Indonesia, pengguna rokok no 2 di dunia. bangga jadi juara?

Menurut laporan dari OECD, Indonesia adalah negara perokok no 2 di dunia. 71.8% pria adalah perokok. Namun hanya 4% wanita yang merokok.

Ini mengkhawatirkan karena rokok itu biang segala penyakit dan dengan banyaknya perokok, maka biaya kesehatan di Indonesia juga pasti tinggi sekali dibandingkan negara lain.

Pastinya yang senang hanya perusahaan di industri tembakau dan dokter/rumah sakit. Begitu banyak potensi orang sakit akibat merokok di Indonesia.

Seperti iklan di bus Transjakarta,”mereka yang jadi kaya, kita yang mati”, apa iya kita mau mati konyol padahal orang yang kerja dan bahkan pemilik perusahaan rokok banyak yang tidak merokok karena mereka sudah tahu konsekuensinya.

Berhenti merokok. Stop lingkaran penyakit akibat rokok. Ingat keluarga yang tidak merokok tetapi akan terkena dampak. Lingkungan kita pun akan semakin baik dibandingkan membakar rokok yang hanya akhirnya jadi sampah dan penyakit.

Referensi: OECD – Health At Glance 2015

6 November, 2015 at 21:38 Tinggalkan komentar

Siap panen hujan. Sekarang!

Kekeringan sudah lama melanda negeri kita. El Nino jadi tumbal sebagai biang kerok. Kebakaran hutan menjadi lumrah karena cuaca panas. Air pengolahan yang jadi asin pun tidak di demo masyarakat. Semua menjadi biasa saja.

Setelah beberapa lama dalam ketidaastian, hujan lambat laun mulai ada. Kota berasap mulai cerah. Kota hujan juga sudah mulai dilanda hujan dan pohon tumbang.

Tetapi jangan sampai lengah. Kekeringan masih terus ada. Air tanah belum sepenuhnya normal. Hujan belum stabil hingga awal tahun depan.

Jadi, panenlah air hujan yang turun, baik ke ember, tandon, resapan tanah, atau apapun. Jangan biarkan air hujan terbuang begitu saja ke selokan. Bercampur dengan air kotor, padahal air hujan itu bisa dipakai untuk hal-hal lain sehingga mengurangi pemakaian air bersih.

Siapkan alat-alatnya. Google kebutuhannya. Jangan sampai menyesal dan menggerutu karena air habis.

Semoga hal kecil ini juga membantu kita semua dalam kekeringan ini.

1 November, 2015 at 16:35 Tinggalkan komentar

Bermimpi tinggal di negara dingin

Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau. Kalau orang di negara yang dingin cari panas dengan berjemur, maka orang di negara panas cari ruangan yang dingin dengan AC.

Akhirnya terjadilah hal-hal yang tidak lazim. Orang di negara dingin maunya ke kantor pakai kaos atau polo shirt, jadi ruanganya mau hangat walaupun sedang musim dingin. Kalau kerja di Jl. Sudirman, Jakarta, orang kantoran malah pakai jas, vest, hingga sweater.

Malah ada mal-mal yang dingin sekali baik di Jakarta, Singapore, Dubai atau Hong Kong karena dengan mal yang dingin maka orang bisa datang dengan sweater, scarf, dll sehingga kelihatan gaya, dan mal tersebut jadi terlihat atau memiliki “image” eksklusif.

Kalau anda ke toko kasur, anda akan dibombardir dengan iklan orang yang tidur dengan selimut conforter yang tebal. Begitu juga di film baik luar negeri maupun dalam negeri. Kalau di luar negeri ya memang cocok pakai selimut yang tebal. Tetapi di Indonesia? Film dalam negeri yang mau menampilkan image berstatus kaya ya pasti pakai selimut tebal. Masa pakai sarung, ya tidak keren dong.

Akhirnya para konsumen juga mau ikut bermimpi dengan membuat kamar mereka dingin hingga pakai piyama tebal dan selimut tebal. Memang hal setiap orang untuk gaya hidup masing-masing tapi ya jangan overdosis. Yang wajar2 saja. Bukannya di 16 atau 18 derajat celcius tapi di 24 atau 26 derajat celcius untuk penggunaan AC. Kombinasikan dengan kipas angin.

Kementrian ESDM mencanangkan gerakan hemat energi 10%. Yang harus berubah adalah cara pikirnya dulu, sehingga saat melakukan juga dengan sadar diri dan tidak terpaksa.

Bila kita semua lakukan bersama-sama, sekecil apapun penghematan anda, pasti akan berdampak sangat besar.

Ayo kita dukung hemat energi!

8 Oktober, 2015 at 23:37 Tinggalkan komentar

1 liter of light

1_liter_of_light_project_png1d

Indonesia adalah negara kepulauan yang mana masih banyak sekali tempat yang tidak memiliki sambungan listrik.

Banyak rumah-rumah yang walaupun menjadi tempat bernaung saat hujan, saat berada di dalam rumah di siang hari pun tetap gelap karena tidak ada listrik dan lampu.

Tentunya bukan saja Indonesia yang memiliki tantangan ini; banyak negara lain pun sama, dan seperti kita juga, pemerintahnya tidak bisa banyak berbuat apa-apa.

Tetapi ketika ada tantangan, maka ada kesempatan untuk ber-inovasi.

Salah satunya adalah organisasi Liter Of Light yang berasal dari Filipina, dan saat ini sudah menyebar ke banyak negara di dunia.

Inovasi yang dibuat adalah membuat lampu buatan dari botol plastik bekas yang dapat di tempelkan di atap asbes atau lainnya, dan menggunakan cahaya alami matahari. (lebih…)

5 Maret, 2015 at 17:49 Tinggalkan komentar

Negara Pencemar Plastik Terbesar

Majalah MotherJones menerbitkan sebuah artikel menarik mengenai negara pencemar plastik terbesar.

Disebutkan bahwa pulau buatan dari plastik yang ada di lautan pacific luasnya sudah mencapai kira-kira 2 kali negara bagian Texas, Amerika Serikat, dan terlihat dari luar angkasa.

Lalu disebutkan bahwa majalah Science mencoba menghitung banyaknya plastik di laut dan beratnya mencapai 1.3 kali berat Pyramid yang ada di Giza, Mesir.

Studi lainnya dilakukan oleh Jenna Jambeck dari University of Georgia untuk mengira-ngira jumlah sampah plastik yang dibuang oleh 192 negara yang memiliki pantai.

Dibawah ini adalah hasilnya:

plastic-ranking (lebih…)

2 Maret, 2015 at 20:09 1 komentar

Soal transportasi publik

Pada hari Sabtu tgl 7 Februari 2015, harian Media Indonesia memberikan sebuah editorial dengan judul “Melepas Predikat Jakarta Juara Macet.

Disebutkan bahwa Castrol Magnatec Stop-Start Index memberikan predikat juara untuk Jakarta sebagai Raja Macet.

Tentunya hal ini sudah tidak asing lagi bagi kita rakyat Indonesia terutama yang tinggal di Jakarta.

Namun, ada kata-kata yang sangat inspiratif dari editorial tersebut yang ingin saya bagi yaitu

“Kota yang maju bukanlah kota yang penduduk miskinnya mampu membeli mobil pribadi. Melainkan kota yang penduduk kayanya mau menggunakan transportasi publik”

Mudah-mudahan para pemimpin kota dan negara kita ikut mendengarkan, terinspirasi dan dapat memberi harapan untuk transportasi umum yang lebih baik dan digunakan oleh masyarakat dari segala tingkat dan golongan.

8 Februari, 2015 at 22:52 1 komentar

Pentingnya Transportasi Publik dalam mengurangi kemacetan

Foto ini menggambarkan bagaimana kondisi jalan yang macet penuh dengan mobil bisa hilang hanya dengan menyatukan semua orang dalam 1 buah bus.

Semoga memberi inspirasi.

69e801ee-7a80-4c61-ad02-65a6272e634c (lebih…)

10 November, 2014 at 14:48 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,096,053 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 326 pengikut lainnya


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 326 pengikut lainnya