Perguruan Tinggi Harus Teladani Ramah Lingkungan

Disadur dari Antara News

Selasa, 3 November 2009

Bogor (ANTARA News) – Perguruan tinggi (PT) harus menjadi pusat teladan dan perubahan perilaku yang ramah lingkungan, kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Prof Dr Fasli Jalal, Selasa.

Fasli Jalal mengemukakan, partisipasi dan komitmen masyarakat kampus sangat penting dalam upaya mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan.

“PT harus berada di garda terdepan dalam memberikan teladan perubahan perilaku lingkungan hidup. PT harus menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya dan bangsa ini,” tutur Fasli Jalal.

Teladan yang dapat dilakukan PT antara lain dengan mewujudkan lingkungan kampus yang bersih, indah dan nyaman.

Selain itu, lanjut Fasli, kepedulian terhadap lingkungan hidup juga dapat diekspresikan dengan membentuk berbagai pusat studi terkait.

Seperti yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki mayor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), Manajemen Ketahanan Pangan hingga Fakultas Ekologi Manusia (FEMA).

Langkah lain dapat diwujudkan dengan menggagas Pusat Perubahan Iklim (Climate Change Center/CCC) yang dapat bermitra dengan Menneg LH dan Bapedalda.(*)

Perguruan Tinggi Harus Teladani Ramah Lingkungan

Selasa, 3 November 2009

4 November, 2009 at 17:55 1 komentar

Sehat Pangkal Hijau

sehatpangkalhijauKesehatan bagi setiap orang adalah hal nomor satu yang perlu dipertahankan. Banyak orang yang bilang biar kaya kalau sakit-sakitan tidak bisa menikmati. Apalagi biaya kesehatan sekarang itu mahal sekali. Tetapi juga biaya untuk merawat diri agar sehat pun sekarang cukup tinggi. Kalau kita tidak mau makan di pinggir jalan alias amigos (agak minggir got sedikit) maka pengeluaran kita pun bertambah. Apalagi kalau kita maunya makan yang segala organik dan bermerek.

Tetapi bila kita bisa me-maintain diri kita agar selalu sehat akan bisa menghemat biaya dan pada akhirnya juga lebih ramah lingkungan alias hijau.

Kalau kita membayangkan konsekuensi dari gaya hidup yang tidak sehat membuat kita sakit maka saat sakit kita akan mengeluarkan begitu banyak uang untuk biaya obat, dokter, rumah sakit, biaya kendaraan yang mengantar kita kemana-mana, hingga kertas tissue, kapas, suntikan, dan segala macam peralatan yang digunakan untuk mengobati kita. Makanan pun saat sakit akhirnya harus yang sehat juga sehingga jadi lebih mahal.

Kalau kita lihat lagi rantainya, maka setiap obat pun harus diproduksi dengan bahan baku untuk obat, kapsul, pengemasnya hingga lalu diproduksi dan di kirim sehingga rantai ini pun sudah begitu mahal dan menghasilkan pencemaran lingkungan. Begitu pula semua aksesoris kedokteran yang dipakai. Apalagi sekarang banyak dari alat-alat tersebut adalah barang disposable seperti sarung tangan, suntikan, masker, dan lain-lainnya. (lebih…)

21 Oktober, 2009 at 13:50 6 komentar

Cuci tangan hemat air dan bersih

ghd_logo_smallTanggal 15 Oktober 2009 yang lalu adalah Hari Cuci Tangan Sedunia yang diadakan dalam rangka membuat kebiasaan bersih terutama untuk anak-anak. Mencuci tangan adalah kebiasaan yang sangat baik dan cara yang paling efektif serta murah untuk mencegah penyakit seperti diare, penyakit menular dll.

Slogan yang dipakai untuk Global Handwashing Day ini pun adalah “Clean Hands Save Lives” sehingga diharapkan anak-anak akan belajar cara mencuci tangan yang baik oleh organisasi dan perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam acara global ini.

Apa hubungannya dengan blog Aku Ingin Hijau? Bersih belum tentu hemat air, tetapi menurut saya hemat air bisa lebih bersih. Maksud dari pernyataan ini adalah, kalau kita mencuci tangan dengan air kran yang mengalir, maka kita akan mencuci tangan lebih cepat-cepat karena merasa membuang air dan diburu-buru oleh suara air tersebut. Tetapi kalau pada saat mencuci tangan kita mematikan keran air dahulu saat kita membasuh dengan sabun maka kita dapat membasuh tangan kita dengan sabun dengan lebih baik, teliti dan lama sehingga pastinya akan lebih sehat. Selain sehat, juga hemat air.

Jadi, bukan hanya cuci tangan saja untuk bersih, tetapi matikan keran air dahulu saat membasuh dengan sabun sehingga kita dapat mencuci tangan dengan lebih lama dan tuntas. Jangan lupa untuk tidak membuka kran air terlalu besar juga sehingga akan lebih hemat.

Ajarkan kebiasaan ini ke anak-anak anda.

17 Oktober, 2009 at 12:57 2 komentar

Presentasi tentang air (.pdf)

pdfwaterPagi ini saya mendapat lampiran email berisi presentasi air yang sangat bagus dan saya ingin bagi agar semua dapat mengetahuinya. Presentasi ini dapat anda download dengan klik link disebelah kiri ini.

Presentasi ini berisi banyak sekali fakta mengenai air yang walaupun banyak dari kita mungkin sudah tahu tetapi menjadi bahan untuk mengingatkan kembali.

Beberapa poin yang disadur dari presentasi ini adalah:

  • Air yang dapat dipakai untuk minum di seluruh dunia hanya 0.007%
  • 25% air dalam rumah tangga dipakai untuk membilas (flush) kloset
  • Kita akan lebih dahulu kehabisan air dibandingkan kehabisan minyak bahan bakar
  • Kekurangan air membuat panen bahan makanan berkurang sehingga dapat berakibat kenaikan harga makanan

Untuk lengkapnya, anda dapat download sendiri filenya (> 2 MB).

12 Oktober, 2009 at 11:01 8 komentar

Mudik Beda, Mudik Bersepeda

bikebagDisadur dari Kompas 18 September 2009
Oleh Tjahja Gunawan Diredja dan Agung Setyahadi

Mudik Lebaran dengan mobil, sepeda motor, kapal laut, pesawat, atau kereta api sudah biasa dilakukan sebagian masyarakat kita. Namun, kalau mudik dengan sepeda, bisa dibilang masih langka. Inilah kisah para pemudik sepeda.

Agung Kuncoro dan tujuh pesepeda lainnya dari Komunitas Jalur Pipa Gas (JPG) sengaja mudik dengan sepeda menuju Boja, Semarang, Jawa Tengah.

Ketujuh pesepeda itu berangkat ramai-ramai pada Rabu (16/9) pagi dari Mpok Cafe, tempat kumpul anggota JPG, dan dilepas oleh teman-teman lainnya. Mereka akan menempuh jarak sekitar 565 kilometer dan direncanakan tiba di Boja pada hari Sabtu (19/9).

”Yang mudik dengan bersepeda ini multiprofesi. Ada yang arsitek, desainer, wiraswasta, dan seorang atlet balap sepeda,” kata Agung.

Suradji atau Aji (33), dengan tujuh kawannya dari kawasan Situ Gintung, Ciputat, berangkat Jumat dini hari menuju Pemalang, Jawa Tengah. Jika lancar, mereka akan sampai Desa Midodaren, Petarukan, pada Sabtu pagi.

Yang paling nekat Fatkhul Hadi (42). Warga Penggilingan, Jakarta Timur, yang berprofesi sebagai tukang jahit itu, ditemui sedang bersepeda sendirian ke arah timur di jalan raya pantura di Sukamandi, Jawa Barat, Minggu. ”Saya mau mudik ke Bumiayu, Brebes,” ujarnya mantap. (lebih…)

18 September, 2009 at 23:31 7 komentar

Jakarta Mulai bernapas

mudikJakarta adalah kota dengan tingkat polusi udara ketiga terburuk di dunia setelah Meksiko dan Panama. Dari hasil kajian akademis yang ada dari Pelangi, sektor transportasi merupakan penyumbang emisi gas buang terbesar untuk karbondioksida (CO2), yaitu 92 persen. Sektor lainnya bisa dibilang cukup kecil dibandingkan polusi kendaraan dimana sektor industri menyumbang 5 persen, permukiman 2 persen, dan sampah 1 persen kadar polusi CO2.

Selama masa mudik lebaran 2009 ini, diperkirakan sekitar 50% kendaraan roda empat dan 80% kendaraan roda dua dengan jumlah perkiraan sekitar 3 juta kendaraan roda dua dan 1.5 juta kendaraan roda empat yang keluar dari daerah Jabodetabek.

Walaupun ini berarti polusinya hanya berpindah tempat, tetapi paling tidak Jakarta bisa sedikit bernapas lega sehingga bila anda jalan-jalan di sekitar Jakarta pada libur lebaran ini akan merasa udara lebih fresh.

Selamat mudik, hati-hati di jalan, dan selamat menikmati udara segar untuk yang di Jakarta tidak kemana-mana. Yang ingin bersepeda menikmati Jakarta yang lenggang, inilah kesempatan untuk bersepeda tanpa masker walaupun sulit untuk bersepeda kuliner karena pada tutup 🙂

18 September, 2009 at 09:40 3 komentar

Daftar Belanja Hemat dan Sehat

EWGshopperlist_l

Dengan berkembangnya waktu dan semakin tersedianya informasi lewat berbagai media massa menjadikan masyarakat semakin sadar dan mengerti akan kesehatan. Salah satu trend yang terus berkembang adalah bahan makanan yang sehat dan organik.  Tetapi apa kita perlu makan semua makanan organik dan tidak lagi membeli bahan makanan atau buah-buahan yang “biasa”? Environmental Working Group atau EWG menjawab pertanyaan ini dengan membuat daftar belanja bahan makanan yang perlu dan tidak dibeli organik secara cukup komprehensif untuk buah dan sayur yang sering kita konsumsi. Daftar yang pendek dapat anda lihat gambar di atas ini.

Yang pasti kita harus mengurangi membeli konsumsi bahan makanan yang “kemungkinan” mengandung bahan pestisida. Kita pun harus peduli karena pestisida dapat mengganggu kesehatan kita terutama pada anak-anak. Oleh karena itu sebisa mungkin beli bahan makanan organik sesuai dengan list dari EWG sehingga tidak semua harus organik. Beberapa yang tidak perlu kita beli organik adalah bawang bombai, alpukat, nanas, mangga, asparagus, pisang, kiwi, sayur kol, brokoli dan pepaya.

Agar kita mengkonsumsi bahan makanan yang bersih dan sehat maka kita harus selalu mencuci semua buah-buahan dan sayur sebelum dimakan. Mencuci dapat mengurangi tetapi tidak menghilangkan sama sekali (informasi dari EWG). Untuk kulit buah yang tipis anda dapat membilas dibawah keran sekitar 20-30 detik. Mengupas kulit buah bisa mengurangi kandungan pestisida tetapi kadang malah menghilangkan juga nutrisi penting yang terkandung dalam kulit buah tersebut.

17 September, 2009 at 11:01 5 komentar

Tempat sampah dalam mobil

tempat_sampah_mobil_1Apakah anda sering membuang sampah keluar mobil? Atau bila anda dengan penuh kesadaran tidak mau membuang sampah sembarangan tetapi bingung mau buang kemana?

Ini adalah saat yang tepat untuk anda membeli tempat sampah untuk di dalam mobil anda, terutama bila anda akan pergi jauh menggunakan kendaraan anda. Dalam setiap perjalanan, walaupun itu dekat atau jauh dapat menghasilkan sampah yang lumayan. Contohnya mulai dari karcis parkir, karcis tol, bungkus permen, bekas botol minum, tissue, dsb. Sampah-sampah ini kadang mengotorkan mobil dan bila yang sudah tidak sabar langsung dibuang ke jalanan. Yang pasti semua sampah ini akan masuk ke saluran pembuangan air (got) dan akhirnya akan juga mengotori kali, sungai dan laut kita yang dampaknya bisa mulai dari banjir, wabah penyakit, pencemaran air, dll.

Saya pernah menulis di artikel “Kebanyakan Orang Memang Tidak Peduli Pada Lingkungan” bahwa orang masih banyak sekali yang membuang sampah sembarangan di jalan baik dari mobil ataupun saat jalan. Tetapi kalau dipikir lagi memang kalau kita sedang jalan di jalan protokol pun sulit mencari tempat sampah, jadi daripada pusing ya buang sembarangan. Bagaimana masyarakat bisa membuang sampah dengan baik kalau tempat publik tidak diberikan sarana untuk membuang sampah tersebut.

Tetapi kalau mau ngomong begitu terus maka kita pun tidak akan berubah karena menunggu pemerintah berubah dahulu. Oleh karena itu, apa yang kita dapat kontrol dan lakukan sendiri, ya kita lakukan saja. (lebih…)

6 September, 2009 at 16:14 7 komentar

Older Posts Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.482.303 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai