Dilema penghematan energi…

2 Mei, 2007 at 16:05 Tinggalkan komentar

Kita sudah mungkin dengan setiap hari tentang penghematan ini dan itu. Mulai dari kampanye PLN “hemat energi hemat biaya” sampai kampanye internasional juga. Dari semua itu memang sedikit demi sedikit akan banyak orang yang sadar akan perlunya penghematan energi. Mereka pun mulai dari yang paling mudah, dari mematikan lampu saat tidak dipakai, tidak memakai AC terlalu lama, dll. Perangkat serta alat-alat rumah tangga pun semakin canggih dan hemat energi.

Masalahnya adalah taraf kehidupan kita yang meningkat sesuai dengan peningkatan pemasukan uang. Mungkin kita sekarang mematikan lampu sewaktu tidak perlu ataupun sudah membeli barang yang hemat energi. Tetapi kita juga sekarang memakai minimal 1 buah hp, lalu juga memiliki laptop dan iPod yang perlu dicharge. 5-10 tahun lalu itu semua mungkin barang langka. AC sekarang juga semakin hemat energi dan murah. Karena itu kita juga malah memasang AC dimana-mana, ditempat yang jarang dipakai juga. Akhirnya pengeluaran malah lebih banyak. Jadi taraf hidup yang semakin tinggi akan memerluakan energi yang lebih tinggi lagi.

Dari semua itu, PLN harus selalu membuat pembangkit baru seiring dengan pertumbuhan penduduk karena kekurangan energi. Tetapi tender pembuatan pembangkit itu kebanyakan membuat perusahaan dengan proposal harga terendah menang. Padahal proposal yang paling murah itu bisa jadi yang paling kotor.

Dari semua ini, kita harus menunggu inovasi mutakhir yang dapat membantu lingkungan. Teknologi pembangkit batu bara yang bersih sudah dimulai walaupun masih terlalu mahal dan dalam tahap pengembangan. Teknologi pembersihan CO2 hasil dari pembakaran batubara juga sudah dimulai. Pertumbuhan pemakaian alat pembangkit dengan tenaga surya serta angin serta tenaga panas bumi pun mulai marak di dunia barat. Inilah yang akan membantu kita mengurangi pemanasan global dengan cepat. Tetapi memang semua ini adalah solusi mahal. Banyak dari alat tersebut belum terjangkau untuk kisaran populasi di Indonesia, ataupun cost-benefit yang belum seimbang dibandingkan dengan di dunia barat.

Dunia bisnis pun selalu berdilema dengan penghematan energi serta cost-benefit yang dikeluarkan, serta bila produk harus dirubah mulai dari bahan serta formulanya untuk memenuhi requirement dari dunia untuk mencegah pemanasan global. Apalagi untuk perusahaan menggunakan batubara adalah cara yang termurah saat ini untuk menghasilkan energi. hanya sepersepuluh dari BBM loh.

Jadi bagaimana dengan konservasi energi kita? Kita harus tetap menghemat! itu pasti. Tetapi kita juga mengharapkan kontribusi dari saudara-saudara kita yang lebih berkecukupan untuk lebih ikut serta dengan memulai penggunaan teknologi energi alternatif seperti tenaga surya dan angin yang mudah dipakai dirumah. Lebih dari itu, kita juga mengharapkan pebisnis untuk juga memikirkan cara untuk ikut membantu lingkungan kita.

Iklan

Entry filed under: Manifesto Hijau.

Perangkap nyamuk ultraviolet ternyata murah dan efektif Menanam Sepeda, Menghijaukan Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,277,182 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: