Posts filed under ‘Berita Lingkungan Lokal’
Info: Pekan Lingkungan Indonesia 2008
“Buka Hati Saatnya Peduli”
Indonesia 2008 dan Pekan Lingkungan Indonesia 2008 akan diselenggarakan pada 5-8 Juni 2008
di Jakarta Convention Center.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni, Kementrian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia bekerja sama dengan PT. Antheus Indonesia berinisiatif mengadakan Pekan Lingkungan Indonesia tahun 2008 yang saat ini merupakan penyelenggaraan yang ke 12 kalinya. Pameran ini merupakan salah satu moment penting dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa lingkungan tidak hanya merupakan tanggung jawab individu, tetapi merupakan perwujudan tanggung jawab bersama.
(lebih…)
Panen Padi di Atas Loteng
Disadur dari kompas.com. 14 April 2008.
Ingkan Harahap (54), Rabu (9/4), memanen padi di atas loteng rumahnya di Kompleks Perumahan Sumbersari Indah, Kota Bandung. Padahal, empat bulan lalu lahan loteng seluas sekitar 50 meter persegi itu gersang. Selain padi, di atas loteng itu Ingkan juga menanam sawi, cabai, labu kuning, dan kangkung.
Bersandal bakiak dan gunting tanaman ia memangkas beberapa batang padi. Padi yang dipanen langsung di injak-injak agar bulir-bulir lepas dari batang dan siap dijemur. Setampah gabah hasil panen beberapa hari sebelumnya sedang dijemur. Gabah kering tersebut sudah siap ditumbuk agar kulitnya mengelupas.
Ingkan memang bukan petani. Dia tak punya lesung kayu. Ia hanya mempunyai lesung batu. “Saya mencoba menggunakan yang ada saja. Saya alasi lesung dengan jerami agar tumbukan tidak terlalu keras dan membuat bulir beras hancur,” ujar Ingkan. (lebih…)
Kebangkitan Nasional Untuk Pembenahan Lingkungan
“Banyak hal membuktikan, kesadaran bangkit disebabkan hal-hal kecil, dari perubahan-perubahan yang sering tak teramati karena sifat kesehariannya, yang betapapun di baliknya sebenarnya tersimpan gerak modernisasi.”
Bre Redana
Dalam artikel “Kebangsaan: Imajinasi Masa Lalu”
Liputan Khusus 100 Tahun Kebangkitan Nasional
Kompas 19 mei 2008
Aksara Goes Green
Beberapa hari lalu saya sempat mampir ke toko buku Aksara yang ada di Plaza Indonesia. Ternyata sekarang mereka pun sudah Go Green dengan memberikan pilihan pada pelanggan untuk membawa tas belanja sendiri. Kalau belum punya, maka bisa juga beli tas belanja versi Aksara.
Untuk banyak perusahaan retail yang ingin terlihat ramah lingkungan, maka langkah ini merupakan langkah awal yang sangat baik karena akan mengurangi penggunaan kantong plastik. Paling tidak dengan hal ini pun mereka bisa menjual tas tersebut dan tetap mendapat untung. Selain ini, perusahaan pun harus mulai menerapkan hal lain seperti menghilangkan penggunaan lampu pijar, mematikan kran air di wc (berapa banyak kita pergi ke WC umum dimana kran air terus menyala walaupun ember sudah penuh), menaruh pot-pot tanaman di dalam ruangan, melarang merokok di tempat kerja, dan lain-lain.
Yang penting mulai dulu dan bisa terus berinovasi untuk menghemat energi dan melestarikan lingkungan. Semakin banyak yang mengikuti semakin baik.
Bahasa Pohon Selamatkan Bumi
Diambil dari Harian kompas, Jumat 25 April 2008.
Oleh NIRWONO JOGA
“The best friend on earth of man is the tree. When we use the tree respectfully and economically, we have one of the greatest resources of the earth”. (Arsitek Frank Lloyd Wright)
Banyak cara dapat kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi yang kian rapuh. Salah satunya dengan menanam pohon, sang primadona efek pemanasan Bumi, penyelamat lingkungan.
Pohon adalah salah satu keajaiban alam terhebat. Semua ajaran agama dengan tegas menempatkan pohon menjadi simbol dan sumber kehidupan manusia. Relief-relief di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan candi-candi lain melukiskan pohon dalam kehidupan kita. Sakral dan romantis. Cinta dan kedamaian terukir dengan menanam pohon dan segala aktivitas kehidupan di bawah pohon. Kebencian dan anarki dilukiskan dengan menebang pohon.
Pohon adalah pembentuk ruang paling dasar (akar dan tanah = lantai, batang = tiang, ranting dan daun = atap) yang menciptakan keteduhan agar manusia dapat melakukan aktivitas di bawahnya. Sang Buddha Gautama merenung hening di bawah pohon Bodi (Ficus religiosa). Para murid yang sekolahnya ambruk tetap dapat belajar di bawah kerindangan pohon.
Bumi dan perempuan adalah satu. Kata bumi sendiri berkonotasi perempuan. Bumi tempat pohon berpijak menghujamkan akarnya. Bumi, pohon, dan perempuan menginspirasi Sutradara Garin Nugroho untuk membuat film terbarunya berjudul Under The Tree. Bagi Garin, pohon mempunyai banyak makna yang menjadi bagian tak terlupakan dalam kehidupan semua orang di Bumi. Pohon dan perempuan juga telah mendorong Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon (1/12/2007) untuk menyelamatkan Bumi. (lebih…)
PLN. Paksa Hemat Atau “Menaikkan” Tarif? Tapi kalau begini lingkungan juga makin Hijau!
Kita sebagai orang-orang yang peduli lingkungan pasti sudah terbiasa dengan hidup hemat energi, mematikan listrik, dsb. Sekarang PLN juga punya “program” hemat energi dengan cara memaksa pelanggan menurunkan konsumsi listriknya, tidak peduli gaya hidup yang ada. PLN bilang kita harus bisa berhemat sehingga mendapat insentif atau akan diberikan disinsentif untuk melanggar konsumsi “rata-rata” nasional.
Sekarang untuk kita yang tinggal di daerah yang berbeda-beda di seluruh Indonesia apakah bisa disamakan? Rata-rata nasional diambil dari mana? Apakah bisa dengan mudah membuat perhitungan sendiri? Untuk kita yang di kota besar, sudah pasti kita terkena disinsentif. Kawan saya yang memiliki rumah sederhana pun terkena disinsentif.
Tetapi, untuk lingkungan hidup, ini pasti jadi lebih baik 🙂 walaupun saya sendiri sebal.
Dibawah ini adalah tabel untuk perumahan. Cocokkan sendiri golongan tarif anda dari kwitansi PLN.
|
Golongan Tarif |
Rata-Rata Nasional |
Batas Maksimum |
|
R1 – TR (s.d 450 VA) |
75 kWn |
60 kWh |
|
R1 – TR (900 VA) |
115 kWh |
92 kWh |
|
R1 – TR (1300 VA) |
197 kWh |
158 kWh |
|
R1 – TR (2200 VA) |
354 kWh |
283 kWh |
|
R2- TR (2201 – 6600 VA) |
650 kWh |
520 kWh |
|
R3 – TR (6601 – 197.000 VA) |
1767 kWh |
1413.6 kWh |
Bantu PLN Dengan Berhemat Listrik
Beberapa Berita Kamis, 21 Februari 2008![]()
Kompas: “Sebagian Jawa-Bali Padam. Masyarakat Diminta dengan Sangat Menghemat Pemakaian Listrik”
Seputar Indonesia: “Listrik Jakarta Padam Tiga Hari”
Pikiran Rakyat: “Listrik Jawa-Bali Terancam Mati”
Bisnis Indonesia: “RI harus siap hadapi krisis energi”
Kenapa tidak serahkan ke pemerintah saja? Memang paling gampang begitu. Tetapi kita tidak akan membantu juga kalau sudah berpikiran seperti itu, dan kalau akhirnya listrik mati lagi, kita cuma bisa menyalahkan. Untuk hal ini diperlukan partisipasi dari banyak orang. Kita juga harus bisa mengerti masalah yang kita hadapi saat ini. Indonesia adalah negara kepulauan dimana semua barang komoditi harus dikirim melalui laut. Salah satu komoditi itu adalah batu bara yang menjadi sumber bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Pada saat ini ombak di laut sekitar Pulau Jawa sangat tinggi, dan dengan adanya curah hujan dan angin yang tidak menentu, maka kapal dan tongkang pun sangat sulit untuk merapat ke dermaga. Bahkan ada tongkang yang hilang di tengah laut tanpa diketahui. Lihat saja beberapa cuplikan berita dibawah ini: (lebih…)
Tas Belanja Supermarket Hero
Terakhir saya belanja ke Hero Tomang ternyata dijual tas belanja ramah lingkungan juga. Bahannya kain, bukan dari plastik seperti Carrefour dan designnya cukup bangus. Tulisan Hero-nya juga kecil, jadi gak seperti tas gratisan. Kalau tas Carrefour kan logonya gede bener. Saya gak tau di Hero lainnya ada atau tidak.




















Komentar Terbaru