Baca draft di komputer sebelum print

11 Februari, 2008 at 12:17 4 komentar

rubah draftBanyak orang yang bila membuat suatu dokumen dan memerlukan kerjasama dengan orang lain/departemen lain membuat print dokumen tersebut untuk disetujui ataupun diberikan komentar dan perubahan. Kadang karena perubahan yang berulang kali dan jenjang persetujuan yang panjang menyebabkan penulis tersebut harus memprint berulang kali sebelum akhirnya print yang final.

Saya sudah pernah tulis di “Jangan Asal Buang Kertas. Pakai Dulu Kedua Sisi…” dimana kalau mau print untuk draft suatu tulisan agar memakai kertas yang salah satu sisinya sudah terpakai/kertas bekas dengan sisi yang kosong. Ini pun sudah mengurangi penggunaan kertas baru, jelas menghemat dan sudah membantu lingkungan.

Tetapi kolaborasi antar departemen tersebut juga bisa lebih baik bila dilakukan online karena selain menghemat juga bisa melihat perubahan-perubahan yang dilakukan, apa saja, kapan dan oleh siapa, sehingga kolaborasi tersebut bisa lebih baik hingga akhirnya ke draft final yang akan siap di print.

Salah satu fitur dari Microsoft Word adalah fitur Track Changes yang terdapat pada Tools. Track Changes memudahkan kita untuk menapak tilas apa saja yang telah kita ganti dengan fasilitas komentar, balon komentar, atau hal-hal yang sudah dihilangkan. Seorang pengulas dokumen/reviewer dapat dengan mudah menambahkan hal-hal tertentu, membuat komentar dan lainnya yang dapat dilihat oleh penulis sehingga mengerti apa saja yang perlu diganti. Semua hal yang sudah direview dan diganti tetap bisa diprint tanpa komentar untuk dokumen final, dengan keuntungan dimana semua perubahan tetap disimpan dalam dokumen tersebut dan dapat dilihat kembali.

Dengan hal ini, maka anda mendapatkan banyak keuntungan, dari perubahan yang dapat anda jejaki kembali, memiliki bukti perubahan yang konkrit, hingga penghematan kertas yang cukup banyak, terutama untuk dokumen yang besar.

Salah satu kendala adalah budaya perusahaan yang sudah sedemikian lama menggunakan kertas saja, dan perlu tanda-tangan kiri kanan. Padahal dengan track changes ini maka perubah dokumen pun akan tercatat. Untuk perubahan ini diperlukan edukasi ke perusahaan anda. Anda juga bisa memulai dari diri anda sendiri dahulu sebelum anda tularkan ke orang lain, agar anda memberi contoh dan bila orang melihat dan tertarik akan lebih mau belajar.

Intinya adalah menggunakan kertas lebih sedikit.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Rumah.

BARU: Milis Aku Ingin Hijau – Ayo daftarkan diri anda STOP: Perayaan dengan melepas balon ke udara!

4 Komentar Add your own

  • 1. snydez  |  11 Februari, 2008 pukul 14:14

    agak susah , kalo menyangkut ‘kebiasaan’
    terutama untuk orang yang berumur, atasan, orang yang posisi agak diatas,
    mereka mana mau tau bahwa ngeprint itu ngabisin kertas. yang mereka tau mereka bisa coret coret hasil print-an draft.

  • 2. TH  |  12 Februari, 2008 pukul 07:23

    setujuuuuuu,
    Saya sudah sering mengajak rekan di tempat kerja untuk mengurangi penggunaan kertas …. kembali lagi pada –kebiasaan– tetap saja minta print, alhamdulillah pakai kedua sisi sudah terbiasa.
    Nah fasilitas Track Changes-nya MS Word pernah juga disosialisasikan –ternyata banyak yang gaptek– ujung2nya minta di off-kan lagi, karena waktu ngeprint keluar semua. Tapi kita harus tetap semangat untuk sesuatu yang positif walau hasilnya belum memadai, daripada tidak sama sekali.

  • 3. Eko  |  12 Februari, 2008 pukul 12:56

    Setuju banget! menghemat kertas setengah dari konsumsi anda setiap harinya sudah mengurangi penebangan pohon di dunia… berarti pula kita sudah berkontribusi untuk mengurangi Global Warming.. Saluuut!

  • 4. Robert Manurung  |  17 Februari, 2008 pukul 15:03

    Setuju. Di kantorku, terutama untuk efisiensi, kami sengaja membeli kertas bekas kiloan untuk dipakai buat oret-oret dan print percobaan. Di kantorku memang harus ada tes, karena yang ingin dipastikan adalah ketepatan warna dan kesesuaian dengan jenis kertas tertentu.

    btw melalui blog yang mencerahkan ini aku mnitipkan pesan sebagai berikut :

    Hutan alam Tele di Kabupaten Samosir, sejak dua hari lalu sudah mulai ditebang dengan gergaji mesin. Targetnya hutan heterogen seluas 2.250 hektar akan dipangkas bersih untuk dijadikan lahan perkebunan bunga. Investornya dari Korea.

    Dengan ini kami mohon dukungan kawan-kawan sesama blogger Indonesia untuk bersama-sama memberi tekanan; agar pembabatan hutan pusaka itu dihentikan. Caranya, berilah komentar dukunganmu pada artikel di : http://ayomerdeka.wordpress.com

    Terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,493 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: