Krisis Air di Yordania

28 Oktober, 2008 at 12:03 3 komentar

Peta Jordan

Peta Jordan

Krisis air di Yordania membuat negara itu memerlukan Departemen Air dan Irigasi yang merupakan hal sangat penting di negara tersebut. Bila anda masuk ke website Departemen Air dan Irigasi negara Yordania maka hal pertama yang anda baca adalah:

“Jordan is known to be one of the most water scarce countries in the world. The water shortage has become of permanent nature, meeting water demand is a challenge, and managing water resources is imperative”

Inilah bukti bahwa krisis air sudah banyak menimpa banyak negara. Sedangkan di negara kita sendiri masih begitu banyak penyimpangan dalam hal manajemen air.

Minggu lalu saya pergi ke restoran Rindu Alam II yang di dekat Cianjur. Disana, bukan saja lampu teras luar menyala di siang hari, tetapi WC pun bocor, kran wastafel tidak bisa menutup dengan baik, dll. Saya sangat sedih melihat keadaan tersebut. Mungkin kita belum terasa, tetapi kalau air di negara kita tidak disimpan dan kontrol dengan baik, maka kita pun bisa krisis air. Sebenarnya hal ini pun sudah terjadi di beberapa bagian negara kita termasuk Kabupaten Bogor. Mungkin anda tidak percaya kalau ada bagian di Kabupaten Bogor yang kesulitan air.

Bayangkan hal yang terjadi di Yordania. Air di Laut Mati sudah hampir habis, bahkan menjadi lumpur, 50 dam yang ada di negara itu sudah kosong hampir 5 tahun, bila anda di hotel di pagi hari pun air mandi tidak ada, bila anda ke WC umum maka tidak ada air untuk menyiram kotoran atau pipis, pertanian mengambil 65% dari total penggunaan air dan petani membayar mahal untuk air mereka, pencurian air dan air yang terbuang percuma bisa hingga 50%, 2000 sumur dipakai tanpa kontrol sehingga air semakin habis.

Hal ini mungkin terdengar mengerikan. Tetapi hal ini bisa terjadi pada kita juga bila tidak mengontrol pemakaian air kita dengan baik. Bayangkan pencurian air PAM yang banyak terjadi, kesulitan air di pesisir pantai (negara kita memiliki pesisir terpanjang di dunia), air yang dibuang percuma, waduk, sungai dan kali yang dipenuhi sampah tanpa rasa bersalah, dan bahkan mandi selama mungkin kalau sedang menginap di Hotel seperti aji mumpung.

Saya rasa kita juga perlu intervensi pemerintah untuk dapat meregulasi air di negara kita. Harus ada audit air dan juga tidak boleh asal punya pompa bisa menyedot air tanah. Hal ini bila diteruskan akan menghabiskan cadangan air tanah dalam kita.

Apa kita harus krisis air seperti di Yordania dahulu baru melakukan sesuatu? Ayo hemat penggunaan air kita demi masa depan yang lebih baik.

Referensi:

Jordan Environment Watch

IDRC

Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan Global.

Hijau Pangkal Hemat Rencana Pencegahan Global Warming

3 Komentar Add your own

  • 1. awam  |  31 Oktober, 2008 pukul 18:55

    trus, pada kemana ya itu air bisa sampe kering gitu.
    lari ke Indonesia kali ya

  • 2. Dhan  |  1 November, 2008 pukul 15:39

    Iya nih Indonesia. Musim kemarau kekeringan, musim hujan kebanjiran. Susah bener ya jadi negeri makmur melimpah kalau manajemennya gak pakai hati. Masa harus nunggu miskin dan kerontang dulu baru mau belajar.

    Salam kenal yak. Saya tambahin feednya ke reader buat tambahan referensi. Thanks.

  • 3. siti zuhriyah  |  5 Januari, 2011 pukul 16:09

    duh bersyukur yah kita tidak kekurangan air sedikitpun…makanya .. pergunakan air dengan sebaikbaiknya yah … sayang air dan sayang listrik .. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,272,044 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: