Posts filed under ‘Berita Lingkungan Lokal’
Waduk Cirata. Pembawa berkah yang dipenuhi sampah.
Waduk Cirata, disebutkan di koran kompas hari Sabtu tgl 16 Agustus 2008, tercemar begitu banyak logam berat yang melebihi standard baku air di waduk yang digunakan sebagai air baku air minum, irigasi, perikanan budidaya dan yang terpenting adalah sebagai bahan sumber tenaga listrik. Disebutkan bahwa sumber logam berat berasal dari industri di daerah aliran sungai Cirarum dan Cisokan yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas ikan budidaya, ongkos pemeliharaan turbin akibat korosi karena logam berat, kesehatan masyarakat, serta kualitas hasil pertanian kita.
Sebagai informasi, Waduk Cirata adalah PLTA terbesar di Pulau Jawa dengan kapasitas listrik 1.008 MW (8×126 MW). Waduk ini dengan total luas 6.200 hektar sangat penting dalam menjaga pasokan listrik Jawa-Bali terutama pada saat puncak di jam 17:00-18:00 saat orang secara bersama-sama mulai menyalakan lampu. Waduk Cirata bertindak sebagai buffer untuk pasokan listrik yang sekejap naik itu.
Selain itu, perikanan budidaya ikan air tawar di Waduk Cirata merupakan yang terbesar di Indonesia. Untuk anda yang tinggal di Jawa Barat maka bila anda memakan ikan mas, nila atau bawal air tawar maka kemungkinan besar ikan tersebut berasal dari Waduk Cirata yang memiliki volume produksi rata-rata 6.450 ton ikan per bulan atau 39.5% dari seluruh produksi jaring apung di Jawa Barat. (Majalah Agrina) (lebih…)
Tahun 2030 Pulau Jawa Kehabisan Air

Disadur dari Antara.co.id
Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa Kementerian Lingkungan Hidup, Sudarsono menyatakan pada 2030 mendatang Pulau Jawa akan kehabisan air akibat kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Selain itu, maraknya pengalihan fungsi lahan, tekanan politis atas kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah sangat mempengaruhi kondisi ini, ujar Sudarsono seusai berdiskusi di Kantor Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda di Bandung, Jumat.
“Dengan jumlah penduduk sebanyak 163 juta orang dan dengan daya dukung lingkungan yang rusak maka secara terukur kekurangan air benar-benar akan terjadi,” katanya. (lebih…)
Kids Witness News. Cerita lingkungan dari kaca mata anak-anak.
Kids Witness News (KWN) adalah kompetisi tahunan antar anak-anak sedunia dalam merancang hingga membuat tayangan TV. Buatlah cerita tentang lingkunganmu. Dan tunjukan pada dunia bahwa ini karya anak Indonesia.
Ajak anak-anak di sekitar kita untuk ikutan KIDS WITNESS NEWS. Biarkan mereka bebas bercerita apapun yang terkait dengan lingkungan hidup dari kaca matanya. Karena dari setiap kerusakan lingkungan yang disebabkan orang-orang dewasa, mereka yang akan mengalami dampaknya. (lebih…)
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Makro Ekonomi
Disadur dari situs Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia, Boediono, membuka seminar internasional “Macroeconomic Impact of Climate Change: Opportunities and Challenges” di Nusa Dua, Bali yang berlangsung pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2008. Seminar yang digagas Bank Indonesia bersama dengan ADB, UNDP, GTZ, IMF, dan USAID ini membahas dampak perubahan iklim terhadap makro ekonomi. Studi dari Stern (2006) melaporkan bahwa Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global dapat turun sampai 1% akibat iklim yang ekstrim. Hal buruk yang dapat terjadi adalah pendapatan perkapita dapat turun hingga 20%. “Perubahan iklim akibat pemanasan global mempengaruhi sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa yang pada gilirannya membawa dampak terhadap perekonomian”, tandas Gubernur Bank Indonesia, Boediono, pada pembukaan seminar. (lebih…)
Koran Kompas ePaper
Koran Kompas baru saja mengeluarkan servis baru yaitu ePaper untuk koran kompas. Berbeda dengan kompas.com dengan semua artikel yang online, ePaper Kompas memberikan visual sama seperti kita membaca koran kompas edisi cetak lengkap dengan kolom dan iklannya. Kadang untuk koran kompas, bukan hanya artikelnya yang penting, tetapi juga iklan-iklannya sehingga ePaper sangat-sangat baik sekali.
Saya sangat senang saat membacanya. Mengingatkan saya pada Zinio. Perbedaannya adalah, Zinio membutuhkan aplikasi yang cukup besar dan men-download dahulu majalah yang kita inginkan (dan bayar). Kompas ePaper ini gratis dan bisa dilihat secara online melalui browser. Kalau anda tertarik untuk membuat sendiri koran online, maka anda bisa coba dengan FeedJournal sehingga sekarang siapa pun dapat membuat koran online.
Yang pasti saya salut dan ini adalah satu langkah kedepan dari Kompas. Mudah-mudahan bisa diikuti dengan majalah dan koran lainnya, paling tidak dimulai dari group Gramedia.
Presiden Ingin Komunitas “Bike to Work” Diperbanyak
Disadur dari Harian Kompas tgl 21 Juni 2008
Sabtu, 21 Juni 2008 | 03:00 WIB
Sepeda pada zaman dulu hanya punya satu fungsi, yakni alat transportasi. Dengan berubahnya zaman, sepeda beralih fungsi. Sepeda bisa dipakai untuk berolahraga, sekadar bergaya, atau untuk kesenangan dan gengsi belaka.
Kini, saat manusia mulai terjepit kepadatan lalu lintas dan ”dikeroyok” polusi udara yang membahayakan serta kesadaran untuk hidup lebih ”sehat”, sepeda kembali diupayakan ke fungsi awalnya sebagai alat transportasi.
Itulah yang tengah diupayakan komunitas Bike to Work. Organisasi itu ingin mengembalikan fungsi awal sepeda dengan menyosialisasikan bersepeda untuk bekerja. (lebih…)
Konsorsium Sepeda Untuk Sekolah
Konsorsium Sepeda Untuk Sekolah adalah program yang dibuat dalam rangka menekan angka anak putus sekolah yang diakibatkan karena mahalnya biaya transportasi sebagai dampak langsung tingginya harga BBM di Indonesia, serta mendorong kebiasaan penggunaan kendaraan bebas emisi gas buang sejak awal di sekolah. Konsorsium ini terdiri dari: (1) The CBE (The Centre for the Betterment of Education), (2) Klub Guru, (3) Bike To Work (B2W), dan (4) Ikatan Alumni UI (Iluni UI).
Target dari konsorsium ini adalah seperti yang tertera di website Sepeda Untuk Sekolah adalah diantaranya untuk mengumpulkan sepeda (bekas atau baru) dari berbagai pihak (perorangan atau institusi) dan menyumbangkannya kepada desa atau sekolah yang membutuhkan. Selanjutnya desa atau sekolah tersebut meminjamkan sepeda kepada anak usia sekolah yang memerlukan untuk pergi ke sekolah berboncengan. Selain itu target lainnya adalah untuk memasyarakatkan kembali tradisi bersepeda di sekolah sehingga mengurangi emisi gas buang, berbiaya murah dan sehat serta hemat enersi. (lebih…)
Ikut Rotary Green-a-thon, 29 Juni 2008
Rotary International, Distrik Indonesia mengadakan acara Green-a-thon, yaitu acara Fun Walk sebagai bagian dari tema peduli lingkungan dari salah satu klub sosial di Indonesia. Acara diadakan pada tanggal 29 Juni 2008 pada jam 7:00 untuk gerak jalan yang akan dimulai dari Grand Indonesia, lewat Thamrin sampai patung Arjuna depan Gedung Indosat dan kembali ke Grand Indonesia.
Kontribusi sebagai sumbangan untuk acara ini adalah Rp. 25.000,– per orang dimana dana tersebut dapat dipastikan menjadi dana sosial di kemudian hari.
Poster dan informasi lebih lengkap bisa diklik disini. Ayo ikut rame-rame!




















Komentar Terbaru