Posts filed under ‘Lingkungan Rumah’
Makan pagi sehat ala pangan asli Indonesia
Nasi, roti dan mie adalah favorit kita untuk makan pagi terutama untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan. Namun sebenarnya ada begitu banyak makanan alternatif baik untuk makan pagi maupun siang dan malam. Tetapi kenapa saya tekankan makan pagi, karena kebanyakan kita bisa makan pagi di rumah, atau bawa dari rumah. Tetapi makan siang dan malam belum tentu. Selain itu acara makan pagi di akhir pekan bisa menjadi acara keluarga yang baik untuk mengenalkan makanan sehat khas Indonesia kepada keluarga kita.
Beberapa contoh adalah Ubi Cilembu Madu bakar, Jagung manis rebus atau bakar, Ubi jalar goreng, Kentang rebus, Pisang Goreng dengan tabur meisyes coklat, Kacang goreng, Singkong rebus atau goreng, dan lainnya. Bisa juga kita makan gado-gado atau ketoprak tetapi nasi diganti dengan jagung atau singkong.
Dengan mengganti makanan pokok kita dengan bahan alternatif selain nasi, maka kita pun dapat membantu negara kita mencapai swasembada pangan dan juga mengembangkan industri umbi-umbian.
Please”, Jangan Bergantung pada Nasi…
Disadur dari Kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam momen peringatan Hari Pangan Sedunia atau World Food Day 2010 yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, pemerintah bersama sejumlah institusi terkait kembali mengangkat tema “Kemandirian Pangan untuk Memerangi Kelaparan”. Peringatan melalui seminar internasional yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan digelar di Hotel Borobudur, Kamis (21/10/2010).
Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo mengatakan, pemerintah membagi strategi memerangi kelaparan dalam langkah-langkah jangka pendek serta jangka menengah dan panjang. Namun, menurut dia, pemerintah sangat berkonsentrasi dengan upaya diversifikasi pangan sebagai bagian dari langkah jangka panjang.
“Ini yang selalu kami ulang. Kita punya banyak sumber karbohidrat yang lain, jadi tolong jangan terlalu bergantung pada nasi. Kita punya ubi jalar, singkong, kalau dimakan dengan lauk yang lain, juga tinggi proteinnya,” ungkapnya dalam bahasa Inggris.
Indroyono mengatakan, Indonesia memiliki setidaknya 77 bahan makanan lokal yang mengandung karbohidrat yang hampir sama dengan nasi sehingga bisa dijadikan substitusi. Oleh karena itu, gerakan diversifikasi pangan sebetulnya tidak terlalu sulit. “Sulit kalau tidak ada kemauan kita bersama. Apalagi kalau dulu, Maluku, misalnya, sudah terbiasa makan sagu, sekarang bergeser ke nasi,” tambahnya.
Menurut Indroyono, pemerintah sudah menggalakkan sejumlah gerakan untuk mengganti konsumsi nasi dan gandum dengan makanan-makanan seperti roti dan mi berbahan baku lokal, seperti dari ubi jalar, sagu, dan singkong. “Kalau kita mau memiliki ketahanan pangan, kita harus mengarahkan semua itu lokal. Karena kalau enggak, kita enggak kuat dan bergantung pada impor. Gandum kan impor,” ujarnya.
Link ke artikel serupa:
Re-use Aluminium Foil Anda
Alumunium foil adalah lembaran aluminium tipis yang dapat dipakai untuk berbagai macam aplikasi memasak ataupun lainnya. Salah satu keuntungan dari menggunakan aluminium foil adalah karena sifatnya yang dapat digunakan kembali hingga beberapa kali. Sebenarnya aluminium foil dapat di daur ulang seperti kaleng aluminium yang dapat dilebur dan menjadi bahan aluminium yang dapat digunakan kembali untuk membuat berbagai produk mulai dari kuali, panci, dll. Tetapi bila kaleng aluminium bekas minuman sudah banyak ditampung dan di daur ulang, aluminium foil lebih tidak banyak di daur ulang karena kebanyakan adalah bekas pemakaian dapur sehingga lebih kotor, berminyak, dll walaupun secara bahan dapat diproses. Tetapi sifat aluminium foil sendiri dapat digunakan berkali-kali, tidak seperti pembungkus dari plastik yang lebih cepat dibuang.
Bila anda menggunakan aluminium foil untuk menyimpan atau memasak makanan, maka anda dapat cuci aluminium foil tersebut kembali dengan sabun cuci piring/detergent (Tetapi harus diingat untuk tidak menggunakan aluminium foil bekas membungkus daging mentah). Intinya adalah, jangan langsung buang aluminium foil yang anda pakai.
Beberapa ide untuk menggunakan kembali aluminium foil:
- Mempertahankan kehangatan roti. Anda dapat bungkus roti anda dengan aluminium foil sebelum anda bungkus dengan serbet/kain pembungkus. Aluminium foil memantulkan kembali panas yang dihasilkan dari roti hangat tersebut sehingga bisa mempertahankan suhu dengan baik
- Dipakai kembali untuk membungkus atau menutup makanan. setelah aluminium foil anda cuci dengan deterjen dan di ratakan dengan benda berat/tangan anda (hati-hati jangan sampai robek) maka aluminium foil dapat digunakan kembali seperti baru. Hal ini dapat dilakukan terus berkali-kali. (lebih…)
Pasang Kipas Angin Lebih Baik daripada AC?
Disadur dari Kompas.com
Cuaca yang panas sering kali membuat kita ingin mendekam terus di dalam rumah sambil memasang pendingin udara (AC). Jendela kamar tidur Anda bahkan jarang sekali dibuka karena AC terus menyala sepanjang hari. Anda kurang menyukai penggunaan kipas angin karena ketika bangun tidur perut Anda sering kali jadi kembung atau kepala jadi pusing.
Karena selalu dalam keadaan tertutup, kamar tidur jadi terasa pengap ketika AC tidak dinyalakan. Dan karena selalu menggunakan pendingin udara, kita juga jadi melupakan kipas angin. Padahal, kipas angin terbukti lebih baik daripada air conditioner, dan lebih sehat untuk kita. Ingin tahu kenapa? Adakah tips agar Anda bisa memaksimalkan penggunaannya? (lebih…)
Copot Popok
Anak-anak bayi sekarang sudah tentu kebanyakan menggunakan popok. Tergantung keluarga masing-masing, ada yang memakai popok kain yang dapat di cuci kembali atau popok sekali pakai yang walaupun mudah dan nyaman tetapi mahal dan menghasilkan sampah yang cukup banyak. Sampah popok bukan saja sangat sulit terdaur ulang, tetapi juga menjadi sampah yang sangat bau dan mencemari lingkungan.
Oleh karena itu para orang tua harus menstrategikan cara copot popok sesegera mungkin. Sebenarnya copot popok ini bukan saja merupakan skill yang penting untuk anak tersebut, tetapi juga akan terasa nyaman untuk anak itu. Selain itu tentunya banyak pengeluaran yang dapat di hemat dari tidak membeli popok lagi.
Tetapi cara copot popok itu berbeda dari anak yang satu dengan yang lain. Biasanya anak sudah dapat mengatur otot untuk buang air kecil di umur 18 bulan, walaupun tidak selalu begitu. Tidak mudah untuk memaksakan dan tergantung kesiapan anak tersebut.
Beberapa tips untuk copot popok:
- Anak anda sudah dapat mengerti arti dari buang air kecil dan besar serta bedanya
- Mulai mengenal kamar kecil di rumah anda
- Lebih baik ada kesiapan fisik seperti bisa buka celana sendiri dan berjalan ke kamar kecil
- Bisa diberi insentif seperti permen dalam tahap-tahap awal
Apakah anda juga memiliki pengalaman dengan tips-tips lainnya?
Yang pasti, anda sebagai orang tua harus sabar dalam hal ini dan tidak memaksakan. Tetapi bila anda berhasil, maka saya yakin bahwa anda akan sangat bangga terhadap anak anda dan diri anda juga. Dengan hal ini, tentu saja anda akan membantu mengurangi sampah-sampah popok yang sangat mencemari lingkungan. Selamat mencoba.
Bagaimana kualitas jajanan di sekolah anak anda?
Ilmu pengetahuan mengenai penyakit, kesehatan dan gizi sudah semakin berkembang dan mendapatkan penelitian yang dapat membuktikan bahwa asupan makanan yang kita makan sehari-hari akan berdampak pada penyakit yang mungkin tidak kita rasakan saat kita kecil, tetapi akan lebih terasa pada saat kita sudah semakin berumur.
Mengapa kalau kita lihat orang tua jaman dahulu bisa terlihat segar dan sehat? Banyak yang diteliti seperti di Jepang pun ternyata karena kebiasaan makanan sehari-hari. Buku-buku mengenai pencegahan penyakit pun bersumber pada makanan yang bergizi dan bermutu.
Tetapi kita sering lupa bahwa seperti juga kita pada saat kecil jajan di sekolah, anak-anak kita pun jajan di sekolah tanpa adanya kontrol dari orang tua. Padahal makanan pada saat pertumbuhan itu adalah sangat penting. Jajanan tersebut dapat mengandung bahan-bahan yang tidak sehat dan malah mematikan, tetapi karena kandungannya sedikit maka efeknya pun tidak langsung. Kadang kita hanya takut bahwa jajanan jalanan itu berpenyakit karena banyak lalat, cara penyimpanan yang tidak baik, penanganan perangkat makan seperti piring dan sendok yang kotor, penjual yang sehabis menerima uang langsung memegang makanan, dll. Ternyata makanan saat ini banyak mengandung bahan berbahaya seperti pewarna untuk tekstil, formalin, dan zat pengawet lainnya. (lebih…)
Media Tanam/Pupuk Ampas Kopi dari Starbucks
Kedai kopi Starbucks di Jakarta memiliki program “Grounds For Your Garden” yang sudah dijalankan oleh Starbucks di seluruh dunia sejak tahun 1995 yaitu untuk memberikan secara cuma-cuma ampas kopi dari kedai tersebut yang dapat digunakan sebagai media tanam dan pupuk. Ampas kopi di masukkan dalam plastik 2 kg-an dan dapat diambil gratis. Kebetulan foto yang saya ambil ini dari Starbucks di Plaza Senayan, Jakarta. Saya tidak tahu apakah hal ini dilakukan di semua kedai Starbucks yang lain.
Ampas kopi ini dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Potasium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan. Ampas kopi ini dapat ditebarkan di taman dan pot anda sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu ampas kopi juga mengandung magnesium, sulfur dan kalsium yang dapat berguna untuk tanaman.
Program ini akan sangat baik bila dapat diikuti oleh kedai-kedai kopi lainnya karena ampas kopi maupun sisa pembuatan kopi espresso sangat banyak dan sangat disayangkan bila dibuang begitu saja. Selain kedai kopi, banyak perusahaan juga menyediakan kopi sendiri sehingga ampas kopinya dapat dikumpulkan dan diambil oleh karyawan yang mau mengambil. Oleh karena itu, hal ini juga dapat menjadi salah satu program CSR dan juga pelestarian lingkungan untuk reduce, reuse, recycle yang baik untuk perusahaan dan sebagai marketing yang baik untuk kedai-kedai kopi dan restoran juga.
Selain perusahaan, banyak juga orang yang membuat kopi di rumah dan membuang ampas begitu saja. Untuk anda yang suka minum kopi maupun teh dirumah, jangan buang ampasnya, anda bisa langsung campur ampas-ampas tersebut untuk kebun anda. Pastinya anda bisa menghemat membeli pupuk dan rumah akan semakin hijau.
Cuci Piring Sendiri Agar Lebih Peduli
Di jaman sekarang kebanyakan pekerjaan rumah tangga tidak dilakukan sendiri lagi tetapi menggunakan pembantu rumah tangga seperti untuk urusan mencuci piring. Memang hal ini akan mempercepat pekerjaan dan meringankan beban dibandingkan dikerjakan sendiri. Tetapi hal ini dapat membuat kita tidak menghargai sisa-sisa makanan yang terbuang karena kita tanpa kita sadari ternyata sisa makanan yang kita buang itu cukup banyak.
Kadang makanan kita sisa sedikit dan merasa kenyang langsung dibuang, mengambil saus banyak-banyak tetapi kita termakan semua, makanan terlalu keras disisakan.
Kalau kita cuci sendiri makanan kita, maka kita akan lebih menyadari seberapa banyak makanan yang kita buang begitu saja, termasuk sisa-sisa nasi yang menempel di piring. Kalau kita hitung ternyata hal ini cukup banyak juga. (lebih…)

















Komentar Terbaru