Konsep Kota Surabaya, Satu Jiwa Satu Pohon.

15 Juni, 2007 at 21:28 9 komentar

Logo SurabayaKota Surabaya meluncurkan inisiatif baru untuk membina partisipasi masyarakat dalam pelestarian dan penghijauan kota. Inisiatif ini diberi nama Satu Jiwa Satu Pohon atau Saji Sapo. Berdasarkan Instruksi Walikota Nomor 11 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Program Satu Jiwa Satu Pohon, maka pemerintah Kota Surabaya menghimbau agar setiap bayi yang dilahirkan di Kota Surabaya diikuti dengan penanaman satu pohon dan setiap orang yang pindah masuk menjadi penduduk Surabaya diikuti dengan penananaman satu pohon dan tidak diperbolehkan diganti dengan uang kecuali bagi masyarakat yang tidak mampu maka mereka diperbolehkan untuk tidak menyumbang tanaman (bersifat sukarela).

Secara statistik, jumlah kelahiran di Kota Surabaya rata-rata adalah 200 bayi per hari dan mendapat 75-100 orang pendaftaran penduduk. Jika dikalkulasi maka dalam satu tahun ada 72.000 kelahiran dan 32.400 orang pendaftar penduduk. Jadi dalam setahun dapat diprediksi bahwa akan tumbuh 104.400 pohon baru di Kota Surabaya saja.

Beberapa jenis tanaman yang menjadi anjuran adalah beberapa tanaman pelindung seperti pohon Trembesi, Glodok biasa, Dadap merah, dan Mahoni. Selain itu, Kota Surabaya juga menyarankan tanaman produktif seperti Mangga, Jambu Air, Sawo kecik, Belimbing buah dan Nangka diameter 3 cm.

Seperti juga Sulawesi Utara yang menyarankan pasangan yang baru menikah untuk menanam 10 pohon, maka Kota Surabaya juga patut diacungi jempol untuk usahanya. Bila semua usaha ini sudah menjadi kebiasaan, maka masyarakat pun menjadi lebih terlibat dalam merawat pohon serta lingkungan karena selain banyaknya pohon yang ditanam, banyak juga pohon tua yang mati sebanyak lebih dari 100 ribu pohon. Jadi gerakan ini pun menjadi pengganti pohon-pohon tersebut. Mudah-mudahan Kota Surabaya dapat menjadi kota percontohan dari semua kota di Indonesia.

Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan, Berita Lingkungan Lokal, Tanaman Bermanfaat.

Olahraga di rumah saja. Sama-sama Sehat, Mudah dan Murah. Kalau mau menyelamatkan lingkungan, jangan sisakan makanan

9 Komentar Add your own

  • 1. mbek  |  17 Juni, 2007 pukul 15:04

    gud…….
    pernah buka web inhabitat http://www.inhabitat.com/
    bagus loh inovainya.
    saya juga pemerhati green terutama green design

  • 2. harry  |  24 Juni, 2007 pukul 19:39

    Surabaya punya masalah, dan konsep “satu jiwa satu pohon” sangat impresif. Kalau ini bisa berjalan dengan baik, pasti akan dicontoh oleh kota-kota lain di Indonesia.

    Surabaya punya masalah, Bandung juga punya masalah.
    Just visit: http://sampahbandung.blogspot.com

  • 3. catur  |  29 Juni, 2007 pukul 10:51

    Kalau subaya satu jwa satu pohon mau ditanam dimana kan udah keduluan ditanam mal dan super mal kalau hanya pohon2nan yang percuma.
    Juga kalau hanya tanam sih mudah dan bagaimana perawatnya
    nanti setelah ditanam dan dibiarkan mati kan buang2 uang dan tenaga
    Usul saja buat yang korupsi hukumannya bukan penjara tapi buat hutan kota mulai awal sampai menjadi hutan dengan uang dan tenaganya dan yang terpenting surabaya disediakan tempatnya.
    saya pikir ini bisa menciptakan surabaya hijau
    Amin

  • 4. Hamidah  |  9 Desember, 2007 pukul 07:47

    Setuju sekali dengan ide satu jiwa satu pohon, jangan kuatir berebut lahan dengan mal, minimal didepan rumah sendiri, dilahan-lahan kosong dekat rumah, kantor atu sekolah masing-masing. Masih banyak tepian jalan yang tidak memiliki pohon. Hijaukan Surabayaku, cuaca semakin panas. Katika saya pulang ke Surabaya, rasanya dah nggak nahan saking panasnya. Beda banget dengan di negeri tetangga yang hijau royo-royo akibat banyak pohon dan hutan kota

  • 5. Sari  |  19 Desember, 2007 pukul 15:16

    Bagus juga, tapi apa itu terbatas untuk orang2 Surabaya? Apa ada program lainnya yang kita bisa ikut nyumbang pohon…Mohon iinfonya

  • 6. nur qomari  |  2 Juli, 2008 pukul 18:53

    menurut q sangat bagus sekali terobsannya
    bisa dikembangkan lagi

    maju surabaya…..

  • 7. nur qomari  |  2 Juli, 2008 pukul 18:54

    menurut q sangat bagus sekali terobosannya
    bisa dikembangkan lagi

    maju surabaya…..

  • 8. Lukman Alisjahbana  |  17 Agustus, 2010 pukul 21:01

    Tentukan lokasi untuk areal penhijauan di setiap kecamatan, dan segera laksanakan.

  • 9. guntur  |  4 Oktober, 2010 pukul 16:25

    Mantapkan kurikulum kumpulkan SDM yang peduli dan melakukan ini, ruang kerja dan belajar di sektor ini masih besar, kurikulum langkah dan pendampingan serta advokasinya hingga jadi perdes dan perda belum terjajagi dan terbentuk dengan optimal, minimal dari Surabaya hingga seluruh Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,957 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: