Posts filed under ‘Manifesto Hijau’
Stop Merokok. Bukan Karena Asapnya, Tapi Proses Pembuatannya.
Semua barang yang kita konsumsi memerlukan energi dalam proses pembuatannya. Dari yang termudah seperti memakan strawberry yang kita petik sendiri sampai kertas yang kita pakai sehari-hari. Seperti tanaman lainnya, strawberry memerlukan waktu untuk tumbuh dan dalam perjalanannya memerlukan air, pupuk dan tenaga manusia juga. Kertas mungkin memiliki rantai yang lebih panjang, dari penanaman pohon, penebangan, lalu melalui semua proses yang ada di pabrik yang memerlukan banyak sekali energi, sampai transportasi ke tempat dimana kertas itu kita pakai, dan kita buang.
Paling tidak kalau kertas tadi dipakai untuk keperluan bisnis seperti membuat kontrak, sales order, atau laporan manajemen, kertas tersebut mendapat nilai lebih. Tetapi kalau kita bicara tentang rokok, maka nilainya mungkin lebih banyak negatifnya daripada nilai tambahnya. Bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi pada akhirnya rokok tersebut hanya dihisap untuk dibuang, lalu sampah puntung pun menjadi problem masyarakat karena hanya sekitar 10-15% puntung rokok yang dibuang secara benar. Yang lainnya dibuang sembarangan ke jalan-jalan yang akhirnya memenuhi sungai dan laut kita. (lebih…)
Handphone Banyak Membantu Rakyat dan Bisa Menghemat Energi Juga.
Coba anda perhatikan, bukan siapa yang memakai handphone, tetapi siapa yang Tidak memakai handphone. Mulai dari supir, pembantu rumah tangga, tukang becak sampai tukang pulung sampah memakai handphone. Dan untuk beberapa orang HP sudah menjadi bagian yang sungguh membantu hidup mereka.
Satu contoh adalah salah satu tukang pijat yang saya kenal. Dia bilang kalau dulu orang yang akan memesan servisnya harus mendatangi rumahnya karena tidak punya telpon. Sekarang, orang bisa membuat jadwal dengan sms. Dia pun bisa memanggil ojek dengan sms. Dulu orang memakai pos dan surat untuk memberitakan keadaannya sewaktu merantau di kota lain. Sekarang daripada menulis surat, mereka bisa mengirim sms kapan pun mereka mau. Saya pun melihat satu kuli pikul pelabuhan di pulau bintan yang memakai HP. Kadang saya bingung juga, gimana yah jaman dahulu kita hidup tanpa HP? (lebih…)
Kalau mau menyelamatkan lingkungan, jangan sisakan makanan

Kadang kita mau jadi idealis besar-besaran dan ingin menyelamatkan dunia dengan protes soal PLTN, kebakaran/pembalakan hutan, pengerukan pasir dan lain-lain. Padahal menyelamatkan lingkungan itu seperti yang saya berulang-kali tulis dapat dimulai dari hal-hal yang paling kecil dan sering kita abaikan. Salah satunya adalah soal menyisakan makanan kita.
Banyak kan orang asal ambil makanan, akhirnya gak habis. Apalagi kalau lagi makan buffett. Udah kayak gak makan seminggu. Akhirnya gak habis dan terbuang. Kalau sudah ambil nasi kebanyakan biasa lalu bilang, “makan nasi mah dirumah, habisin lauknya aja.” Kebanyakan tidak terpikir konsekuensi dari membuang makanan tersebut. (lebih…)
Olahraga di rumah saja. Sama-sama Sehat, Mudah dan Murah.
Dari beberapa tahun lalu saya mulai senang berolah-raga untuk kesehatan dan memiliki langganan di klub fitness. Biasa saya akan mulai dengan treadmill, lalu dilanjutkan dengan angkat beban. Kalau mau dihitung dari segi energi, wah… mulai dari penggunaan mobil ke lokasi olah raga, bayar parkir, penggunaan treadmill, AC di tempat fitness dan alat lainnya, maka akhirnya kalau kita olah raga setiap hari akan menggunung banyak sekali.
Semua ini sebenarnya bisa dilakukan dirumah dengan beberapa alat yang sederhana dan jangan lupa musik! Baru-baru ini saya membeli beberapa alat bantu untuk saya bisa berolah-raga di rumah. (lebih…)
Sedikit-Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit
Itulah yang harus kita lakukan bersama untuk memerangi masalah lingkungan kita. Banyak dari kita yang sebenarnya mengetahui yang baik untuk kota dan negara kita. Banyak dari kita yang memiliki pemikiran-pemikiran yang mungkin tepat, banyak juga yang mungkin dapat dipertimbangkan kembali, ataupun hanya umpatan-umpatan kekesalan belaka.
Kita selalu mengharapkan pemerintah untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuk rakyatnya. Yang sebenarnya terjadi adalah, memang tidak gampang untuk menjadi pemerintah yang selalu dimaki-maki. Memang membuat satu keputusan itu tidak selalu benar dan baik serta ada konsekuensinya. Membuat satu keputusan pun memerlukan waktu yang tidak sedikit.
Maka dari itu, seperti John F. Kenndy bilang,
“Ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country.” (lebih…)
Beberapa Solusi Sampah Plastik Kita
Itu adalah salah satu slogan dari tren yang ada di seluruh dunia. Kita bisa mulai mengurangi sampah plastik kita dengan bukan tidak memakainya tetapi menggantikannya.
- Jangan pakai kantong plastik untuk belanja. Bawa sendiri tas belanjan yang dapat selalu dipergunakan lagi.
- Jangan langsung buang botol plastik sesudah minum. Isi air lagi dan pakai kembali walaupun jangan terlalu banyak isi ulang. Kira-kira 5 kali pakai masih oke. Untuk yang biasa minum di mobil, siapkan selalu botol yang sudah diisi penuh agar tidak usah beli lagi.
- Lebih baik lagi beli botol minum jadi bisa selalu diisi ulang dan tidak usah beli botol air mineral lagi.
- Di negara barat banyak cafe seperti Starbucks sudah mulai membolehkan customer membawa sendiri cangkir atau lebih baik thermos untuk diisi kopi. Kantong plastik masih bisa digunakan lagi. Tapi kalau gelas plastik hanya bisa sekali saja. (lebih…)
Beberapa Fakta Dari China

Foto di Tiananmen Square, Menuju Forbidden City, Beijing.
Total populasi sepeda di Beijing: 4 Juta sepeda
Total populasi sepeda di seluruh China: 500 Juta
Rasio kepemilikan sepeda per 100 keluarga: 145 sepeda
Persentase penduduk yang memakai sepeda ke kantor: 30 persen
Di tengah kota Beijing, kita tidak melihat orang naik sepeda motor. Hanya sepeda, termasuk sepeda elektrik yang sedang tren, dan mobil. Ini karena peraturan pemerintah kota dimana motor hanya boleh berkeliaran di luar jalur ring road ke-tiga. Sebagai informasi, kota Beijing memiliki 6 ringroad yang mengelilingi kota. Bandingkan dengan Jakarta yang ingin bikin satu saja lama sekali. karena itu, diseluruh kota kita bisa liat setiap jalan lengkap dengan jalur sepeda. Kota Beijing mungkin memiliki jalur sepeda untuk hampir 100 persen di setiap jalan. (lebih…)
Apalagi solusi banjir kita? Yuk kita bikin sendiri Tong Penangkap Air Hujan.
Gara-gara banjir kemarin semua orang saling cari ide untuk pengurangan banjir. Mulai dari penerusan proyek banjir kanal, pembuatan penangkap air hujan raksasa dalam bawah tanah (deep tunnel) sampai biopori dari IPB.
Orang jaman dahulu sebenarnya juga sudah menyadari pentingnya penampungan air hujan, dan hampir semua orang memiliki drum atau tong penangkap air hujan. Sekarang tanah di Jakarta, khususnya di Jakarta Pusat mulai turun sedikit demi sedikit karena kurangnya penahanan tanah akibat dari air yang selalu tersedot dan tidak ada resapan. Bila diteruskan maka gedung-gedung bertingkat di Jl. Sudirman dan sekitarnya bisa roboh kapan saja. Memang gedung-gedung tersebut juga yang menjadi masalah. Mereka mengambil begitu banyak air dan sangat kencang tanpa melakukan regenerasi resapan air dengan sumur resapan yang cukup dan lainnya. Apalagi sekarang tren apartemen di pusat kota semakin menjamur. Bisa dibayangkan apartemen 30 lantai menyedot berapa banyak air.
Lihat keuntungan dan cara pembuatannya lebih lanjut. (lebih…)




















Komentar Terbaru