Grafik emisi karbon per negara dan per kapita

3 Maret, 2011 at 10:35 2 komentar

Informasi yang sangat menarik untuk melihat emisi karbon total per negara dan per kapita.

Yang menarik untuk di lihat adalah ada negara yang seperti China dengan total emisi karbon negara yang besar, tetapi memiliki emisi karbon per kapita yang rendah karena jumlah penduduk yang besar. Tetapi ada juga negara kecil seperti Gibraltar yang hanya 1 pulau tetapi memiliki emisi karbon per kapita sangat besar karena negara tersebut meng-impor hampir seluruh kebutuhannya.

Untuk Indonesia sendiri secara total emisi karbon negara mirip dengan emisi karbon Thailand dan Taiwan, tetapi karena jumlah penduduk yang besar maka emisi karbon per kapita masih sangat kecil. Tetapi menurut saya, bila kita melihat emisi karbon di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Surabaya, maka emisi karbon per kapita per kota akan sudah sangat besar, jadi kalau melihat emisi per kapita karena banyak daerah yang terbelakang maka tentu saja jadi kecil.

Oleh karena itu gambar ini hanya untuk informasi dan acuan saja untuk kita, tetapi bukan berarti malah jadi menyepelekan lingkungan karena merasa emisi per kapita di Indonesia masih rendah.

Gambar lengkap bisa klik gambar diatas atau klik disini.

Iklan

Entry filed under: Fakta Lingkungan, Manifesto Hijau. Tags: , .

Miliki Taman Sehat Olahraga Sehat dan Tetap Produktif

2 Komentar Add your own

  • 1. Gatot Poernomo  |  5 Maret, 2011 pukul 19:24

    Emisi Karbon sebaiknya tidak hanya dilihat dari satu sisi saja…melainkan secara global dengan melibatkan lingkungan…..ada baiknya parameternya adalah luas wilayahnya….dan seberapa cepat pertumbuhan emisi karbon tersebut terjadi baru dikaitkan dengan jumlah penduduknya….ini sangat penting bagi pemantauan ruang udara bersih yang merupakan kebutuhan hidup sehat makhluk hidup di bumi…

    Regards,
    Gatot Poernomo.

  • 2. Ade  |  20 Maret, 2011 pukul 12:16

    Gas hasil pembusukan sampah sebaiknya dimanfaatkan dengan menggunakan pipa-pipa yang disalurkan ke sebuah mesin pembakaran gas methana. Fasilitas pembakaran gas metana itu dibangun di atas lahan seluas 10 hektare di Sumur Batu. Teknik pembakaran gas metana dikenal sebagai sistem landfill gas flaring. Cara kerjanya cukup sederhana yaitu tumpukan sampah yang mengeluarkan gas metana itu diangkap, lalu dibakar.

    Indonesia memiliki potensi lebih dari 400 juta meter kubik gas metana dari hasil pembakaran sampah. Konon,setara dengan Rp 118 milyar per tahun.

    Ditempat ini tengah direncanakan Pembangunan Generator Listrik Bertenaga Sampah sehingga kelak diharapkan sampah-sampah yang semula hanya ditumpuk dan dibakar saja bakal bisa memberi solusi terhadap krisis listrik di dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,493 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: