Archive for April, 2007

Krisis Jagung! Inflasi besar sudah semakin dekat…

Harga Jagung 2006-2007

Kompas hari ini ada artikel “Harga Pakan Terus Naik, Peternak Unggas terancam gulung tikar”. Saya sudah sebutkan sebelumnya bahwa keadaan komoditi yang terus naik akan sangat memprihatinkan untuk masyarakat. Disebutkan bahwa harga jagung internasional telah naik 80% selama setahun dari 130 dolar amerika menjadi 235 dolar amerika. Sudah dipastikan bahwa bila harga jagung, yang menjadi 50% bahan dasar pembuatan pakan akan menaikkan harga pakan tersebut, dimana karena harga jual ayam tidak dapat naik, maka merekapun tidak sanggup untuk membeli pakan tersebut. Bila petani juga banyak yang gulung tikar, berkurangnya supply ayam dipasaran pun akan menaikkan harga.

Kita harus dapat memperbanyak produksi jagung lokal untuk dapat mengurangi import jadung kita yang sangat besar. Kita harus dapat mencontoh Kabupaten Gorontalo yang telah sukses memproduksi jagung secara professional.

Ini bukan di Indonesia saja. Jepang pun sudah kewalahan. Mereka mengimpor 16 juta ton jagung, yang 95% dari Amerika. 75% mereka pakai untuk pakan. Ini sudah menjadi wabah global. Kita harus stop pemakaian jagung untuk ethanol. Presiden Amerika George Bush menginginkan pengurangan beban terhadap BBM sehingga dia mengatakan untuk menaikkan produksi ethanol 7 kali lipat dalam 10 tahun mendatang. Jangankan pakan, minuman soda pun memakai pemanis dengan bahan dasar jagung, jadi harga Coca-cola, pepsi dan semua minuman itu juga akan naik.

Ini beberapa contoh kejadian di seluruh dunia:

– Meksiko: harga tortilla naik 60%
– China: harga daging babi naik 20% dan telur telah naik 16%
– India: harga makanan secara umum naik 10%

Secara umum, inilah gambaran persentase input jagung dengan harga yang dibayar oleh konsumen

– Cereal dan biskuit: 4% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging sapi: 48% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging babi: 27% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging ayam: 50% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Produk dari susu/keju: 38% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Minyak: 15% dari harga yang dibayar oleh konsumen

Bagaimana dengan Indonesia nanti? Sudah begitu banyak orang yang kesulitan membeli makanan yang baik dan bergizi. Bila hal ini terjadi, maka dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.

27 April, 2007 at 13:59 4 komentar

Fakta Energi Indonesia! Jangan kira kita begitu kaya akan sumber daya.

Indonesia sering disebut sebagai negara kaya akan sumber daya. Memang pada saat ini untuk export batubara dunia saja kita telah melewati Australia sebagai exporter batubara no. 1 di dunia. Lumayan, kadang kita jarang mendapat juara. Tapi ini karena 75% dari produksi dalam negeri kita export. Kita adalah produsen batubara no.4 setelah China, India dan Afrika Selatan. Walaupun total cadangan batubara kita sekarang kira-kira 5 milyar ton, itu sebenarnya hanya 3.1% dari total cadangan dunia. Kalau kita bilang kita adaah juara, kita memang juara dibodohi oleh orang luar negeri. Mereka menyimpan cadangan mereka selama mungkin sampai cadangan kita habis dan harus mau tidak mau membeli dari mereka. Itu sama saja dengan dijajah kembali!!

Bagaimana kita bisa dijajah? kalau kita lihat, 87% pembangkit tenaga kita berasal dari pembangkit yang menggunakan minyak, gas dan batu bara. Hanya 10.5% dari tenaga air dan 2.5% dari geothermal.

Padahal, cadangan minyak kita dibandingkan cadangan dunia hanya 0.6%, cadangan gas hanya 1.6% dan again, cadangan batubara hanya 3.1%.

Kalau hal ini terus terjadi, yaitu ketergantungan dengan minyak, gas dan batubara, ke masa mendatang, maka suatu hari kita akan benar-benar kehabisan sumber daya dan harus membeli semua dari luar negeri. Benar-benar penjajahan secara halus yang sedang dilakukan.

Jadi kita sebenarnya kaya sumber daya atau tidak? Tentu saja kaya.

Sumber daya panas bumi di Indonesia diperkirakan mencapai 20,000 MW atau setara dengan 40% dari total geothermal dunia. Kita baru mendayagunakan kira-kira 5% saja dari total potensinya. Kemampuan sumber daya air kita untuk membuat PLTA atau PLTM (pembangkit listrik tenaga mini-hydro) mencapai 75,000 MW. Selanjutnya, sumber daya matahari kita pun cukup baik dengan rata-rata 4.8 kWh/m2.

Bila kita bandingkan dengan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar minyak, maka untuk setiap 1MW yang dihasilkan oleh pembangkit dengan tenaga terbarukan dapat menghemat 10 milyar rupiah pembelian BBM.

Inilah faktanya. Apakah kita akan terus menjual hasil alam kita dan mengorbankan masa depan anak cucu kita? Atau kita juga dapat mulai menghemat dan mencari alternatif untuk kebutuhan energi kita.

26 April, 2007 at 12:34 7 komentar

New York akan menambah 1 juta pohon hingga tahun 2017. Bagaimana dengan Jakarta?

Berita terbaru dari kota New York adalah Walikota Michael Bloomberg akan menanam 1 juta pohon hingga tahun 2017 untuk mengurangi polusi udara, mendinginkan temperatur dan membantu tata kota yang baik. Walikota Bloomberg ingin mengurangi emisi karbon hingga 30% dalam 2 dekade mendatang. Saat ini New York sudah memiliki ruang hijau sebanyak 24%, atau memiliki 5.2. juta pohon.

Bandingkan ini dengan Jakarta. Ruang terbuka hijau yang di-“rencanakan” sebanyak 25% hanya terealisasi sebanyak 9%. Kota Malang di Jawa Timur malah hanya memiliki RTH sebanyak 4%. Hal inilah yang selalu menimbulkan masalah dan bukan hanya polusi dan kesehatan masyarakat saja, akan tetapi turunnya tanah karena kurangnya air resapan, banjir yang selalu datang setiap tahun, dan juga kualitas air tanah yang semakin jelek.

Memang kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghadapi peraturan pemerintah yang tidak dijalankan, seperti dipakainya jalur hijau dan tanah pemerintah untuk pemukiman liar, tapi setiap orang dapat membantu dengan menanam pohon sebanyak mungkin di rumah mereka masing-masing. Tanaman sangat kita butuhkan sebagai paru-paru kota bukan saja untuk menguragi polusi tapi juga untuk menyerap air ke dalam tanah untuk keseimbangan alam.

Berita terakhir tgl 18 April 2007 menyebutkan bahwa Pemkot Jaksel akan menambah ruang terbuka hijau (RTH) sebanyak 4300 meter persegi. Hal ini patut kita dukung bersama-sama dan berharap bahwa setiap Pemkot di setiap kota di Indonesia akan juga ikut mengembangkan program yang sama.

Kota yang bersih dan nyaman akan memberikan rakyat kualitas hidup yang lebih baik.

25 April, 2007 at 11:59 Tinggalkan komentar

Memberi ASI = Mencintai bayi dan lingkungan anda

ASI dan lingkungan

Air susu ibu (ASI) sudah komplit dengan sistem produksi dan tempat simpan jadi tidak memerlukan packaging khusus dan juga kulkas untuk menyimpan. Oleh karena itu, ASI sungguh ramah lingkungan. Kita tidak perlu membuang bekas kaleng, kardus, dan plastik bekas susu formula.

Dari sisi produksi pun banyak sekali hal yang dapat dihemat, mulai dari peternakan sapi yang memerlukan makanan dan kotoran yang menghasilkan methane, salah satu gas yang 10x lebih buruk dari CO2 untuk atmosfir kita, sampai ke pabrik produksi, dengan energi yang diperlukan, baik mesin maupun manusia, dengan mobil yang dipakai untuk jalan ke pabrik itu.

Di rumah pun kita akan menghemat penggunaan kulkas dan juga botol susu yang selalu harus kita cuci.

Jadi bukan saja ASI itu sumber nutrisi yang terbaik untuk bayi, tapi juga ramah lingkungan. Oleh karena itu, saya sangat mendukung program ASI Eksklusif untuk bayi minimal hingga 6 bulan setelah kelahiran.

23 April, 2007 at 13:12 2 komentar

Berikan udara segar untuk rumah anda dengan mudah dan murah

Sirih belanda

Jaman polusi sekarang banyak orang kekurangan udara segar seperti di rumah dan kantor sampai harus membeli penyaring udara dan ion yang katanya dapat membersihkan udara dari kuman dan bakteri, dan juga menghilangkan polusi dan bau asap rokok. udara dalam ruangan yang kotor tidak menyehatkan dan dapat menyebabkan pusing, asma pada anak-anak dan alergi.

Sebenarnya kita dengan tinggal di Indonesia, yang terkenal dengan, “lempar saja biji ke tanah, dan akan tumbuh, maka kita dapat dengan mudah menerapkan solusi dengan tanaman. Salah satu tanaman anti polusi yang sudah diriset oleh NASA adalah yang kita kenal dengan Sirih belanda, atau Devil’s Ivy. Tanaman ini termasuk tanaman “bandel” yang dapat hidup dengan lingkungan apa pun. Bisa di tanah, di gabus, hanya dengan air pun hidup. Sirih belanda juga terkenal dapat diletakkan didalam rumah atau kepanasan diluar rumah. Sungguh tanaman bandel yang sebenarnya. Yang lebih menarik lagi adalah harganya yang murah, bisa mulai hanya Rp. 5000 saja, atau minta tetangga karena hampir setiap orang mempunyai tanaman ini.

Sirih belanda dapat dengan efektif menyerap formaldehida dan benzena. Dalam sehari, sirih belanda dapat menyerap 54% dari total benzena 0.156 ppm. Untuk formaldehida, dari 18 ppm dapat dihilangkan sebesar 67%. Selain itu, karbonmonoksida sebesar 113 ppm dapat dihilangkan hingga 75%. (ppm = parts per million)

Anda dapat letakkan sirih belanda ini di pot dalam rumah atau di gantung saja. Intinya adalah dengan adanya tanaman di dalam rumah anda, maka udara pun akan terasa lebih segar dan juga lebih bersih.

23 April, 2007 at 09:51 2 komentar

Kebocoran pipa perusahaan air merugikan semua orang

Pipa Air

Perusahaan air di Jakarta kehilangan 50% dari air yang disalurkan ke pelanggan karena perbuatan illegal. Ada bermacam-macam permasalahan untuk perbuatan illegal tersebut. Dari pembuatan jaringan pipa ke daerah/rumah secara illegal, pembuatan pipa illegal dan meter air illegal, sampai pada pelanggan yang memang enggan membayar tetapi harus tetap disupply air seperti para pejabat politik, militer sampai organisasi massa yang dapat menteror kembali perusahaan air tersebut. Bila orang secara illegal menyambung pipa mereka ke pipa jaringan, maka kebocoran pun dapat terjadi. Dari kebocoran itu, kita dapat membayangkan banyaknya partikel kotor, air kotor, bakteri dan lainnya masuk ke jaringan pipa, yang akhirnya air ke pelanggan pun tidak dengan kualitas maksimal, malah berbau, berwarna, dll. Kita hanya dapat menyalahkan perusahaan air saja.

Akibat dari semua itu adalah, perusahaan air di Jakarta, yaitu Thames PAM Jaya dan Palyja tidak pernah mendapat keuntungan apapun, yang akibatnya sangat merugikan pelanggan lain yang memang membayar secara jujur. Akibat kerugian perusahaan air, mereka tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk memperbaiki atau memperluas jaringan pipa mereka, merawat waste water treatment plant secara optimal, mendapatkan teknologi yang terbaru untuk menambah efisiensi dan produktivitas, dan juga memperbaiki hubungan dengan pelanggan yang ada.

Kita tidak dapat selalu meminta perusahaan air untuk memberikan yang terbaik karena mereka pun terjepit di tengah. Di satu pihak harus memberi pelayanan sebesar-besarnya, tapi mereka pun harus untung. Sebenarnya Pemda dan semua departemen terkait harus ikut mendukung karena pada saat ini, banyak orang yang dapat memiliki PBB/sertifikat tanah/bangunan di daerah yang sebenarnya illegal seperti jalur rel kereta ganda, malah tanah pemerintah pun diperjual-belikan secara illegal. Nah, mereka yang sudah salah, malah lebih ngotot untuk mendapatkan servis air dan listrik. Tidakkah itu merugikan pelanggan lainnya?

Saya mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk ikut membantu dan menyelesaikan permasalahan rumah illegal dari semua tempat dan untuk menghijaukan kembali semua lahan tersebut. Dengan itu, pelanggan air pun dapat menikmati kualitas air dan servis yang baik.

20 April, 2007 at 13:14 2 komentar

Hari gini masih pake kertas? Pake dong ATM atau online

ATM Online

Teknologi memang dapat banyak membantu kita dalam menghemat energi. Contoh yang paling efektif saat ini adalah dengan melakukan aktivitas lewat ATM atau online seperti KlikBCA atau lainnya. Dari ATM atau online, kita sekarang dapat melakukan pembayaran iuran, asuransi, kartu kredit, listrik, telpon, membeli pulsa, hingga dengan adanya pajak.go.id melakukan pembayaran pajak online.

Hal ini sangat bermanfaat untuk efektivitas, produktivitas dan juga lingkungan kita. Bayangkan bila kita harus melakukan pembayaran ke loket PLN, kita harus naik kendaraan, membuang bensin, menimbulkan polusi, dan memakai kertas sebagai bukti pembayaran. Apalagi bila kita membayar lewat pos. Itu juga menambah pemakaian kertas dan bensin dari truk yang digunakan. Dengan ATM, kita dapat mengurangi pemakaian kendaraan ke kantor telpon atau bank dengan mencari ATM terdekat. Terlebih lagi dengan menggunakan online, kita dapat dirumah saja dan melakukan semua transaksi dengan mudah dan tanpa polusi.

Bila anda takut dengan alasan keamanan untuk media online, tanyakan secara jelas pada Bank yang bersangkutan tentang masalah ini. Saya sendiri sudah menggunakan media online cukup lama tanpa ada masalah. Secara pribadi pun saya lebih produktif dibanding harus jalan mencari ATM dan ngantri. Di daerah Indonesia manapun anda berada, mintalah pada perusahaan anda untuk mentransfer saja gaji anda. Uang anda juga akan lebih cepat diterima.

Dapat dibayangkan bukan betapa teknologi ini bukan hanya menambah produktivitas tapi sungguh membantu lingkungan juga.

16 April, 2007 at 22:33 3 komentar

Orang Indonesia Kurus Berkat Ethanol dan Bio-diesel

Jagung menjadi ethanol

Saya telah menulis sebelumnya dengan judul Bio-diesel: solusi atau problem bahwa dengan adanya perluasan perkebunan kepala sawit karena kebutuhan bio-diesel akan menjadi problem lanjutan karena adanya masalah-masalah baru seperti naiknya harga makanan, dll.

Sekarang ada masalah baru, yaitu perluasan perkebunan tebu, singkong dan jagung untuk membuat ethanol. Baru-baru ini Indonesia juga baru saja membuat perjanjian dengan Brazil yang akan membantu Indonesia mengembangkan industri tebu untuk Ethanol. Ethanol telah dibuktikan bahwa effisiensi energi Ethanol walaupun baik untuk pemakaiannya, sangat tidak effisien dalam produksinya, seperti penggunaan lahan, pupuk, traktor, manusia, dll.

Indonesia masih sangat bergantung pada import untuk Jagung yang kebanyakan dipakai untuk pembuatan pakan ternak dalam jumlah besar. Di Amerika sendiri, peternak disana sudah merasakan akibat dari tingginya harga jagung dengan jatuhnya produksi daging sapi, babi dan ayam. Petani rebutan dengan industri Ethanol untuk supply jagung. Inflasi daging di Amerika yang biasanya hanya 2 persen naik menjadi 3.5 persen. Meksiko sedang merasakan inflasi harga Tortila, yang merupakan makanan sehari-hari disana akibat tingginya harga jagung. Barang lain yang sama pentingnya adalah kedelai, dimana Brazil telah sukses membuat Ethanol dari kedelai untuk penggunaan di mobil. IMF mengatakan bahwa inflasi makanan naik 10 persen di seluruh dunia di tahun 2006 karena naiknya harga jagung, gandum dan kedelai. Itu semua adalah komoditi yang kita makan sehari-hari dan sulit untuk diproduksi di dalam negeri. Gandum yang kita impor dari Australia dan Amerika adalah bahan dasar untuk Indomie dan mie lainnya. Kedelai yang kita impor dari berbagai belahan dunia adalah bahan dasar tahu, tempe hingga oncom. Apakah kita mau menjadi kelaparan karena negara lain berlomba untuk membuat ethanol dari bahan tersebut?

Bila hal ini terjadi di Indonesia, kita akan mendapatkan krisis makanan yang cukup menakutkan karena ayam merupakan sumber protein utama untuk rakyat yang cukup terjangkau. Bila harga jagung impor naik, maka harga pakan akan naik, menaikkan harga ayam potong dan telur. Belum lagi barang-barang komoditi lainnya seperti gula yang juga akan naik akibat produksinya berebut dengan produsen ethanol.

Kita harus memiliki solusi untuk dalam negeri kita. Kita harus mengurangi ketergantungan kita pada komoditi impor seperti gandum dan kedelai yang sulit untuk diproduksi lokal. Kita harus mengembangkan komoditi lokal yang dapat menggantikan seperti ketela/singkong, dll. Hal ini adalah masalah nasional yang harus kita pikirkan bersama karena bila kita terlambat, maka musibah tidak dapat dicegah. Bila Amerika ingin mengurangi ketergantungan minyak dari Timur Tengah, maka kita harus mengurangi ketergantungan kita pada komoditi impor.

15 April, 2007 at 22:42 27 komentar

Older Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.482.313 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai