Posts filed under ‘Fakta Lingkungan’
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Makro Ekonomi
Disadur dari situs Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia, Boediono, membuka seminar internasional “Macroeconomic Impact of Climate Change: Opportunities and Challenges” di Nusa Dua, Bali yang berlangsung pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2008. Seminar yang digagas Bank Indonesia bersama dengan ADB, UNDP, GTZ, IMF, dan USAID ini membahas dampak perubahan iklim terhadap makro ekonomi. Studi dari Stern (2006) melaporkan bahwa Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global dapat turun sampai 1% akibat iklim yang ekstrim. Hal buruk yang dapat terjadi adalah pendapatan perkapita dapat turun hingga 20%. “Perubahan iklim akibat pemanasan global mempengaruhi sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa yang pada gilirannya membawa dampak terhadap perekonomian”, tandas Gubernur Bank Indonesia, Boediono, pada pembukaan seminar. (lebih…)
Flyer Daftar Aman Penggunaan Plastik
Tambahan dari artikel mengenai plastik “Hati-hati dengan bahaya plastik“, flyer ini memberi gambaran lebih lanjut mengenai plastik mulai dari klasifikasi, komposisi, dan spesifikasi kandungan yang berbahaya. Klik pada gambar untuk mendownload.
sumber: milis greenlifestyle
Pertumbuhan Penduduk: Ancaman Terbesar Masalah Lingkungan

“We must alert and organise the world’s people to pressure world leaders to take specific steps to solve the two root causes of our environmental crises – exploding population growth and wasteful consumption of irreplaceable resources. Overconsumption and overpopulation underlie every environmental problem we face today.”
Jacques-Yves Cousteau
Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia. Setiap orang memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Kalau populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Tetapi kenyataannya adalah populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berimbas pada kualitas hidup manusia yang rendah.
Antara 1960 dan 1999, populasi bumi berlipat ganda dari 3 milyar menjadi 6 milyar orang. Pada tahun 2000 populasi sudah menjadi 6.1 milyar. PBB memprediksi bahwa populasi dunia pada tahun 2050 akan mencapai antara 7.9 milyar sampai 10.9 milyar, tergantung ada apa yang kita lakukan sekarang. Dapatkah anda bayangkan berapa banyak bahan pangan, lahan untuk pertanian, lahan untuk perumahan, dan barang konsumsi lainnya yang dibutuhkan oleh penduduk yang begitu banyak? (lebih…)
Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai. (lebih…)
Fakta Sampah Jakarta. Membangun Candi Borobudur Setiap 2 hari.
Fakta tentang sampah di Jakarta (diambil dari Unilever Peduli)
- Data terakhir Dinas Kebersihan Jakarta, menunjukkan jumlah sampah Jakarta sampai saat ini ± 27.966 M³ per hari.
- Sekitar 25.925 M³ sampah diangkut oleh 757 truk sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
- Sisa sampah ± 2041 M³ yang tak terangkut menjadi masalah yang masih menunggu untuk segera diatasi.
- Sampai kini, Jakarta masih sangat bergantung terhadap satu-satunya TPA di Bantar Gebang.
Jadi kalau mau kita hitung. Penduduk DKI Jakarta dapat membangun 1 Candi Borobudur setiap 2 Hari dari tumpukan sampah. Dalam setahun, kita dapat membangun 185 buah Candi Borobudur. Wow… (Volume Candi Borobudur adalah 55.000 M³) (lebih…)
Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel
Saya baru saja menemukan Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel yang dikeluarkan oleh Yayasan Pelangi Indonesia pada tahun 2005 tetapi masih sangat relevan untuk saat ini. Menurut website Yayasan Pelangi, “buku ini berisi panduan praktis — dari proses perencanaan hingga implementasi — bagi hotel, baik besar maupun kecil, untuk menjalankan program efisiensi energi.”
Menurut saya buku ini benar-benar bagus dan walaupun ini adalah panduan untuk di hotel, tetapi semua orang harus mengetahui karena banyak hal yang bisa diimplementasikan di perkantoran, rumah sakit, dan lainnya seperti untuk pendataan dan pencatatan semua beban energi. Audit ini akan sangat berguna bagi banyak orang.
Selain itu juga ada petunjuk mengenai AC, lampu dan boiler serta manajemen dari setiap bagian yang ada di hotel.
Download dari link “Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel (1.82 Mb)” untuk mengetahui lebih banyak.
STOP: Perayaan dengan melepas balon ke udara!
Banyak perayaan dimulai dengan melepas balon ke udara. Kelihatannya sih bisa dibilang bagus, apalagi kalau warna warni. Tetapi apa yang terjadi setelah balon terbang ke udara?
Kita mungkin tidak pernah memikirkan hal-hal seperti ini, tetapi faktanya adalah balon-balon tersebut bisa terbawa angin hingga akhirnya jatuh ke laut. Di laut, dengan adanya reaksi kimia antara balon dan air laut yang asin akan menyebabkan balon berubah warna menjadi transparan sehingga mirip dengan ubur-ubur. Balon yang sudah menjadi transparan walaupun masih berwarna, bila goyang-goyang akan terlihat seperti binatang laut dan bisa termakan oleh penyu laut, burung, hingga ikan paus sehingga menghambat lambung dan bisa mematikan hewan-hewan tersebut. (lebih…)
Fakta Daging Sapi
Saya sudah pernah tulis sebelumnya bahwa Ayam adalah daging yang lebih ramah lingkungan karena daging lainnya seperti daging sapi lebih memerlukan banyak input (makanan) untuk mendapatkan jumlah output (daging) yang sama seperti ayam yang disebabkan oleh faktor pencapaian umur sewaktu dipotong. Memang secara global semua produksi daging seperti sapi, babi, ayam dan ikan bertanggung jawab untuk +/- 20% untuk gas yang menyebabkan pemanasan global (global warming) yang terdiri dari 9% gas CO2, 37% gas metana dan 65% gas nitro oksida. Gas metana adalah 23 kali lipat lebih berbahaya dari CO2 dan gas nitro oksida 296 kali lipat lebih berbahaya dari CO2.
Komparasinya adalah: Gas metana yang diperlukan untuk memproduksi 170 gram daging sapi dapat disamakan dengan gas karbon dioksida yang dihasilkan dari pemakaian lampu pijar selama 100 jam! Itu baru produksinya saja, belum ditambah biaya transportasi dan biaya masak dengan tabung gas.
Fakta berikutnya,





















Komentar Terbaru