Jawa Mulai Alami Krisis Air

Disadur dari antaranews.com

kekeringanJakarta, (ANTARA News) – Pulau Jawa sudah mulai memasuki masa krisis air karena setiap penduduk hanya memperoleh rata-rata 1.750 meter kubik (m3) air per tahun.

Sementara suatu wilayah dikategorikan krisis apabila pemenuhan kebutuhan airnya sudah menurun hingga memasuki 2.000 m3 per kapita per tahun, kata Staf Ahli bidang Percepatan Pembangunan Kawasan Timur dan Kawasan Tertinggal Bappenas M Ikhwanuddin Mawardi yang dikukuhkan sebagai Profesor Riset di kantor BPPT di Jakarta, Rabu.

“Bahkan pada 2025 Pulau Jawa hanya dapat menyediakan air sekitar 320 m3 per kapita per tahun atau separuh saja dari yang dibutuhkan penduduknya,” ia menjelaskan.

Pakar Agrometeorologi itu menjelaskan, pada 2025 penduduk Pulau Jawa sebanyak 181,5 juta jiwa, jika setiap penduduk membutuhkan 1.100 m3 air per tahun sesuai standar PBB, maka jumlah air yang dibutuhkan mencapai 199,6 miliar m3, sementara yang tersedia saat itu hanya 50,09 miliar m3.

Pada 1930, ujar dia, Pulau Jawa masih mampu memasok 4.700 m3 per kapita per tahun, namun karena penduduknya meningkat pesat sementara daya dukung alam terus menurun saat ini potensinya tersisa hampir sepertiganya. (lebih…)

3 Desember, 2009 at 10:28 6 komentar

Green Festival 2009


Untuk acara akhir pekan tgl 5 dan 6 Desember 2009, anda dapat berkunjung ke acara Green Festival 2009 yang diadakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta mulai jam 10:00 hingga jam 22:00.

Selain itu, acara yang di inisiasi oleh Green Initiative Forum (GIF) yang terdiri dari Unilever, Pertamina, Panasonic, Sinar Mas, Kompas, MetroTV dan Female Radio ini juga mengadakan acara Fun Bike pada hari Minggu tgl 6 Desember 2009 yang akan dimulai jam 7:00 dengan start di Parkir Timur Senayan dan juga Finish di tempat yang sama.

Jadi, jangan lupa untuk mampir ke acara Green Festival 2009 pada akhir pekan ini.

2 Desember, 2009 at 23:11 1 komentar

Fakta Kertas

Kertas bagi generasi kita adalah sesuatu yang sudah menjadi hal biasa dan sehari-hari sehingga sering kali kita memakai kertas tanpa berpikir jauh mengenai konsekuensinya. Saya coba merekap beberapa fakta kertas agar kita semua mengerti akan pentingnya mengurangi penggunaan kertas dan mendaur ulang kertas yang sudah digunakan. Semoga berguna dan memperdalam pengetahuan kita sehingga kita lebih sadar akan lingkungan. (lebih…)

1 Desember, 2009 at 10:34 9 komentar

Budaya Aji Mumpung

Saat anda mengambil saus sambal di restoran siap saji sebanyak-banyaknya, saat anda buang-buang air saat numpang di rumah saudara, atau saat anda tidak mematikan lampu hotel karena merasa bayar, semua itu adalah budaya aji mumpung.

Budaya aji mumpung ini dapat di lihat dimana-mana dan kalau kita perhatikan, kita pun melakukan hal-hal itu. Budaya aji mumpung itu sangat menguras energi dan sumber daya yang seharusnya dapat di hemat. Contohnya adalah bila anda mengambil saus sambal terlalu banyak di restoran siap saji maka pasti saus yang tidak termakan dibuang begitu saja. Atau saat anda keluar dari kamar hotel dan tidak mematikan lampu dan AC dengan alasan termasuk dalam tarif penginapan, maka anda pun membuang energi percuma yang seharusnya dapat di hemat.

Coba saat anda pergi ke pesta dan ada banyak makanan, coba sana, coba sini, yang tidak habis ditinggalkan begitu saja. Berapa banyak bahan baku makanan yang terbuang, dimana masih banyak orang yang membutuhkan makanan. Rasanya miris melihatnya. (lebih…)

30 November, 2009 at 18:14 4 komentar

Inilah 10 Prinsip Bijak Perempuan Selamatkan Bumi

Disadur dari Kompas.com 19 November 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari mengatakan, dalam perannya sebagai pendidik, perempuan dapat mendidik anak-anaknya dan masyarakat sekitarnya untuk mencintai lingkungan. Hal ini dapat dimulai dengan mengajak mereka menanam dan memelihara pohon serta mendidik anak-anak tidak mengganggu dan membunuh binatang.

“Juga mengajarkan penghematan pemakaian sumber daya rumah tangga, seperti air, energi untuk memasak, energi penerangan, dan alat rumah tangga lain. Termasuk menyadarkan anak dan masyarakat untuk mengurangi pemakaian zat polutan dan lain sebagainya,” kata Linda Amalia Sari pada peluncuran buku State of World Population 2009, Kamis (19/11) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Linda menjelaskan, banyak perempuan Indonesia yang mampu menggerakkan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan yang kritis, bahkan beberapa di antaranya telah mendapat penghargaan Kalpataru. Sebagai contoh, pemenang Kalpataru tahun 2002 untuk kategori Pengabdi Lingkungan diberikan kepada Ibu Endang Maryatun. Selain itu, Ir Tri Mumpuni menciptakan Energi Listrik Mikrohidro dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, yang merupakan pemenang Kalpataru tahun 2005.

Juga ada Katrina Koni, seorag ibu yang berhasil menghijaukan lahan kritis dengan tanaman kayu-kayuan di Dusun Pokapaka, Desa Malimada, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat, NTT.

Menurut Menneg PP dan PA, perempuan pada dasarnya mempunyai dasar kehidupan untuk beradaptasi dan bermitigasi untuk memelihara. Selain itu, sebagian besar perempuan masih menyimpan kearifan lokal yang diwariskan nenek moyangnya. Karena itu, mereka adalah aset penting bagi pemberdayaan, pemeliharaan, dan pencegahan lingkungan dari kerusakan.

Dalam menyikapi pemanasan global, keseimbangan bumi, dan lingkungan hijau, ada 10 prinsip bijak perempuan untuk menyelamatkan Bumi. Pertama, perlakukan tanah secara bijak, bangun rumah di lahan perumahan yang tidak merusak hutan. dan jangan mengubah lahan pertanian menjadi hunian, pabrik, ataupun mal. (lebih…)

19 November, 2009 at 23:00 3 komentar

Carbon Footprint Calculator

Untuk anda yang ingin mengetahui berapa banyak ton carbon yang anda hasilkan dalam 1 tahun, maka kalkulator karbon ini dapat secara gambaran global memberikan hasil walaupun tidak akurat sekali.

Kalkulator ini juga tersedia dalam bahasa Indonesia sehingga tidak perlu repot menterjemahkan sendiri. Selain itu anda akan melihat perbandingan jumlah ton CO2 yang dihasilkan dengan berapa batang pohon yang harus ditanam dan dirawat serta emisi rata-rata negara lain.

Cobain deh. Klik disini saja.

17 November, 2009 at 18:51 2 komentar

Penghijauan, Kurangi Risiko Kebakaran

Disadur dari Kompas.com

Melakukan penghijauan tak hanya bermanfaat untuk peningkatan kualitas kesehatan dan keindahan. Penghijauan ternyata juga dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Sudjadi, Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, mengatakan, hingga bulan Oktober 2009 telah terjadi 168 kasus kebakaran di wilayahnya. “Beberapa kasus terjadi karena api menyala sendiri,” ucapnya di Jakarta, Sabtu (31/10).

Sudjadi mengatakan, api yang menyala sendiri tersebut disebabkan tidak ada media yang dapat menahan panas bumi. Contohnya, seperti kebakaran yang terjadi di daerah Joglo, Jakarta Barat, beberapa waktu yang lalu. Api dalam gudang berasal dari tumpukan barang-barang. Tumpukan barang-barang di gudang lama-kelamaan mengeluarkan panas. Karena tidak ada yang menyerap hawa panas itu, api pun timbul.

“Kalau banyak pepohonan, maka ada media yang menyerap panas yang dikeluarkan bumi. Dengan demikian, tumpukan barang yang ada dalam gudang tidak memercikkan api,” ucap dia.

Menyadari pentingnya penghijauan bagi lingkungan sekitar, Lurah Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, Zerry Ronazy mengimbau warganya agar melakukan penghijauan, paling tidak di halaman rumah masing-masing. “Tadinya mau satu orang, satu pohon. Tapi, menjadi satu rumah, minimal satu pohon,” kata dia.
(lebih…)

7 November, 2009 at 21:58 10 komentar

Karikatur Air Mineral

bottle_water_vs_tap_water

Sebenarnya karikatur ini memang lebih ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di negara Amerika dimana air kran disana itu sudah memenuhi syarat untuk dapat diminum. Akan tetapi, penjualan air botol mineral tinggi sekali hingga disebutkan 28 milyar botol per tahun yang tentunya memerlukan banyak sekali energi dan sumber daya untuk menghasilkan begitu banyak air mineral botol.

Untuk kita di Indonesia, tentunya air kran kita tidak dapat diminum, tetapi tentunya pembelian air mineral botol pun harus dikurangi. Sebenarnya air isi ulang pun sudah sangat layak minum, tetapi kadang kita maunya air minum yang bermerek, walaupun secara kesehatan adalah sama. Selain itu paling tidak kita harus mengurangi pembelian air minum dalam botol dan lebih baik mengisi kembali botol minum kita dari air minum mineral dalam galonan.

Dengan mengurangi pembelian air mineral dalam botol, kita juga mengurangi sampah botol plastik dan bila dapat mengurangi konsumsinya maka lingkungan kita akan lebih baik.

6 November, 2009 at 17:49 5 komentar

Older Posts Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.482.277 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai