Penghijauan, Kurangi Risiko Kebakaran

Disadur dari Kompas.com

Melakukan penghijauan tak hanya bermanfaat untuk peningkatan kualitas kesehatan dan keindahan. Penghijauan ternyata juga dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Sudjadi, Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, mengatakan, hingga bulan Oktober 2009 telah terjadi 168 kasus kebakaran di wilayahnya. “Beberapa kasus terjadi karena api menyala sendiri,” ucapnya di Jakarta, Sabtu (31/10).

Sudjadi mengatakan, api yang menyala sendiri tersebut disebabkan tidak ada media yang dapat menahan panas bumi. Contohnya, seperti kebakaran yang terjadi di daerah Joglo, Jakarta Barat, beberapa waktu yang lalu. Api dalam gudang berasal dari tumpukan barang-barang. Tumpukan barang-barang di gudang lama-kelamaan mengeluarkan panas. Karena tidak ada yang menyerap hawa panas itu, api pun timbul.

“Kalau banyak pepohonan, maka ada media yang menyerap panas yang dikeluarkan bumi. Dengan demikian, tumpukan barang yang ada dalam gudang tidak memercikkan api,” ucap dia.

Menyadari pentingnya penghijauan bagi lingkungan sekitar, Lurah Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, Zerry Ronazy mengimbau warganya agar melakukan penghijauan, paling tidak di halaman rumah masing-masing. “Tadinya mau satu orang, satu pohon. Tapi, menjadi satu rumah, minimal satu pohon,” kata dia.
(lagi…)

1 comment 7 November, 2009

Karikatur Air Mineral

bottle_water_vs_tap_water

Sebenarnya karikatur ini memang lebih ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di negara Amerika dimana air kran disana itu sudah memenuhi syarat untuk dapat diminum. Akan tetapi, penjualan air botol mineral tinggi sekali hingga disebutkan 28 milyar botol per tahun yang tentunya memerlukan banyak sekali energi dan sumber daya untuk menghasilkan begitu banyak air mineral botol.

Untuk kita di Indonesia, tentunya air kran kita tidak dapat diminum, tetapi tentunya pembelian air mineral botol pun harus dikurangi. Sebenarnya air isi ulang pun sudah sangat layak minum, tetapi kadang kita maunya air minum yang bermerek, walaupun secara kesehatan adalah sama. Selain itu paling tidak kita harus mengurangi pembelian air minum dalam botol dan lebih baik mengisi kembali botol minum kita dari air minum mineral dalam galonan.

Dengan mengurangi pembelian air mineral dalam botol, kita juga mengurangi sampah botol plastik dan bila dapat mengurangi konsumsinya maka lingkungan kita akan lebih baik.

Add comment 6 November, 2009

Perguruan Tinggi Harus Teladani Ramah Lingkungan

Disadur dari Antara News

Selasa, 3 November 2009

Bogor (ANTARA News) – Perguruan tinggi (PT) harus menjadi pusat teladan dan perubahan perilaku yang ramah lingkungan, kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Prof Dr Fasli Jalal, Selasa.

Fasli Jalal mengemukakan, partisipasi dan komitmen masyarakat kampus sangat penting dalam upaya mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan.

“PT harus berada di garda terdepan dalam memberikan teladan perubahan perilaku lingkungan hidup. PT harus menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya dan bangsa ini,” tutur Fasli Jalal.

Teladan yang dapat dilakukan PT antara lain dengan mewujudkan lingkungan kampus yang bersih, indah dan nyaman.

Selain itu, lanjut Fasli, kepedulian terhadap lingkungan hidup juga dapat diekspresikan dengan membentuk berbagai pusat studi terkait.

Seperti yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki mayor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), Manajemen Ketahanan Pangan hingga Fakultas Ekologi Manusia (FEMA).

Langkah lain dapat diwujudkan dengan menggagas Pusat Perubahan Iklim (Climate Change Center/CCC) yang dapat bermitra dengan Menneg LH dan Bapedalda.(*)

Perguruan Tinggi Harus Teladani Ramah Lingkungan

Selasa, 3 November 2009

Add comment 4 November, 2009

Sehat Pangkal Hijau

sehatpangkalhijauKesehatan bagi setiap orang adalah hal nomor satu yang perlu dipertahankan. Banyak orang yang bilang biar kaya kalau sakit-sakitan tidak bisa menikmati. Apalagi biaya kesehatan sekarang itu mahal sekali. Tetapi juga biaya untuk merawat diri agar sehat pun sekarang cukup tinggi. Kalau kita tidak mau makan di pinggir jalan alias amigos (agak minggir got sedikit) maka pengeluaran kita pun bertambah. Apalagi kalau kita maunya makan yang segala organik dan bermerek.

Tetapi bila kita bisa me-maintain diri kita agar selalu sehat akan bisa menghemat biaya dan pada akhirnya juga lebih ramah lingkungan alias hijau.

Kalau kita membayangkan konsekuensi dari gaya hidup yang tidak sehat membuat kita sakit maka saat sakit kita akan mengeluarkan begitu banyak uang untuk biaya obat, dokter, rumah sakit, biaya kendaraan yang mengantar kita kemana-mana, hingga kertas tissue, kapas, suntikan, dan segala macam peralatan yang digunakan untuk mengobati kita. Makanan pun saat sakit akhirnya harus yang sehat juga sehingga jadi lebih mahal.

Kalau kita lihat lagi rantainya, maka setiap obat pun harus diproduksi dengan bahan baku untuk obat, kapsul, pengemasnya hingga lalu diproduksi dan di kirim sehingga rantai ini pun sudah begitu mahal dan menghasilkan pencemaran lingkungan. Begitu pula semua aksesoris kedokteran yang dipakai. Apalagi sekarang banyak dari alat-alat tersebut adalah barang disposable seperti sarung tangan, suntikan, masker, dan lain-lainnya. (lagi…)

3 comments 21 Oktober, 2009

Cuci tangan hemat air dan bersih

ghd_logo_smallTanggal 15 Oktober 2009 yang lalu adalah Hari Cuci Tangan Sedunia yang diadakan dalam rangka membuat kebiasaan bersih terutama untuk anak-anak. Mencuci tangan adalah kebiasaan yang sangat baik dan cara yang paling efektif serta murah untuk mencegah penyakit seperti diare, penyakit menular dll.

Slogan yang dipakai untuk Global Handwashing Day ini pun adalah “Clean Hands Save Lives” sehingga diharapkan anak-anak akan belajar cara mencuci tangan yang baik oleh organisasi dan perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam acara global ini.

Apa hubungannya dengan blog Aku Ingin Hijau? Bersih belum tentu hemat air, tetapi menurut saya hemat air bisa lebih bersih. Maksud dari pernyataan ini adalah, kalau kita mencuci tangan dengan air kran yang mengalir, maka kita akan mencuci tangan lebih cepat-cepat karena merasa membuang air dan diburu-buru oleh suara air tersebut. Tetapi kalau pada saat mencuci tangan kita mematikan keran air dahulu saat kita membasuh dengan sabun maka kita dapat membasuh tangan kita dengan sabun dengan lebih baik, teliti dan lama sehingga pastinya akan lebih sehat. Selain sehat, juga hemat air.

Jadi, bukan hanya cuci tangan saja untuk bersih, tetapi matikan keran air dahulu saat membasuh dengan sabun sehingga kita dapat mencuci tangan dengan lebih lama dan tuntas. Jangan lupa untuk tidak membuka kran air terlalu besar juga sehingga akan lebih hemat.

Ajarkan kebiasaan ini ke anak-anak anda.

1 comment 17 Oktober, 2009

Presentasi tentang air (.pdf)

pdfwaterPagi ini saya mendapat lampiran email berisi presentasi air yang sangat bagus dan saya ingin bagi agar semua dapat mengetahuinya. Presentasi ini dapat anda download dengan klik link disebelah kiri ini.

Presentasi ini berisi banyak sekali fakta mengenai air yang walaupun banyak dari kita mungkin sudah tahu tetapi menjadi bahan untuk mengingatkan kembali.

Beberapa poin yang disadur dari presentasi ini adalah:

  • Air yang dapat dipakai untuk minum di seluruh dunia hanya 0.007%
  • 25% air dalam rumah tangga dipakai untuk membilas (flush) kloset
  • Kita akan lebih dahulu kehabisan air dibandingkan kehabisan minyak bahan bakar
  • Kekurangan air membuat panen bahan makanan berkurang sehingga dapat berakibat kenaikan harga makanan

Untuk lengkapnya, anda dapat download sendiri filenya (> 2 MB).

4 comments 12 Oktober, 2009

Mudik Beda, Mudik Bersepeda

bikebagDisadur dari Kompas 18 September 2009
Oleh Tjahja Gunawan Diredja dan Agung Setyahadi

Mudik Lebaran dengan mobil, sepeda motor, kapal laut, pesawat, atau kereta api sudah biasa dilakukan sebagian masyarakat kita. Namun, kalau mudik dengan sepeda, bisa dibilang masih langka. Inilah kisah para pemudik sepeda.

Agung Kuncoro dan tujuh pesepeda lainnya dari Komunitas Jalur Pipa Gas (JPG) sengaja mudik dengan sepeda menuju Boja, Semarang, Jawa Tengah.

Ketujuh pesepeda itu berangkat ramai-ramai pada Rabu (16/9) pagi dari Mpok Cafe, tempat kumpul anggota JPG, dan dilepas oleh teman-teman lainnya. Mereka akan menempuh jarak sekitar 565 kilometer dan direncanakan tiba di Boja pada hari Sabtu (19/9).

”Yang mudik dengan bersepeda ini multiprofesi. Ada yang arsitek, desainer, wiraswasta, dan seorang atlet balap sepeda,” kata Agung.

Suradji atau Aji (33), dengan tujuh kawannya dari kawasan Situ Gintung, Ciputat, berangkat Jumat dini hari menuju Pemalang, Jawa Tengah. Jika lancar, mereka akan sampai Desa Midodaren, Petarukan, pada Sabtu pagi.

Yang paling nekat Fatkhul Hadi (42). Warga Penggilingan, Jakarta Timur, yang berprofesi sebagai tukang jahit itu, ditemui sedang bersepeda sendirian ke arah timur di jalan raya pantura di Sukamandi, Jawa Barat, Minggu. ”Saya mau mudik ke Bumiayu, Brebes,” ujarnya mantap. (lagi…)

6 comments 18 September, 2009

Jakarta Mulai bernapas

mudikJakarta adalah kota dengan tingkat polusi udara ketiga terburuk di dunia setelah Meksiko dan Panama. Dari hasil kajian akademis yang ada dari Pelangi, sektor transportasi merupakan penyumbang emisi gas buang terbesar untuk karbondioksida (CO2), yaitu 92 persen. Sektor lainnya bisa dibilang cukup kecil dibandingkan polusi kendaraan dimana sektor industri menyumbang 5 persen, permukiman 2 persen, dan sampah 1 persen kadar polusi CO2.

Selama masa mudik lebaran 2009 ini, diperkirakan sekitar 50% kendaraan roda empat dan 80% kendaraan roda dua dengan jumlah perkiraan sekitar 3 juta kendaraan roda dua dan 1.5 juta kendaraan roda empat yang keluar dari daerah Jabodetabek.

Walaupun ini berarti polusinya hanya berpindah tempat, tetapi paling tidak Jakarta bisa sedikit bernapas lega sehingga bila anda jalan-jalan di sekitar Jakarta pada libur lebaran ini akan merasa udara lebih fresh.

Selamat mudik, hati-hati di jalan, dan selamat menikmati udara segar untuk yang di Jakarta tidak kemana-mana. Yang ingin bersepeda menikmati Jakarta yang lenggang, inilah kesempatan untuk bersepeda tanpa masker walaupun sulit untuk bersepeda kuliner karena pada tutup :)

3 comments 18 September, 2009

Previous Posts


Agenda



25 Oktober 2009
Bidakara Fun Bike 4
Waktu: 06.30 – 14.00 WIB
Lokasi: Start dan Finish di Depan Hotel Bumi Karsa Bidakara
Contact Person: Indah/Vienna
(021) 837 93555 ext. 1801, 1808 Ibu Wati Monas 0856 7848 471

Kategori

Archives

Artikel Sebelumnya

Top Posts

Jejak Pendapat

Kampanye Hijau









Blogroll

Statistik Pengunjung

Statistik

Links