Konservasi air ala Bermuda

13 Mei, 2011 at 16:13 1 komentar

Negara Bermuda adalah salah satu negara di bawah kerajaan Inggris yang terletak di Samudera Atlantik Utara. Negara Bermuda memiliki luas negara sebesar 53,2 km persegi dimana 27% diantaranya adalah air, sehingga bagian daratannya hanya 38,8 km persegi. Sebagai perbandingan, Ibukota DKI Jakarta saja memiliki luas lebih dari 660 km persegi dengan luas wilayah terkecil yaitu Jakarta Pusat saja memiliki luas 47,9 km persegi.

Dengan wilayah Negara Bermuda yang sangat kecil, maka Bermuda tidak memiliki danau air tawar ataupun sungai sehingga air adalah salah satu komoditas yang sangat langka dan mahal. Selain itu Bermuda juga memiliki keadaan tanah dengan batu kapur/gamping yang keras sehingga pembuatan pipa bawah tanah pun menjadi mustahil atau sangat mahal

Oleh karena itu, pemerintah Bermuda membuat  undang-undang sejak 12 Desember 1951 dimana air hujan harus di tampung ke bak atau tangki penampung air hujan setidaknya 80% untuk setiap air yang jatuh ke atap semua bangunan termasuk rumah, sekolah, kantor, pabrik, apartemen, restoran, dll. Air hujan ini menjadi tulang punggung negara Bermuda untuk memberikan kira-kira 90 persen dari seluruh kebutuhan air Bermuda. Oleh karena itu Bermuda sangat tergantung dengan air hujan dan bila kurang hujan akan sangat bermasalah. Sumur diperbolehkan tetapi diatur dengan sangat ketat dengan ijin khusus dari pemerintah, dan ini pun hanya boleh untuk air cuci atau wc/toilet, bukan untuk minum.

Pemerintah pun sangat menyarankan warganya untuk mengikuti program konservasi air yaitu:

  • Tidak boleh membeli air secara berlebihan (disediakan oleh pemerintah yang diambil dari reservoir negara yang ketat atau dari pabrik air pemerintah secara distilasi atau Reverse Osmosis)
  • Meminimalkan penggunaan Flush Toilet atau mengguyur WC
  • Selalu memeriksa dan memperbaiki keran-keran air yang bocor
  • Selalu mematikan air setelah pemakaian dan tidak boleh hingga tumpah
  • Meminimalkan penggunaan mesin cuci baju dan mesin cuci piring
  • Selalu mencuci baju dengan kapasitas penuh (full load) agar lebih efisien
  • Mandi dengan cepat
  • Tidak dianjurkan mencuci mobil
  • Menggunakan air sumur untuk air wc/toilet (agar tidak mengganggu supply air minum)
  • Memeriksa dan memastikan bahwa supply air ke tangki air tidak berlebihan hingga tumpah

Oleh karena gaya hidup warga Bermuda dalam konservasi air, maka mereka pun walaupun sangat bergantung dengan alam yaitu air hujan, mereka bisa tetap maju karena kedisiplinannya. Selain itu pemerintah pun menetapkan penalty untuk undang-undang penampngan air hujan sehingga semua berjalan dengan baik.

Dengan keadaan Indonesia yang sangat subur, kita menjadi manja dan seringnya malah membuang-buang air begitu saja. Mungkin kalau warga Bermuda ke Indonesia akan kaget. Padahal di Indonesia pun ada bagian yang subur dan kebanyakan air, ada juga yang tergantung pada air hujan. Untuk daerah yang kebanyakan hujan pun sebenarnya bisa tetap menampung air hujan agar tidak banyak yang ke jalan dan menyebabkan banjir. (lihat artikel Tong Air Hujan). Oleh karena itu bagaimana caranya kita bisa mengikuti konservasi air ala Bermuda, mengatasi banjir, dan juga mengatasi kekeringan dari musim kemarau yang juga dapat melanda semua daerah Indonesia ini. Memang pemerintah dan warga harus memiliki peran masing-masing, tetapi semua harus datang dari masing-masing kita semua.

Iklan

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

LAPAN: Tahun Depan (2012) Kemarau Panjang Update. Garage Sale di Bandung

1 Komentar Add your own

  • 1. Eni iswanti  |  25 Mei, 2011 pukul 11:21

    Buat negara bermuda,,,, pindah saja ke indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,261,397 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: