Penghamburan makanan

Apa saja hal-hal yang membuat kita menghamburkan makanan?

  • Sisa makanan di piring yang kita buang termasuk bumbu-bumbu yang sebenarnya cukup banyak seperti santan, kari, hingga kecap dan saus tomat yang terbuang
  • Makanan yang sudah “terlihat” tidak enak lagi sehingga kita malas makan
  • Makanan yang jamuran akibat tidak dimasukkan ke kulkas
  • Sisa-sisa masakan di panci yang terbuang
  • Sisa makanan yang masih dapat dimakan tetapi karena tinggal sedikit, akhirnya dibuang
  • Makanan (termasuk minuman, susu, coklat bungkus, permen) yang sudah “lewat” tanggal kadaluwarsa
  • Sisa kopi dan teh yang tinggal sedikit di cangkir tetapi tidak diminum
  • Sayur-sayuran mentah yang tidak termasak karena busuk
  • Makanan yang diambil terlalu banyak saat makan prasmanan
  • Memesan terlalu banyak makanan di restoran yang akhirnya tidak dibawa pulang dan terbuang
  • Pembelian makanan terlalu banyak karena adanya diskon atau promo lainnya, yang akhirnya bisa tidak termakan
  • Sisa saus dalam botol saus yang sulit diambil sehingga kita buang bersama botolnya
  • dan lain-lain…

Sering kali, makanan-makanan yang terbuang itu masih terbungkus rapi dan belum tersentuh sama sekali alias masih baru. Seperti beli roti-roti yang akhirnya jamuran, buah-buahan yang busuk, hingga snack-snack yang terlupa dan ada di lemari paling belakang sehingga sudah lama kadaluwarsa.

Padahal dengan menghamburkan dan membuang makanan, kita bukan saja rugi secara keuangan, tetapi juga memboroskan hal-hal ikutan lainnya yang akhirnya ikut merusak lingkungan seperti:

  • Penggunaan pestisida, pupuk dan air yang terbuang percuma
  • Bahan bakar yang digunakan untuk membajak lahan dan moda transportasi lainnya dari truk, kapal terbang dan kapal laut untuk membawa makanan tersebut
  • Lebih banyak makanan yang membusuk dan akhirnya menghasilkan gas metana yang sangat berbahaya untuk lingkungan dan berkontribusi pada pemanasan global

Kadang kita tidak terlalu banyak memikirkan tentang hal ini, tetapi semua barang konsumsi yang kita makan sudah melewati begitu banyak rantai produksi yang sangat sarat energi dan biaya, dan akhirnya terbuang begitu saja menjadi sampah dan membusuk. (lebih…)

20 Februari, 2010 at 02:00 7 komentar

Perusahaan harus menghemat listrik

Dengan adanya keputusan direksi PLN No.313/K/DIR/2009 tanggal 31 Desember 2009 tentang Ketentuan Pelaksanaan Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik Oleh Pelanggan PT.PLN (PERSERO) maka para pengguna listrik atau pelanggan PLN dengan daya yang lebih dari 6.600 VA (volt ampere) akan mendapatkan penurunan batas hemat listrik yang disubsidi. Seperti yang anda ketahui, tarif listrik yang kita bayarkan saat ini terdiri dari biaya yang dibayar dengan tarif subsidi ditambah biaya diatas batas hemat tersebut dengan tarif non-subsidi. Yang dilakukan oleh PLN bukan kenaikan tarif listrik, tetapi penurunan kwh batas hemat yang disubsidi khusus untuk pelanggan dengan daya pasang yang lebih besar dari 6.600 VA sehingga pelanggan yang menggunakan listrik lebih dari batas hemat tersebut akan membayar dengan tarif non-subsidi yang jauh lebih mahal.

Simulasi kenaikan tarif listrik untuk rumah atau kantor anda, klik disini.

Dengan hal ini maka yang akan banyak terkena adalah perusahaan yang menggunakan banyak daya dan juga rumah-rumah mewah. PLN juga “memaksa” pelanggan-pelanggan ini untuk dapat menghemat listrik juga bila ingin tagihannya tidak naik terlalu banyak.

Beberapa cara untuk menghemat terutama untuk kantor dan perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Atur ulang penerangan listrik di ruangan sehingga bila pemakai listrik hanya di bagian tertentu, maka tidak semua lampu harus dinyalakan
  • Ganti lampu-lampu bohlam dengan lampu hemat energi
  • Matikan monitor komputer saat dipakai karena monitor menggunakan listrik lebih banyak dari komputer. sebagai pembanding, saat operasional rata-rata komputer menggunakan 55 watt dan monitor menggunakan 75 watt.
  • Hindari terlalu banyak menggunakan fotocopy. Untuk distribusi dapat digunakan scanner lalu di email
  • Print berwarna lebih boros energi dibandingkan print hitam putih. Selain itu printer laser lebih boros energi dibandingkan printer inkjet.
  • Nyalakan AC 15-30 menit setelah mulai kerja, dan matikan AC 15-30 menit sebelum pulang. Hal kecil ini pun akan sangat menghemat bila dilakukan setiap hari untuk kantor yang memiliki banyak unit AC
  • Matikan lampu WC saat tidak ada orang atau tidak dipakai

Hal-hal di atas adalah hanya beberapa hal saja yang dapat kita lakukan bersama-sama. Mudah-mudahan dengan hal ini maka kita dapat berhemat sehingga kita bukan saja membayar PLN dengan lebih hemat, tetapi gaya hidup kita dapat ikut melestarikan lingkungan.

Apakah anda juga memiliki ide lain untuk menghemat energi yang dapat anda bagi?

19 Februari, 2010 at 21:50 2 komentar

Info Jalanan dari TMC Polda Metro

Dengan kemajuan teknologi yang ada, saat ini semua informasi jadi semakin mudah, murah dan cepat. Salah satu info yang sangat penting untuk warga Jakarta adalah info lalu lintas. Sebelumnya di artikel “Jangan telat, Pantang ngebut di jalan” saya menulis untuk mendapatkan info lalu lintas dari Radio Suara Metro, yang saat ini sudah kresek-kresek alias gak jalan lagi.

Tetapi ternyata satuan Polisi kita juga terus berinovasi dengan teknologi-teknologi yang baru untuk informasi lalu lintas yang dapat dengan cepat di sebar ke masyarakat. Beberapa diantaranya adalah:

Keduanya saat ini terus di update dan kita yang mengikutinya mendapatkan info terbaru secara langsung dan cepat baik dari komputer maupun handphone. Keduanya juga dapat diakses melalui browser ataupun aplikasi khusus untuk perangkat handphone anda dan dengan alert juga info terbaru juga sehingga anda tidak ketinggalan info.

Selain itu, anda juga dapat mengakses website Ditlantas Polda Metro Jakarta (http://www.lantas.metro.polri.go.id) untuk info-info seputar Jakarta yang terbaru mulai dari demonstrasi masal, kebakaran dan info lalu lintas.

Pastinya hal ini akan membantu kita dalam melewati hari-hari penuh kemacetan di Jakarta sehingga kita dapat ke kantor lebih on-time, ke client tanpa alasan telat dan lebih efisien dalam mengatur jadwal perjalanan kita. Semua itu pastinya akan lebih mengurangi dan mengefisienkan penggunaan kendaraan sehingga lebih ramah lingkungan.

Semoga membantu!

2 Februari, 2010 at 12:50 1 komentar

Please Take Your Rubbish Home

Saat saya sekeluarga liburan ke Sydney, Australia beberapa lama yang lalu, kami pergi ke suatu bukit di dekat Sydney dengan nama West Head Lookout dimana kita dapat melihat pemandangan laut yang indah dengan kapal-kapal yang lewat. Tempat ini sendiri tidak besar dan hanya di pinggir jalan saja. Biasa orang hanya ke tempat ini untuk foto-foto.

Yang sangat menarik adalah sebelum kita masuk ke tempat ini, sudah diberi tanda sebelumnya di depan “PLEASE TAKE YOUR RUBBISH HOME” sehingga dapat anda bayangkan bahwa tempat ini sungguh bersih tanpa ada sampah dimana pun. Kata-kata itu tidak membuat offensive atau membuat kita sebal, tetapi malah dapat kita hargai dimana semua orang ikut bertanggung-jawab untuk kebersihan di tempat itu.

Bagaimana dengan Taman-taman Nasional kita yang penuh sampah dan didatangi oleh orang yang tidak bertanggung jawab? Saya harap kita semua dapat belajar dari negara yang maju yang warganya sungguh-sungguh ikut bertanggung-jawab untuk kebersihan bersama.

1 Februari, 2010 at 20:34 2 komentar

Jaman ini adalah jaman sampah

1 Februari, 2010 at 20:16 1 komentar

Belanja dengan Kardus Bekas di Hero Supermarket

Dulu saya pernah menulis artikel mengenai belanja menggunakan kardus bekas saat Carrefour kehabisan kantong plastik belanja (Box Karton Belanja?) dan menyarankan agar karton-karton bekas dipakai kembali sebagai media pengganti kantong plastik. Ternyata hal ini sudah lama dilakukan oleh ALDI Supermarket dimana pembeli tidak disediakan kantong plastik, tetapi tas belanja ALDI, dan kalau tidak punya tas belanja apapun maka anda dapat menggunakan kardus-kardus bekas yang dapat anda ambil sendiri di dalam supermarket. Hal ini saya alami sendiri saat pergi ke Australia baru-baru ini dan mencoba belanja di ALDI tanpa mengetahui hal ini juga. Saat setelah bayar saya baru kelabakan mencari kardus karena saat bertanya kepada kasirnya, ternyata memang tidak disediakan. Wah… hebat sekali menurut saya, karena seperti yang ditulis di website ALDI, penghematan yang mereka dapatkan dari tidak menggunakan kantong plastik dikembalikan kepada pembeli dengan harga-harga barang yang lebih murah.

Yang paling menarik adalah saat saya terakhir ke Hero Supermarket yang ada di Plaza Indonesia, Jakarta. Di bagian kasir ada kardus besar dengan tulisan “THANK YOU, Every time you use carton you help reduce plastic waste” seperti pada gambar di atas. (lebih…)

1 Februari, 2010 at 13:07 5 komentar

Tips Memilih Deterjen

Artikel ini ditulis oleh Rika (rumahpopok.com)

Makin banyak busanya, makin mantap, makin bagus, begitu kira kira image tentang sebuah deterjen yang berkualitas. Image sesat yang berhasil tertanam:D . Lagipula, kalau ngga banyak busa, rasanya ngga bersih… padahal… Busa itu korelasinya sangat kecil dibandingkan daya bersih.

Bersih nggaknya tergantung pada elemen yang disebut surfaktan. Busa itu menyebabkan pencemaran pada badan air, karena sulit terurai. Akibatnya? Sungai-sungai kita baunya apek sampai busuk karena suplai oksigen kurang. Sebabnya ya salah satunya karena busa yang menutupi permukaan air. Masalahnya, surfaktan ini juga menjadi biang kerok lain masalah lingkungan karena tidak mudah terurai oleh lingkungan. Jadi… perhatikan surfaktan apa yang dipakai. LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonat) atau LABS (Linear Alkyl Benzene Sulfonate) konon bisa terurai. ABS (AlkylBenzene Sulfonate) tidak bisa, dan sudah masuk daftar hitamnya Greenpeace. Jadi ibu ibu bapak bapak, untuk membuat gerakan cinta lingkungan ayah dan bunda menjadi makin maknyoss, bijaklah dalam memilih deterjen.

Memang sih sertifikasi di kita belum sempurna, tapi paling tidak kita melalukan upaya identifikasi yang simpel simpel aja (khusus yang awam). Buat yang pakar kimia, dimohonkan bantuannya untuk sumbang saran deterjen seperti apakah yang ramah lingkungan.

Tipsnya yaitu:

  • Cari deterjen yang sedikit busanya. Dengan sedikit busa, air untuk membilas juga tidak perlu banyak.
  • Cari deterjen dengan surfaktan yang bisa terurai. Seperti di atas, nama yang beken antara lain LAS/LABS.
  • Cari deterjen yang jika sisa air cuciannya bisa untuk menyiram tanaman tanpa membuat tanaman mati – Cari deterjen yang rendah fosfat. Jikapun mengandung fosfat, sebisa mungkin digunakan untuk menyiram tanaman, karena fosfat itu tidak baik untuk badan air, tapi oke oke aja untuk tanah dan tanaman.
  • Cari produk lokal. Dengan menggunakan produk lokal, kita meminimasi jejak karbon yang ditimbulkan dari transportasi Happy hunting!

30 Januari, 2010 at 23:59 18 komentar

Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik Terus Merambah UKM

Setelah kita melihat perkembangan dimana perusahaan-perusahaan besar seperti department store, supermarket dan lainnya memberikan pilihan untuk menggunakan tas belanja pengganti kantong plastik, maka sekarang giliran toko-toko UKM yang semakin lama semakin banyak memberikan tas-tas pengganti kantong plastik.

Salah satu toko yang memiliki tas dengan design yang unik dan mendukung pelestarian lingkungan adalah toko MySize yang websitenya dapat anda lihat di www.mysizestore.com. Yang menarik adalah karena toko ini adalah toko yang menjual pakaian wanita khusus ukuran besar, maka tas pengganti kantong plastik ini pun ukurannya lebih besar dari yang biasanya kita dapatkan di toko-toko lainnya. Selain itu, di kantongnya sendiri juga diberikan pesan-pesan yang mendukung pelestarian lingkungan.

Banyak toko-toko yang menawarkan tas belanja pengganti kantong plastik ini sebagai bagian juga dari keinginan pemiliknya untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi global warming, walaupun tetap dengan harapan bahwa tas ini pun dapat menjadi media marketing yang efektif bila dapat dibawa kemana-mana. Tetapi apapun alasannya, tentunya hal ini perlu terus kita dukung, dan butuh dukungan dari lebih banyak lagi toko-toko yang peduli dengan lingkungan. Kalau perlu semua toko-toko penjual baju tidak lagi menawarkan kantong plastik tetapi tas pengganti yang lebih ramah lingkungan. Atau bila si pembeli menggunakan tas sendiri, tanpa meminta tas atau kantong plastik maka akan mendapat diskon, seberapa pun besarnya. Dengan hal ini maka pembeli pun mendapatkan insentif untuk ikut mengurangi penggunaan kantong plastik. Apalagi dengan adanya informasi baru bahwa kantong plastik yang berwarna hitam ternyata diproduksi dari plastik-plastik bekas yang tidak baik untuk kesehatan.

Jadi, untuk anda yang belum menawarkan tas pengganti kantong plastik, anda harus melakukannya, selain untuk marketing yang efektif tentunya juga untuk lingkungan.

29 Januari, 2010 at 13:41 8 komentar

Older Posts Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.482.277 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai