!”. “Pemerintah tidak siap hadapi musim hujan!”.
Itu adalah kata-kata yang sering dilontarkan media maupun masyarakat kalau sudah dekat-dekat musim hujan. Saya sih bukannya mau membela negara. Tetapi terlalu banyak orang yang tidak mau tahu, tidak peduli yang penting tidak banjir. Tetap saja buang sampah sembarangan tetapi tidak mau banjir.
Kalau tidak introspeksi diri kita masing-masing, negara manapun tidak akan sanggup menghadapi permasalahan perkotaan di Indonesia ini kalau masyarakatnya hanya bisa protes dan demo tanpa mau sadar dan memperbaiki diri.
Sebenarnya semua masalah banjir, sampah di kali dan laut, asalnya adalah saluran got di depan rumah kita masing-masing. Coba setelah membaca artikel ini, anda menyempatkan diri ke luar rumah dan melihat keadaan saluran got anda. Apakah lancar? hanya telihat air saja? banyak sampah menumpuk? air tidak jalan sama sekali dan gelap gulita? (lebih…)
Deputi Menteri urusan Sepeda di Departemen Transportasi Hungaria
Link ke YouTube: http://www.youtube.com/watch?v=ZM_HTdpgcRE
Negara Hungaria sangat serius dalam menangani transportasi sepeda di negaranya. Departemen Transportasi, Telekomunikasi dan Energi negara Hungaria memiliki seorang deputi menteri sepeda bernama Adam Bodor yang memiliki satu tujuan yaitu agar orang mau naik sepeda.
Untuk hal ini maka Departemen Transportasi Hungaria membuat kampanye sepeda dengan iklan layanan masyarakat yang mengajak orang agar mau naik sepeda dan pesannya adalah, naik sepeda itu sexy. (mudah-mudahan tidak masuk ke dalam RUU Pornografi, nanti di Indonesia malah tidak boleh naik sepeda)
Perhatikan videonya (translasi bahasa Inggris dari website osocio.org):
Pertama, tas gadis yang naik sepeda itu bertuliskan: Bike To Work.
Lalu seorang ibu bertanya kepada orang tua: Apa kamu mau minum teh? Dia menjawab: terima kasih, itu sangat menyenangkan.
Sementara ibu itu mendengarkan suara yang datang dari ruangan disebelah, dia menggerutu sambil bilang: kamu juga seharusnya naik sepeda, Rezso. Lalu di akhir video ini, ada slogan yang hampir sama yaitu, kamu juga seharusnya naik sepeda juga.
Atap Putih Untuk Dunia Hijau
Warna atap rumah ada yang tradisional berwarna merah bata, biru, hitam, hijau tua, dan lain-lain. Sangat jarang kita melihat atap berwarna putih. Untuk bangunan dengan dak pun biasa mengikuti warna semen yaitu abu-abu.
Ternyata untuk kita yang tinggal di daerah tropis dan panas, atap putih dapat mengurangi pemakaian AC sebesar 20%. Negara bagian California di Amerika Serikat malah mengharuskan semua bangunan baru, sejak tahun 2005, beratap berwarna putih, untuk permukaan atap yang rata maupun terap.
Permukaan atap menutupi rata-rata 25% dari seluruh permukaan kota. Sedangkan jalanan menutupi sekitar 35% dari seluruh permukaan kota. Menurut penelitian dari Hashem Akbari, seorang peneliti dari Heat Island Group, bila 100 kota didunia mengganti atap dengan warna putih, dan juga jalanan dengan bahan yang lebih memantulkan cahaya, seperti jalan beton dibandingkan jalan aspal, maka efek pendinginan global yang dihasilkan akan sangat besar. (lebih…)
Hotel Harus Daur Ulang Air
Disadur dari Kompas Kamis, 11 September 2008
Jakarta, Kompas – Setiap hotel dan apartemen yang baru diwajibkan membangun instalasi untuk mendaur ulang air bersih yang mereka gunakan. Daur ulang air dimaksudkan untuk mengurangi penyedotan air tanah dalam.
Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Budirama Natakusuma, Rabu (10/9) di Jakarta Pusat, mengatakan, kewajiban membangun instalasi daur ulang air menjadi syarat izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Jika pengembang tidak berniat membangun instalasi daur ulang air, izin mendirikan bangunan hotel atau apartemen baru tidak akan dikeluarkan. (lebih…)
Gedung Pemerintah Mulai Berhemat
Beberapa hari lalu saya ada rapat di salah satu gedung pemerintah, dan yang biasanya rapat hanya pagi atau siang, kemarin kebetulan sampai sore. Pas sudah jam 16:00 lewat, gedung terasa panas. Saya tanya ternyata AC gedung dimatikan pada pukul 16:00. Tetapi karena masih harus banyak yang harus dikerjakan, maka rapat diteruskan lagi. Tepat pukul 17:00 semua lampu mati. Gedung pun gelap gulita karena seperti kebanyakan arsitektur di Indonesia yang tidak memanfaatkan cahaya luar, walaupun matahari masih terang di luar, dalam gedung gelap. Gedung pun tidak memiliki lampu emergency sehingga gelap-gelapan kita beres-beres dan jalan keluar bersama.
Cerita di atas adalah contoh saat kita kekurangan listrik PLN, pemerintah pun ikut menghemat terutama untuk pemakaian di gedung-gedung pemerintahan. Tetapi kadang masih banyak orang yang tidak peduli atau tidak mengerti akan penghematan seperti contohnya ada yang membuka kaca walaupun dalam ruangan ber-AC.
Hal lain yang mungkin bisa membantu penghematan adalah dengan mengganti unit AC yang sudah tua and tidak efisien lagi sehingga boros. Pemborosan itu karena walaupun AC tetap memakai tenaga listrik yang sama, tetapi tingkat dinginnya sudah sangat berkurang. Apalagi mesin AC yang sudah tua tidak seefisien yang sudah modern. Apalagi pemakaian AC di gedung bisa mencapai 20%-50% dari total kebutuhan energi. (lebih…)



















Komentar Terbaru