Serius menangani masalah iklim dengan membuat Departemen khusus

13 November, 2008 at 17:57 4 komentar

Indonesia memang banyak ketinggalan mengenai energi terbarukan. Jangankan energi terbarukan, yang memakai batubara saja masih kekurangan dan masih menunggu proyek 10.000 MW di tahun 2009, “katanya.” Tetapi tidak ada salahnya untuk pemerintah kita mulai mencoba proyek-proyek energi terbarukan. Salah satu yang sangat memberi harapan adalah energi Geothermal yang sudah dimulai. Selain itu dengan iklim tropis yang banyak matahari juga memberi potensi untuk tenaga surya, dimana mudah2an panel sel surya bisa semakin lama semakin murah. Dengan pantai yang panjang dan laut yang luas maka tenaga ombak dan arus air laut juga sangat berpotensi. Salah satu kolaborasi dilakukan oleh PT. Walinusa dan Ponte di Archimede, Italia untuk mencoba tenaga arus air laut di pesisir salah satu pulau di Sulawesi.

Artikel dibawah ini disadur dari Blog Kunaifi tentang beberapa negara yang serius menangani masalah iklim dengan membentuk departemen khusus energi terbarukan dan perubahan iklim.

Inggris Membentuk Kementerian Energi dan Perubahan Iklim

Baru-baru ini, pemerintah Inggris mengumumkan pembentukan Departemen Energi dan Perubahan Iklim (Department of Energy and Climate Change). Pembentukan departemen baru ini semakin memperkokoh posisi Inggris dalam memerangi perubahan iklim melalui pembangunan energi yang lebih sustainable (berkelanjutan).

Penggabungan Energi dan Perubahan Iklim di dalam satu departemen secara eksplisit merupakan pengakuan Inggris bahwa sektor energi (jika dikelola secara tidak tepat) memberi dampak buruk pada kesinambungan lingkungan hidup.

Melihat dari namanya, departemen ini kelak akan menjadi pusat pengembangan energi terbarukan (renewable energy) di Inggris. Atas inisiatif ini, dukungan positif mengalir dari industri energi terbarukan dan lambaga-lembaga lingkungan hidup. “Kalangan industri percaya bahwa pembentukan sebuah departemen yang menangani perubahan iklim dan suplai energi di satu tangan, adalah langkah tepat bagi Inggris untuk mencapai target energi terbarukan 2020,” kata Adam Bruce, Ketua British Wind Energy Association (BWEA).

Direktur Eksekutif Greenpeace John Sauven mengatakan, “Selama sepuluh tahun terakhir pemerintah Inggris terlihat sibuk sekali dengan isu-isu perubahan iklim, memerikan inspirasi pada kita tapi sesungguhnya minim aksi nyata. Namun, dengan menyatukan Energi dan Perubahan iklim, kita akhirnya menyadari bahwa perubahan iklim adalah ancaman di depan mata.”

Sumber: Renewableenergyworld

Bukan cuma Inggris

Inggris bukanlah negara pertama yang membentuk kementerian yang membidangi perubahan iklim dan energi terbarukan. Beberapa negara lain telah mulai lebih awal. Di India bahkan ada Kementerian Energi Baru dan Terbarukan. Di Australia, persoalan perubahan iklim dan energi terbarukan dikelola oleh Department of Climate Change, Departmen of Resources, Energy and Tourism, dan Department of Environment, Water, Heritage and Art. Di Denmark ada Minister of Climate and Energy. Di kebanyakan negara, pengembangan energi terbarukan berada di departemen terpisah. Namun demikian, banyak negara-negara maju, terutama anggota Organisastion for Economic Co-Operation and Developmnet (OECD) telah menunjukkan prestasi gemilan dalam mengembangkan energi terbarukan.

Bagaimana Indonesia?

Indonesia punya potensi energi terbarukan yang besar.Sumber energi yang memiliki potensi terbesar adalah energi surya, panas bumi, biomassa, air, dan laut. Namun, aksi nyata masih terlihat amat kecil. Salah satu penyebab utama adalah tidak adanya lembaga yang memiliki kewenangan cukup dalam mengembangkan energi terbarukan. Topik energi terbarukan dibahas di beberapa institusi, antara lain:
– Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi pada Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi pada Kementerian ESDM.
-Di Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), energi terbarukan hanya menjadi salah satu tugas Bidang Peningkatan Infrastruktur.
Jika hanya diletakkan pada Sub Bagian dari Sub Bagian sebuah Sub Bagian sebuah Departemen, kapan energi energi terbarukan mendapat tempat yang layak dalam struktur energi nasional? Wallahualam. Mengingat besarnya potensi, kondisi lingkungan yang rusak parah, krisis energi, banyaknya daerah pedalaman yang belum dialiri listrik, Indonesia perlu mempertimbangkan untuk membentuk semacaman Kementerian Energi dan Perubahan Iklim, dan mengeluarkan urusan energi terbarukan dari Kementerian ESDM dan PPDT.
Ada yang ingin menanggapi? Silahkan beri komentar.
Referensi:
Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan Global, Energi Alternatif.

Saluran got bukan tempat sampah Info: Bazaar Amal Vegetarian Food & Go Green Festival 2009

4 Komentar Add your own

  • 1. FANDI  |  18 November, 2008 pukul 23:06

    halo… ajari saya tentang banyak hal mengenai lingkungan ya.

  • 2. primoseto  |  26 November, 2008 pukul 01:40

    info yang berguna, membangkitkan kesadaran untuk lebih “hijau”

    trims

  • 3. nathnethnoth  |  6 Desember, 2008 pukul 20:32

    meski ada departemen energi, kalo lihat orang-orang Indonesia ini bisa disalahgunakan lho! Malah ngga membantu klo gituu

  • 4. ciput mardianto  |  6 Desember, 2008 pukul 21:13

    benar, seharusnya memang diperlukan keseriusan walaupun tidak harus dibuat departemen kusus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,253,971 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 336 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: