Copot Popok

23 Juni, 2010 at 18:01 5 komentar

Anak-anak bayi sekarang sudah tentu kebanyakan menggunakan popok. Tergantung keluarga masing-masing, ada yang memakai popok kain yang dapat di cuci kembali atau popok sekali pakai yang walaupun mudah dan nyaman tetapi mahal dan menghasilkan sampah yang cukup banyak. Sampah popok bukan saja sangat sulit terdaur ulang, tetapi juga menjadi sampah yang sangat bau dan mencemari lingkungan.

Oleh karena itu para orang tua harus menstrategikan cara copot popok sesegera mungkin. Sebenarnya copot popok ini bukan saja merupakan skill yang penting untuk anak tersebut, tetapi juga akan terasa nyaman untuk anak itu. Selain itu tentunya banyak pengeluaran yang dapat di hemat dari tidak membeli popok lagi.

Tetapi cara copot popok itu berbeda dari anak yang satu dengan yang lain. Biasanya anak sudah dapat mengatur otot untuk buang air kecil di umur 18 bulan, walaupun tidak selalu begitu. Tidak mudah untuk memaksakan dan tergantung kesiapan anak tersebut.

Beberapa tips untuk copot popok:

  1. Anak anda sudah dapat mengerti arti dari buang air kecil dan besar serta bedanya
  2. Mulai mengenal kamar kecil di rumah anda
  3. Lebih baik ada kesiapan fisik seperti bisa buka celana sendiri dan berjalan ke kamar kecil
  4. Bisa diberi insentif seperti permen dalam tahap-tahap awal

Apakah anda juga memiliki pengalaman dengan tips-tips lainnya?

Yang pasti, anda sebagai orang tua harus sabar dalam hal ini dan tidak memaksakan. Tetapi bila anda berhasil, maka saya yakin bahwa anda akan sangat bangga terhadap anak anda dan diri anda juga. Dengan hal ini, tentu saja anda akan membantu mengurangi sampah-sampah popok yang sangat mencemari lingkungan. Selamat mencoba.

Iklan

Entry filed under: Belajar Hijau, Lingkungan Rumah. Tags: , , , .

Bagaimana kualitas jajanan di sekolah anak anda? Budayakan membeli buah-buahan lokal

5 Komentar Add your own

  • 1. selly  |  25 Juni, 2010 pukul 08:34

    terkadang sulit memeng untuk melepas popok apalagi ketika sedang bepergian..
    namun mengurangi penggunaannya itu lebih baik..

  • 2. selly  |  25 Juni, 2010 pukul 08:45

    wah dibalik manfaatnya yg praktis untk bepergian sang bayi, ternyata bahaya untuk lingkungannya lebih besar ya..

  • 3. zakki  |  25 Juni, 2010 pukul 09:35

    makasih info buat dedenya ^_^

  • 4. yuli45com  |  21 Juli, 2010 pukul 10:49

    yah… kalo menurutku hal2 yang seperti itu tergantung naluri seorang ibu…

  • 5. Chandra  |  5 Agustus, 2010 pukul 04:38

    Aku setuju kalo mulai 1 tahun ,anak di kenalkan pipis di pispot. Caranya bisa melalui baca cerita tentang pipis di pispot dan memberi hadiah pispot dengan warna kesukaan anak. Sekarang di pasaran sudah banyak tersedia pispot dengan bentuk dan varian yang bervariasi. Memang perlu proses agar anak mau pipis di pispot. Namun bukan berarti tidak mungkin. Buktinya anak saya sudah pintar bilang pipis / bab Bahkan ketika di atas pesawatpun dia minta pipis di toilet. Dia juga jarang sekali pipis di kasur ketika tidur malam / tidur sang. Biasanya di bilang mau pipis kalo udah kebelet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,244,011 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: