Posts filed under ‘Lingkungan Kerja’
Kalau cuma beda satu lantai, pakai tangga saja
Semakin kita perhatikan, semakin banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan. Coba ke gedung bertingkat di daerah segitiga emas Jakarta dan coba naik lift. Pasti banyak ketemu orang yang masuk ke dalam lift dan memencet tombol untuk lantai satu di atas atau bawah. Kadang kita suka sebal juga karena dengan begitu orang itu menghabiskan waktu kita menunggu lift berhenti, pintu terbuka, dia masuk, pintu tertutup, naik satu lantai, pintu terbuka, dia keluar, pintu tertutup, baru lift jalan lagi. Apa kita gak kesal juga menunggu hanya untuk satu orang. Apalagi kalau kita mau cepat-cepat pergi ke rapat.
Kalau dilihat dari sisi lingkungan, memakai lift untuk satu lantai saja akan menghabiskan kira-kira 350 watt. Jadi sudah jelas bahwa menggunakan tangga akan bisa menghemat energi sangat banyak. Bayangkan bila 1 gedung bisa memuat 1000 orang dan di Jakarta menurut daftar dari Departemen Pekerjaan Umum ada lebih dari 1000 gedung yang memiliki lebih dari 5 lantai. Kalau kita rata-rata 500 gedung saja, dan untuk sementara 10% dari setiap gedung itu memakai lift untuk satu lantai, maka
100 orang x 500 gedung x 350 watt = 17500000 watt= 17,5 MWatt Terbuang Percuma! (lebih…)
Pakai Pengering Elektrik Atau Tissue?
Siapa yang tidak hobi memakai tissue? Di Indonesia semua restoran sampai warung harus menyiapkan tissue, kalau tidak kita bisa pikir servisnya payah banget. Padahal kalau kita di Singapore atau Malaysia, disana resto dan warung kecil pun tidak menyediakan. Disini kalau makan di warung, sudah jelas banyak orang setelah pakai tissue langsung buang ke lantai. Kalau kita ke toilet di restoran atau hotel, kita juga sering lihat tempat sampah yang penuh dengan tissue yang mungkin hanya dipakai sebentar untuk mengelap tangan. Kalaupun ada pilihan antara pengering elektrik atau tissue, kita akan lebih memilih tissue.
Untuk anda yang memiliki restoran, hotel atau kantor, pilihan untuk menggunakan pengering elektrik dibandingkan tissue merupakan hal ekonomis yang tidak dapat dipungkiri. Apalagi pengering elektrik itu sebenarnya sangat sederhana karena hanya terdiri dari koil, fan dan switch elektrik, tidak memerlukan banyak perawatan, dan bisa tahan sampai 7 tahun. Jadi setelah pemasangan, pengering elektrik sudah tidak memerlukan pengeluaran lainnya selain listrik yang digunakan.
Kalau 1 orang menggunakan rata-rata 20 detik waktu pengering dengan konsumsi rata-rata 2 KW maka:
(20 detik/3600 detik) x 2KW = 0.01 KwH per orang
Dengan asumsi harga per KwH 1000 rupiah (ini harga di atas rata-rata tarif bisnis) maka0.01 KwH x 1000 rupiah = 10 rupiah per orang per pemakaian 20 detik
Kalau kita bandingkan dengan pemakaian tissue gulung (paper towel). Kita dapat asumsikan rata-rata penggunaan tissue sebanyak 2 lembar per pemakaian. Harga rata-rata 1 gulung paper towel dengan total 150 lembar rata-rata Rp. 10,000-15,000. Jadi harga per lembar itu adalah kira-kira 60 – 100 rupiah. Kalau 1 orang memakai 2 lembar maka harga untuk sekali pemakaian adalah minimal 120 – 200 rupiah.
Lebih dari itu, kalau menggunakan tissue, proses pembuatannya pun sudah sangat boros energi. Mulai dari pembuatan bubur kertas sampai dipanaskan serta di packing. Setelah itu, setiap tempat yang kehabisan tissue harus mengeluarkan energi untuk mendapatkan tissue yang baru yang diambil atau diantar terus menerus. Setelah itu, semua sampah pun harus diantar ke tempat pembuangan sampah terakhir (TPA). Efek supply chain dan logistik yang disebabkan oleh tissue menjadi sangat panjang. Ongkos adalah salah satu faktor tetapi efeknya ke lingkungan kita sangat besar.
Mau hemat tapi adem? Pasang Kipas Angin
Kipas angin sudah dipergunakan orang sejak dahulu dan diketahui sebagai alat yang efektif untuk mendinginkan badan. Kipas angin memang bisa membuat badan terasa beberapa derajat lebih dingin karena adanya gesekan antara udara dan kulit sehingga dengan adanya evaporasi akan menurunkan temperatur kulit. Memang sebenarnya kipas angin tidak membuat udara menjadi lebih dingin tetapi karena adanya gesekan udara dengan kulit tersebut maka udara panas disekitar tubuh kita pun dipindahkan. Sama seperti kita meniup kopi atau sup yang panas, udara yang kita tiup tidak mendinginkan tetapi memindahkannya keluar dari mangkuk sehingga terjadilah efek pendinginan. (lebih…)
Pakai Sendal Di Kantor? Lebih Adem Dan Comfy!
1. Siapkan sendal di bawah meja di kantor
2. Sampai di kantor, lepas sepatu dan pakai sendal
3. Pakai sepatu lagi kalau mau jalan ke WC, ketemu Bos atau keluar kantor.
Memang kalau pekerjaannya itu lebih banyak pergi keluar kantor, seperti sales, maka hal ini sulit juga. Tapi untuk kebanyakan orang yang memang dari pagi sampai sore hanya duduk di mejanya, kecuali makan siang, maka kalau sudah disiapkan sendal akan lebih enak.
Sepatu yang tertutup dapat membuat kaki kita panas dan panas tersebut akan disalurkan ke seluruh tubuh kita. Akhirnya kalau tubuh kita panas, kita akan memerlukan AC yang lebih dingin. Dengan memakai sendal, kita dapat lebih mudah mendinginkan tubuh kita dan pengurangi penggunaan AC.
Kalau untuk laki-laki, jalan pakai sendal jepit, karena lebih susah kalau masih mau pakai kaus kaki. Kalau dilepas semua sewaktu mau pakai sepatu jadi lebih lama. Kalau wanita sih, memang kebanyakan sudah memakai sepatu yang gampang dicopot dan tidak tertutup seperti laki-laki.
Memang ini sih cuma hal kecil, tapi kalau semua melakukan, bisa hemat banyak nihhh…
Kemeja Lengan Pendek Untuk Kerja

Kita sudah cukup terbiasa melihat orang-orang pekerja kantor di Jakarta memakai kemeja lengan panjang, memakai dasi dan kadang-kadang pakai jas juga. Lebih gila lagi, di perkantoran mewah di kawasan sudirman dan thamrin, tak jarang kita lihat orang berkeliaran memakai sweater. Walah… sudah kayak di luar negeri sedang musim dingin saja. Alasannya, AC di perkantoran itu sentral, tidak bisa dirumah thermostatnya. Repot juga deh… Memang untuk untuk orang sales dan marketing, sulit untuk tidak memakai dasi dan jas karena tuntutan dari pelanggan dan image perusahaan. Tetapi untuk orang-orang yang memang hanya bekerja di kantor, sangat baik untuk memakai kemeja lengan pendek saja.
Dasi itu diciptakan di abad ke 19 sebagai gantinya syal untuk mengunci kerah dan baju sehingga di musim dingin bisa lebih hangat. Oleh sebab itu, penggunaan dasi di daerah tropik tidak berguna.
Sejak tahun 2005, pemerintah Jepang membuat kampanye “Cool Biz” dimana seluruh gedung pemerintah dan pusat bisnis menyesuaikan temperatur AC menjadi 28 derajat celcius. Dengan demikian, karyawan di dalam gedung itupun tidak akan kuat memakai jas dan hanya bisa memakai lengan pendek saja. Hal ini dilakukan untuk menghemat penggunaan energi AC dalam rangka persetujuan lingkungan Kyoto. Menurut kantor berita di Jepang, selama tahun 2005, negara Jepang telah menghemat 460,000 ton emisi dari gas yang berpolusi.
Beberapa contoh lain:
1. Amerika. Di Amerika, orang sudah terbiasa dengan yang namanya casual friday dimana karyawan dapat memakai baju yang lebih santai seperti lengan pendek atau polo. Sekarang, banyak perusahaan menerapkannya setiap hari.
2. Bermuda. Para businessman disana memakai kemeja dan jas, tetapi memakai celana pendek!
AC seperti kita tahu sangat boros energi. Di Amerika, AC mengkonsumsi 43% dari seluruh energi yang ada di hari yang panas. Terlebih dari itu, AC juga memproduksi sulfur dioksida, yang dapat mengakibatkan hujan asam dan membunuh biota laut dan darat.
Oleh karena itu, pengurangan dari penggunaan AC akan sangat membantu pengurangan polusi dan menghemat energi.
Beberapa tips untuk memakai baju kantor:
– Tidak menggunakan dasi.
– Pakai kemeja lengan pendek: kemeja lengan pendek memberi ventilasi yang baik.
– Pakai baju dengan material ringan seperti linen, katun, atau sutera. tidak sintetik.
– Pakai baju dengan warna yang muda: warna muda akan lebih memantulkan radiasi matahari.
– Bawa sendal ke kantor dan kalau hanya duduk di meja, pakai sendal saja sehingga kaki tidak menjadi panas.


















Komentar Terbaru