Posts filed under ‘Energi Alternatif’

1 liter of light

1_liter_of_light_project_png1d

Indonesia adalah negara kepulauan yang mana masih banyak sekali tempat yang tidak memiliki sambungan listrik.

Banyak rumah-rumah yang walaupun menjadi tempat bernaung saat hujan, saat berada di dalam rumah di siang hari pun tetap gelap karena tidak ada listrik dan lampu.

Tentunya bukan saja Indonesia yang memiliki tantangan ini; banyak negara lain pun sama, dan seperti kita juga, pemerintahnya tidak bisa banyak berbuat apa-apa.

Tetapi ketika ada tantangan, maka ada kesempatan untuk ber-inovasi.

Salah satunya adalah organisasi Liter Of Light yang berasal dari Filipina, dan saat ini sudah menyebar ke banyak negara di dunia.

Inovasi yang dibuat adalah membuat lampu buatan dari botol plastik bekas yang dapat di tempelkan di atap asbes atau lainnya, dan menggunakan cahaya alami matahari. (lebih…)

Iklan

5 Maret, 2015 at 17:49 Tinggalkan komentar

PLN Siap Barter Listrik dengan Pelanggan Pengguna Panel Surya

solar-power-house

Disadur dari Gatra.com

Jakarta, GATRAnews – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan siap menerima kelebihan energi listrik yang dihasilkan oleh pelanggan pengguna panel surya, dengan menerapkan sistem ekspor impor. Untuk pelanggan PLN yang menggunakan panel surya, PLN akan memasang meter listrik ekspor-impor.

Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat, mengatakan, pengiriman kelebihan listrik ini dapat terjadi karena pelanggan memiliki dua sumber pasokan listrik, dari panel surya dan dari PLN.

“Energi listrik yang diterima PLN dari panel surya akan di offset oleh PLN dengan energi listrik yang dikirim PLN ke pelanggan. Bila listrik yang yang diterima PLN dari panel surya lebih besar dari listrik yang dikirim PLN, maka selisihnya menjadi deposit listrik yang akan diperhitungkan untuk pemakaian listrik bulan-bulan berikutnya,” jelasnya, dalam siaran pers, Kamis (21/11). (lebih…)

27 November, 2013 at 13:51 1 komentar

Apakah biaya dan keuntungan lampu LED sepadan?

Gambar diambil dari website Philips Lightting

12 Agustus, 2012 at 09:59 Tinggalkan komentar

Oslo, Norwegia. Kota SPLU terbanyak di dunia.

Saat ini SPLU sedang menjadi buah pembicaraan terutama kalau yang bicara adalah eks dirut PLN yang sekarang menjadi menteri BUMN yaitu Dahlan Iskan. SPLU adalah Stasiun Pengisian Listrik Umum yang “katanya” akan digalakkan oleh pemerintah. Menurut Dahlan, biaya pembuatan SPLU itu hanya 5 persen dari SPBU biasa dan bisa dikerjakan dalam waktu 1 minggu. Apa masuk akal?

Ternyata saya juga baru ingat, 2 bulan lalu saya ke Oslo, Norwegia dan pada saat jalan di tengah kota, ada beberapa orang sedang membuka kap mobil dan mencolok kabel dari pinggir jalan. Ternyata, tempat parkir di pinggir jalan di kota Oslo itu sudah disiapkan Charger untuk mobil listrik atau SPLU sehingga orang dapat dengan mudah memarkir kendaraan, charge, belanja, saat kembali sudah full dan tinggal tancap gas.

Foto-fotonya saya berikan di bawah ini: (lebih…)

8 Agustus, 2012 at 23:56 1 komentar

Rencana liburan ke luar negeri? Cari yang bisa banyak jalan atau bersepeda

Liburan sekolah Juni-Juli mulai sebentar lagi. Pastinya banyak orang tua yang mulai merencanakan liburan untuk keluarga, baik di dalam negeri ataupun ke luar negeri.

Untuk yang akan liburan ke luar negeri, ada opsi-opsi tempat liburan yang bisa memberikan pengalaman yang berbeda dan ramah lingkungan, yaitu dengan banyak berjalan kaki atau naik sepeda. Liburan ini bukannya tidak menggunakan mobil, bus atau alat transportasi lainnya, tetapi saat di kota tersebut, maka anda bisa lebih banyak jalan kaki atau bersepeda yang menyehatkan.

Beberapa daftar yang saya sadur, berikut tautannya adalah: (lebih…)

23 April, 2012 at 12:13 Tinggalkan komentar

Bagaimana dengan rencana PLTN di Indonesia?

Disadur dari Japan Times Online dalam artikel “Disaster analysis you may not hear elsewhere”

Hisako Sakiyama, a former researcher with the National Institute of Radiological Sciences who also spoke at the press conference, said that even if it becomes possible to make completely safe nuclear reactors, the problem of storing radioactive spent nuclear fuels would remain unsolved.

“We have to keep the spent fuel safe for more than 100,000 years. Humankind doesn’t have the technology to do that,” Sakiyama said. “Even if so-called safe reactors can be made, I believe now that this is the time to stop nuclear power generation.”

Jadi, apa kita masih mau meneruskan rencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia?

22 Maret, 2011 at 18:16 7 komentar

Rumah ideal yang effisien?

Klik link ini atau gambar di atas untuk ukuran besar

27 Februari, 2011 at 01:29 2 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.367.338 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 319 pengikut lainnya