Posts filed under ‘Lingkungan Rumah’
1 – 6 – 24
Menurut impatientoptimist.org, sebuah website dari yayasan Bill and Melinda Gates, tingkat persentase dari anak-anak di bawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif tetap berada di bawah 40 persen (data dari UNICEF).
Hal yang perlu diingat dari menyusui dengan Air Susu Ibu adalah 1 – 6 – 24.
1 – 6 – 24 adalah mulai berikan ASI pada 1 jam pertama setelah kelahiran, berikan ASI eksklusif selama 6 bulan, teruskan berikan ASI hingga ulang tahun anak yang kedua (24 bulan). (lebih…)
Kandungan Nutrisi Telur
Disadur dari DetikFood
1. Nutrisi telur ayam
Memiliki cangkang yang berwarna cokelat kemerahan dengan rasa yang gurih dan kaya akan nutrisi. Berat telur ayam biasanya sebesar 50-70 gr per butir. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam 100 gr telur ayam mentah adalah 154 kalori, 12,4 gr protein, 10,8 gr lemak, dan 86 mg kalsium.
2. Nutrisi telur bebek
Warnanya hijau kebiruan dan ukurannya yang relatif lebih besar. Tiap satu butir telur bebek beratnya 70-80 gr. Dalam 100 gr telur bebek memiliki 187 kalori, 10,9 gr protein, 12,4 gr lemak dan 64 mg kalsium. Telur bebek lebih banyak kandungan lemaknya daripada telur ayam, meskipun ukurannya hanya berbeda sedikit.
3. Telur puyuh
Selain memiliki rasa yang gurih telur puyuh juga memiliki corak pada cangkangnya yang unik serta ukurannya yang kecil yaitu sekitar 10-15 gr per butir. Kandungan nutrisi yang ada pada 100 gr telur puyuh atau 10 butir berupa 116 kalori, 10,7 gr protein, 7 gr lemak dan 65 mg kalsium.
Karena Telur Kaya Nutrisi, Jangan Lupa Berikan Anak 1 Butir Telur Sehari
Disadur dari DetikFood
Rasa empuk gurih telur sangat disukai anak-anak. Telur juga kaya akan sejumlah nutrisi penting yang diperlukan anak. Karena itu sangat dianjurkan untuk memperkenalkan telur sebagai bagian nutrisi penting dalam makanan anak.
Telur juga mengandung beberapa vitamin dan mineral seperti vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, tulang dan gigi, vitamin D yang juga berperan dalam mendukung kesehatan tulang dan gigi, choline yang penting untuk fungsi otak dan kesehatan jantung dan selenium penting untuk fungsi tiroid. (lebih…)
Pilih Banjir, Tunggu Jokowi, atau Bikin Lubang Biopori?
Disadur dari kompas.com
KOMPAS.com – Salah satu cara paling sederhana mencegah banjir di ibukota saat ini adalah membuat sumur resapan atau lubang biopori. Secara teoritis, sumur resapan tidak hanya mengurangi risiko banjir, namun juga menjaga cadangan air.
Sampai hari ini, banjir sudah merendam Jakarta selama tiga hari sejak Rabu (16/1/2013) lalu. Meskipun di beberapa titik ibukota kondisi banjir mulai surut, proses evakuasi masih berjalan.
Melalui pernyataannya pada Rabu (16/1/2013) lalu, Gubernur DKI Joko “Jokowi” Widodo mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 250 miliar khusus untuk memasang sumur resapan sebanyak 10 ribu buah. Namun, proses pemenuhan target tersebut terhambat penetapan APBD 2013.
Sebenarnya, sumur resapan dengan skala lebih kecil dapat dibangun sendiri oleh warga di tiap-tiap pekarangan rumahnya. Masuknya air hujan melalui peresapan ini akan menjaga cadangan air tanah. Dengan begitu, hujan tidak hanya “terbuang percuma” dan membuat genangan, namun memberikan keuntungan bagi kehidupan warga. (lebih…)
Jakarta kekeringan tanpa kita sadari
Waktu bulan April 2012, kita melakukan jejak pendapat dengan tujuan untuk mengetahui apakah kita sadar akan masalah utama Jakarta. (klik pada link untuk ikut serta dalam jejak pendapat). Antara kekeringan dan banjir, lebih banyak orang memilih banjir sebagai masalah yang lebih besar.
Padahal bila kita tilik lebih lanjut, ternyata masalah yang lebih besar dan mengerikan adalah kekeringan.
Banjir tentunya menyusahkan banyak orang. Tetapi banjir bisa dicari solusi yang mana sudah mulai ada progress dengan dikeruknya sungai-sungai dan perbaikan saluran air.
Saat ini, bukan saja air PAM mati, air waduk kering, air sumur pun habis. (lebih…)
Minimnya Ruang Laktasi jadi Kendala Kelancaran ASI
Disadur dari National Geographic Indonesia
Ketersediaan ruang khusus untuk tempat menyusui bagi ibu dan anak perlu diadakan dalam setiap ruang publik. Sayangnya, meski sudah dianjurkan oleh Pemerintah, fasilitas bagi ibu dan anak ini masih minim.
Hal ini mengemuka dalam diskusi Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1-7 Agustus 2012, di Yogyakarta, Senin (7/8). Seperti yang diamanahkan dalam PP No.33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, perlu diadakan ruang laktasi atau ruang khusus ibu dan anak untuk menyusui di setiap ruang publik seperti mal, bandara, dan instansi pemerintah.
Ruang laktasi ini bersifat khusus, bersih, nyaman, memiliki ketersediaan air yang cukup, serta bisa ditambah kulkas. “Tidak semua ruang publik memiliki ruang laktasi. Padahal, ASI eksklusif perlu rutin diberikan agar kesehatan ibu dan anak tetap terjaga,” papar Spesialis Anak RS Sarjito Yogyakarta Tunjung Wibowo.
Ruang laktasi sangat penting untuk mendorong pemberian ASI ekslusif. Berdasarkan data dari WHO hingga tahun 2012 ini, pemberian ASI ekslusif baru 37 persen dan baru terpenuhi di 26 negara. Rendahnya pemberian ASI ekslusif ini, kata Tunjung, salah satunya disebabkan oleh minimnya ruang laktasi. (lebih…)





















Komentar Terbaru