Posts filed under ‘Lingkungan Rumah’
Dari Blog Lestia: Bawa Kotak Makanmu Sendiri!
Cuplikan dari artikel di Blog Lestia, seorang guru SD.
“Anak-anak mencanangkan (aduh bahasanya) gerakan membawa kotak makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik dari jajan makanan.“
“Pada adik-adik TK, anak-anak kelas 5 makin ramah, “Halo, namanya siapa? Pinter sekali… nanti kalau jajan jangan lupa bawa kotak sendiri ya? Jadi sampahnya tidak tambah banyak”.“ (lebih…)
Pupuk Air Sisa Rebus Telur
Telur adalah salah satu sumber protein yang sangat penting. Oleh karena itu sejak kecil pun kita sering diberikan Telur Rebus, mungkin sampai dewasa pun kita jadi senang makan telur rebus sebagai sarapan pagi.
Biasa anda apakan air sisa rebusan telur? Hampir semua orang pasti membuang air tersebut begitu saja.
Ternyata… air sisa rebusan telur tersebut dapat di gunakan sebagai pupuk tanaman. (lebih…)
Contoh Rumah Dengan Taman Atap
Ini adalah sebuah contoh rumah dengan taman atap yang sangat bagus. Rumah dibuat dengan design minimalis. Bisa dilihat bahwa di atas dan di samping terdapat banyak taman sehingga ketika hujan pun air bisa terserap dan tidak langsung masuk ke selokan yang akhirnya mengurangi potensi banjir. Rumah ini saya potret di Jakarta. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi agar semakin banyak orang membuat taman atap.
Pendidikan di rumah tangga masing-masing
Pendidikan peka lingkungan harus dimulai dari tempat yang terdekat dan terkecil yaitu keluarga. Ini termasuk istri, anak, orang tua (bila ada) dan juga pembantu rumah tangga. Peka lingkungan bukan hanya dimaksud untuk orang yang tidak berpendidikan dan memiliki tingkat sosial yang rendah atau tidak berkecukupan karena banyak sekali juga orang kaya dengan mobil mewah yang membuang sampah sembarangan dimana-mana.
Tetapi ada beberapa hal dimana orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi dapat memiliki kepekaan terhadap lingkungan yang lebih baik. Dan bila anda membaca blog ini dapat dipastikan anda cukup berpendidikan hingga bisa memakai internet dan bisa sampai ke blog ini.
Yang sering kita lupakan adalah kontrol terhadap rumah tangga kita. Kita bisa saja selalu mengingatkan dan memberi wejangan kepada anak-anak, tetapi kalau di luar rumah mereka terbiasa melihat orang buang sampah sembarangan akhirnya sampai di rumah lupa lagi. Oleh karena itu kita harus bisa memberi contoh dan mengingatkan kembali hingga seperti mem-brainwash. (lebih…)
Carrefour Menjual Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik
Sudah sejak Mei 2007 saya menulis mengenai “Solusi Sampah Plastik Kita” dimana sampah plastik kita yang sangat banyak dan juga menyumbat saluran air, tanggul dan malah yang ekstrim merusak turbin PLTA di waduk adalah kantong plastik belanja atau kita sebut kantong kresek karena bunyinya srek kesrek kesrek. 🙂
Ternyata saya mendapat info dari teman bahwa Carrefour di Bandung menjual tas belanja pengganti kantong plastik seperti pada gambar. Carrefour sebagai hypermarket besar dengan jumlah penjualan yang tinggi di Jakarta dan Bandung juga kontributor sampah kantong plastik belanja. Katanya sih harganya Rp. 10.000,– dan kalau rusak bisa dibawa kembali ke Carrefour untuk minta diganti. Saya belum confirm hal ini tetapi kedengarannya ok banget. (lebih…)
Dilema Kertas Kado
Sudah beberapa lama saya berfikir cara yang terbaik untuk memberikan kado. Cara kita memberi hadiah adalah dengan dibungkus kertas kado sehingga barang yang akan kita berikan tidak terlihat. Itulah intinya. Agar barang tidak terlihat dulu dan ada surprise effect.
Saya yakin anda pernah juga berfikir,”Wah sayang banget kertas kado cuma dipakai sekali langsung dirobek-robek, tidak bisa dipakai lagi.” Dan memang kita yang membeli kertas kado pun sebal karena ini sama saja seperti merokok. Kertas kita beli hanya untuk dibuang. Tetapi kalau kita tidak memakai kertas kado seperti barbar saja. Apakah tidak ada alternatif lain? (lebih…)
Tidur Nyaman dan Hemat (kalau udara luar adem)
Dulu saya sudah berubah dari memakai comforter tebal jadi memakai selimut tipis sehingga saya juga bisa menaikkan temperatur AC. Setelah itu saya juga mulai memakai timer dimana AC akan mati 1 jam sebelum waktunya bangun karena dalam 1 jam itu juga kamar masih cukup dingin.
Di musim hujan ini, ternyata ada beberapa hari dimana saya sama sekali tidak memakai AC dan hanya membuka jendela kamar tidur. Tetapi ternyata kalau sedang tidak hujan dan udara luar cukup adem, saya memulai kebiasaan baru dengan memasang timer hanya 1 jam saja. Jadi saya sudah buka jendela dari awal, AC akan menyala selama 1 jam pertama, sehingga dengan asumsi dalam 1 jam tersebut saya sudah tertidur, dan selebihnya hanya menggunakan udara luar. Ternyata di pagi hari pun temperatur kamar tetap adem, malah agak dingin walaupun tidak hujan. Memang belum tentu bisa setiap hari, tetapi kalau bisa sebanyak mungkin kenapa tidak.
Dengan menggunakan AC, bukan hanya kita menghemat listrik, tapi saya rasa juga baik untuk kesehatan kita. Memang saya bukan dokter tapi banyak yang bilang kulit jadi kering, bisa rematik, dll. Kalau bisa hemat dan lebih sehat kan bagus dong.
Ngompos di rumah yuk.
Senangnya sudah bisa ngompos (membuat kompos) di rumah. Komposter sudah dimulai sejak 2 bulan lalu tetapi masih masa percobaan takut gagal kalau langsung di tulis di blog. 🙂
Komposter saya beli dari Bp. Sukamto yang tinggal di Jakarta Pusat dengan kapasitas 60 liter beserta cairan Boisca sebagai bioaktifator bakteri kompos.
Komposter, mungkin tidak terlalu terlihat pada gambar, saya letakkan di bawah pohon jambu biji yang sudah cukup besar sehingga terlindung dari cahaya matahari langsung. Dalam proses pengomposan bakteri akan membuat bagian dalam komposter menjadi panas karena adanya proses pembusukan dan kelularnya gas metana. (lebih…)



















Komentar Terbaru