Posts filed under ‘Berita Lingkungan Global’
Bekas Tambang di Cina Jadi Hotel Bergaya Futuristik

Bekas tambang di daerah Songjiang, Cina sedang direncanakan untuk membuat sebuah hotel bergaya futuristi. Bekas tambang tersebut memiliki kedalaman 100 meter dibawah tanah. Hotel Songjiang di-desain dengan memperhatikan segala aspek lingkungan. Mulai dari atapnya yang berupa taman atap (green roof) sehingga akan lebih dingin pada musim panas, dan lebih hangat pada musim dingin, sampai pada pemanfaatan tenaga panas bumi (geothermal) untuk keperluan listriknya. (lebih…)
McDonald’s Menggunakan Minyak Goreng Bekas Untuk Truk
McDonald’s adalah perusahaan yang banyak orang anggap sebagai penanggung jawab atas kegemukan dunia. Memang untuk yang tinggal di luar negeri, dan sudah dimulai di Indonesia, makan makanan fast food adalah pilihan yang mudah dan cepat yang tanpa kita sadari menggunakan minyak gorengnya.
Sekarang paling tidak mereka cukup produktif untuk menggunakan sisa-sisa minyak goreng yang sudah terpakai itu sebagai bahan bakar untuk armada truk McDonald’s di negara Inggris.
Dalam 12 bulan, McDonald’s berencana untuk membuat sendiri BBM yang akan cukup untuk mensupply 155 armada truk mereka dan kemungkinan besar masih tersisa sehingga bisa dijual kembali ke masyarakat. (lebih…)
Klub Fitness Di Hong Kong Menghasilkan Energi
Jaman sekarang semakin banyak orang yang kegemukan. Bukan karena makanan fast food saja tetapi juga karena kita malas untuk jalan kecuali di mal. Karena itu generasi muda kita semakin mementingkan kesehatan dan ikut membership di Klub fitness. Saya pernah menulis bahwa treadmill menghabiskan banyak energi dan kita lebih baik olah-raga di rumah saja.
Di Hong Kong, dimana orang juga semakin perhatian pada penampilan tetapi tidak mau kekurangan pasokan listrik, maka ada Klub Fitness disana yang memberikan solusi canggih. Mereka memakai alat-alat olahraga yang sudah dipasangkan generator listrik yang dihubungkan untuk memberi pasokan listrik ke Klub Fitness itu sendiri. (lebih…)
Ecoseksual
Beberapa tahun terakhir adalah tahun untuk para Metroseksual, dimana mereka adalah orang-orang perkotaaan yang biasanya sangat peduli dengan penampilan mereka. Metroseksual juga biasanya dipakai untuk menjelaskan mengenai pria yang ingin tampil sempurna baik secara fisik yang atletis dan aksesoris penampilan seperti baju dan lainnya yang ok. Yah pokoknya yang seperti begitulah. Dan hal ini terjadi di kota-kota semua negara.
Nah sekarang yang lain ngetren adalah Ecoseksual dimana mereka adalah orang-orang perkotaan yang peduli akan lingkungan. Mereka juga biasanya eksekutif muda yang sukses sehingga mereka memiliki waktu dan uang untuk membeli hal-hal yang ramah lingkungan. Karena seperti yang saya katakan di artikel sebelumnya, menjadi ramah pada lingkungan itu bisa jadi mahal juga. Mereka ini juga akan ingin memiliki pasangan yang juga peduli akan lingkungan, dan walaupun tidak harus menjadi aktivis lingkungan, mereka akan mencoba memakai cat tembok yang tanpa timbal, senang pada tanaman, mungkin punya pojokan taman dengan kompos, dan memakai tissue yang bisa didaur ulang.
Mungkin saya dan anda bisa dikategorikan pada ecoseksual juga dan hal ini bukan menjadi hal yang jelek, tetapi juga sesuatu yang bisa memberikan semangat karena dengan menjadi ecoseksual kita bukan jadi sok cinta lingkungan, tetap normal-normal saja, tetapi tetap berusaha untuk berbuat hal-hal yang bisa membantu lingkungan. Hal-hal yang saya kemukakan di blog ini tidak terlalu aneh juga untuk diikuti tetapi hasilnya akan sangat besar bila diikuti oleh banyak orang.
Jadikan motto 2007 menjadi Trendi Dan Tetap Ramah Lingkungan. Ini baru menjadi warga perkotaan yang baik.
Apartemen bertenaga matahari
Ini dia apartemen bertenaga matahari yang seluruh atapnya ditutupi dengan panel tenaga matahari. Setiap panel bisa menghasilkan 1530 KwH per tahun untuk setiap apartemen. Selain itu apartemen ini juga menggunakan sistem pompa air yang ramah lingkungan untuk menghasilkan air panas. Lihat situsnya Grandia Solare.
Penelitian untuk efisiensi energi

Hampir setiap hari kita membaca artikel mengenai energi alternatif yang baru dan juga tren mengenai bio-diesel serta bio-ethanol. Pada kenyataannya, efisiensi energi dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar. Inilah yang kita sebut sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Efisiensi energi yang dimaksud adalah seperti penghematan energi mulai dari lampu hemat energi, penggunaan air yang lebih sedikit, pembuatan bangunan yang ramah lingkungan dengan daur ulang air, penggunaan AC yang lebih sedikit, dan lainnya.
Disebutkan bahwa 3 penghasil CO2 terbanyak adalah bangunan, mobil dan industri. Kita bisa coba konsentrasi ke 3 hal ini juga untuk mengurangi pemakaian energi. Bangunan perumahan tempat kita tinggal harus dapat kita teliti penggunaan energi yang terbesar dan berusaha untuk mengurangi. Untuk mobil, kita coba sebanyak mungkin tidak menggunakannya, dan untuk industri, bagi anda yang memiliki pabrik, anda harus membuat program efisiensi secara berkesinambungan. Yang baik untuk lingkungan juga baik untuk penghematan yang akhirnya menambah keuntungan juga.
Kapal Bertenaga Surya. Bisa jadi solusi angkutan air kita.
Sebuah pencapaian yang luar biasa! Kapal laut bernama Sun21 akhirnya berlabuh di Kota new York setelah menghabiskan 6 bulan berlayar dari kota Basal di Swiss. Yang luar biasa adalah kapal ini tidak memakai bahan bakar minyak sama sekali. Bukan hanya motor kapal tetapi semua peralatan yang ada di kapal seperti komputer, sistem radar dan navigasi, radio, telepon satelit, kamera video, hingga sikat gigi elektrik memakai energi yang dihasilkan dari panel tenaga surya yang dipasang di atas kapal. Tenaga matahari diambil dari 48 panel tenaga surya dengan kemampuan menghasilkan 214 watt per panel pada puncaknya. Jadi total bisa menghasilkan 10,272 watt energi. Selama perjalanannya sepanjang 11,300 km melintasi Samudera Atlantik, kapal Sun21 menghasilkan sekitar 2000 KwH energi. Kapal Sun21 memiliki bobot sekitar 12 ton dengan panjang 14 meter. (lebih…)
Krisis Jagung! Inflasi besar sudah semakin dekat…

Kompas hari ini ada artikel “Harga Pakan Terus Naik, Peternak Unggas terancam gulung tikar”. Saya sudah sebutkan sebelumnya bahwa keadaan komoditi yang terus naik akan sangat memprihatinkan untuk masyarakat. Disebutkan bahwa harga jagung internasional telah naik 80% selama setahun dari 130 dolar amerika menjadi 235 dolar amerika. Sudah dipastikan bahwa bila harga jagung, yang menjadi 50% bahan dasar pembuatan pakan akan menaikkan harga pakan tersebut, dimana karena harga jual ayam tidak dapat naik, maka merekapun tidak sanggup untuk membeli pakan tersebut. Bila petani juga banyak yang gulung tikar, berkurangnya supply ayam dipasaran pun akan menaikkan harga.
Kita harus dapat memperbanyak produksi jagung lokal untuk dapat mengurangi import jadung kita yang sangat besar. Kita harus dapat mencontoh Kabupaten Gorontalo yang telah sukses memproduksi jagung secara professional.
Ini bukan di Indonesia saja. Jepang pun sudah kewalahan. Mereka mengimpor 16 juta ton jagung, yang 95% dari Amerika. 75% mereka pakai untuk pakan. Ini sudah menjadi wabah global. Kita harus stop pemakaian jagung untuk ethanol. Presiden Amerika George Bush menginginkan pengurangan beban terhadap BBM sehingga dia mengatakan untuk menaikkan produksi ethanol 7 kali lipat dalam 10 tahun mendatang. Jangankan pakan, minuman soda pun memakai pemanis dengan bahan dasar jagung, jadi harga Coca-cola, pepsi dan semua minuman itu juga akan naik.
Ini beberapa contoh kejadian di seluruh dunia:
– Meksiko: harga tortilla naik 60%
– China: harga daging babi naik 20% dan telur telah naik 16%
– India: harga makanan secara umum naik 10%
Secara umum, inilah gambaran persentase input jagung dengan harga yang dibayar oleh konsumen
– Cereal dan biskuit: 4% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging sapi: 48% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging babi: 27% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Daging ayam: 50% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Produk dari susu/keju: 38% dari harga yang dibayar oleh konsumen
– Minyak: 15% dari harga yang dibayar oleh konsumen
Bagaimana dengan Indonesia nanti? Sudah begitu banyak orang yang kesulitan membeli makanan yang baik dan bergizi. Bila hal ini terjadi, maka dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.


















Komentar Terbaru