STOP: Perayaan dengan melepas balon ke udara!

14 Februari, 2008 at 23:46 11 komentar

Balon terbang

Banyak perayaan dimulai dengan melepas balon ke udara. Kelihatannya sih bisa dibilang bagus, apalagi kalau warna warni. Tetapi apa yang terjadi setelah balon terbang ke udara?

Kita mungkin tidak pernah memikirkan hal-hal seperti ini, tetapi faktanya adalah balon-balon tersebut bisa terbawa angin hingga akhirnya jatuh ke laut. Di laut, dengan adanya reaksi kimia antara balon dan air laut yang asin akan menyebabkan balon berubah warna menjadi transparan sehingga mirip dengan ubur-ubur. Balon yang sudah menjadi transparan walaupun masih berwarna, bila goyang-goyang akan terlihat seperti binatang laut dan bisa termakan oleh penyu laut, burung, hingga ikan paus sehingga menghambat lambung dan bisa mematikan hewan-hewan tersebut.

Karena sifat dari material balon yang kuat, maka balon juga bisa menghambat baling-baling kapal dan mencemari laut.

Jadi, kalau anda punya anak, jangan biarkan dia melepas balonnya.

Bila anda, teman atau perusahaan anda akan membuat perayaan dengan melepas balon ke udara, harap beritahu konsekuensi dan akibat dari balon di laut.

Stop perayaan dengan melepas balon ke udara, jaga lingkungan dan laut kita.

Referensi:

Pegang erat-erat balonmu (blog Aku Belajar Hijau)

Iklan

Entry filed under: Fakta Lingkungan, Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah.

Baca draft di komputer sebelum print Buat Daftar Belanja

11 Komentar Add your own

  • 1. Abimanyu  |  15 Februari, 2008 pukul 08:40

    yes sir!!
    tidak akan melepas balon lagi..
    soalnya sayang..
    udah beli mahal..
    cuma dibuang..
    mendingan kasihin adik kecil aja buat maenan..

  • 2. tobadreams  |  15 Februari, 2008 pukul 10:05

    Salut buat anda, mau dan mampu menulis masalah lingkungan sampai detil dan subtil seperti dalam tulisan di atas. Lanjutkan dengan topik-topik yang lain kawan, aku akan rajin berkunjung.

    btw aku mohon izin menginformasikan, bahwa di blog aku ada artikel menarik yang ditulis oleh Monang Sianipar, pengusaha kargo terkemuka di Indonesia.

    Menarknya, demi kepeduliannya terhadap lingkungan, Monang memutuskan “pensiun” dari bisnis kargo, dan kini membantikan diri demi pelestarian budaya dan alam Tano Batak.

    Tulisannya lihat di http://tobadreams.wordpress.com/

  • 3. snydez  |  15 Februari, 2008 pukul 16:26

    kalao gitu musti dibikin yang balon harus pecah begitu sampe diketinggian 20 m.. biar langsung jatuh..

    *eh tapi malah nyampah ya 😛

  • 4. aRuL  |  15 Februari, 2008 pukul 21:39

    wah baru tau dampaknya nih. bahaya juga yah..

  • 5. sangprabo  |  16 Februari, 2008 pukul 23:49

    Wah, tulisannya keren, bisa sampai sedetail itu.. Salut deh.
    Mending ngelepas merpati aja kali ya Om?

    Btw, saya kopi paste imagenya boleh ga? Buat saya tempelin jadi banner di blog saya? Sebenernya udah ditempel sejak lebih dari seminggu yang lalu. Cuma ijinnya baru sekarang.. :p Maaf ya? kalau tidak berkenan, nanti saya hapus. Terima kasih.

  • 6. fendi  |  18 Februari, 2008 pukul 22:23

    wow, bagus banget informasinya. selama ini aku kirain kali ngelepas balon di langit maka balonnya akan pecah di langit karena pengaruh tekanan udara ternyata ga yah….trus gimana tuh dengan mereka yang tinggal di pegunungan dan jauh dari laut?
    maaf yah tanya lagi soalnya pingin tau…. =)
    makasi banyak untuk infonya

  • 7. isackfarady  |  19 Februari, 2008 pukul 12:09

    wuih… keren…
    baru tau kalo balon itu efeknya bisa segitunya. salut.

  • 8. chaie  |  20 Februari, 2008 pukul 12:20

    wah masa……ookh…g2 yah,,mangga atuh urang sami2 nyegah kanu eta,,supados laut urang tetep kajagi…ka asriana….

  • 9. TH  |  21 Februari, 2008 pukul 14:00

    dampaknya ternyata tidak semanis bentuknya
    semua tepuk tangan melihat balon gas terbang ke udara
    setelah itu ….. seperti artikel di atas, …. akibatnya luar biasa
    mudah-mudahan tulisan ini memberi pencerahan bagi kita

  • 10. Efita  |  11 April, 2008 pukul 19:53

    Makasih ya infonya, saya salut Anda mau meneliti ke hal2 yg tidak terpikirkan oleh manusia. Ternyata dibalik keindahan ada dampak yg membahayakan untuk lingkungan.

  • 11. Luis Nivio  |  30 Oktober, 2008 pukul 15:21

    Sebenarnya aku sedang mencari cara untuk membuat balon raksasa, ehh…. tau – taunya ada saran Stop perayaan pelepasan balon ke udara..! yah…. Aku Stop aja… mencari cara pembuatan juga pelepasannya.. Thanks yah. Stop………….. Perayaan dengan Pelepasan Balon ke udara….. Sekarang juga..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,232,765 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: