Pendidikan Lingkungan Harus Diterapkan Dari Sekolah

9 Juli, 2007 at 22:59 9 komentar

Pendidikan Lingkungan

Kalau kita pergi ke sekolah-sekolah, mulai dari SD sampai universitas, kita terus melihat pemandangan sampah yang dibuang sembarangan dimana-mana. Saya merasa anak-anak sekolah kita benar-benar tidak sadar bahwa membuang sampah dapat berakibat fatal pada lingkungan. Apalagi di Indonesia, kita selalu berpikir akan ada tukang pulung atau tukang sampah yang akan membersihkan sampah kita. Padahal jauh-jauh kita protes soal banjir, kita sendiri membuang sampah sembarangan.

Itu baru sampah. Bagaimana dengan hal-hal yang lain seperti penggunaan air yang seenaknya, makanan yang dibuang percuma, pembelian barang-barang konsumtif yang tidak perlu, dan lainnya.

Kita harus bisa memulai mengajarkan arti lingkungan pada setiap anak mulai dari kecil. Akan tetapi sekolah serta guru-guru pun harus ikut mendukung. Bagaimana mau mengajarkan lingkungan kalau sekolah itu juga gersang, tidak ada pohon sama sekali. Paling tidak banyak sekali yang bisa kita ajarkan ke anak sekolah. Mulai dari pelajaran bercocok tanam di petak kecil saja dengan tanaman yang mudah tumbuh agar anak-anak pun bersemangat. Lalu bisa membuat kompos dari daun-daun pohon berserakan serta sisa makanan, lalu menganjurkan anak-anak agar memakai kendaraan umum atau berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah.

Ajak mereka menonton film “An Inconvenient Truth”, dan berpiknik ke taman suaka Muara Angke untuk ikut menanam bakau. Juga ajak anak-anak pergi berkemah sehingga mereka bisa mencintai alam dan terbiasa untuk hidup di tengah alam.

Semua langkah ini kita terapkan karena lebih mudah merubah anak-anak dibandingkan orang dewasa. Anak-anak pun kalau sudah terbiasa sejak kecil maka kebiasaan tersebut bisa dibawa hingga dewasa dan ditularkan ke banyak orang.  Dari semua ini, mudah-mudahan sedikit demi sedikit kita bisa memiliki masyarakat yang cinta dan peduli akan lingkungan.

Iklan

Entry filed under: Berita Lingkungan, Berita Lingkungan Lokal, Manifesto Hijau.

Stop Merokok. Bukan Karena Asapnya, Tapi Proses Pembuatannya. Bekas Tambang di Cina Jadi Hotel Bergaya Futuristik

9 Komentar Add your own

  • 1. heru  |  24 September, 2007 pukul 14:54

    alhamdulillah di sekolah kami anak-anak sudah terbiasa dalam membuang sampah di tempatnya. hal ini dapat terlaksana karena ada dukungan penuh dari guru dan kebijakan sekolah.
    memang sangat menyedihkan melihat sebagian masyarakat kita yang dengan sadar membuang sampah semaunya.sekali lagi, hal ini mereka lakukan dengan sadar karena memang sudah menjadi kebiasaan mereka sejak kecil dan kemudian membudaya pada orang tersebut. mereka ini (yang buang sampah sembarangan) bukan hanya berasal dari kalangan yang tidak berpendidikan tapi banyak juga orang-orang yang berpendidikan dan berekonomi mapan. saya pernah melihat sebuah kendaraan mewah yang penumpangnya membuang sampah sembarangan di jalan tol.

  • 2. awang  |  25 September, 2007 pukul 10:10

    mas, bisa tahu ngak dapat film An Inconvenient Truth” dimana ya? makasih

  • 3. arie  |  20 Agustus, 2008 pukul 23:15

    Pengelolaan lingkungan hidup dimulai dari kesadaran kita akan pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan sekitar kita untuk kepentingan sekarang dan dimasa yang akan datang. Penumbuhan kesadaran ini harus dilakukan sedini mungkin,diantaranya dengan menerapkan pendidikan lingkungan hidup pada siswa didik di sekolah tingkat dasar dan menengah. Dalam hal ini, Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan pendidikan lingkungan hidup,yang diikuti dengan beberapa program yaitu Program Adiwiyata (KLH) dan Program Sekolah Berbudaya Lingkungan (BPLHD Prop. Jabar). Untuk sekolah2 yang kreatif dan inovatif,pengimplementasian program ini sungguh diluar dugaan…hasilnya kondisi sekolah serta peserta didiknya sudah layak dikatakan berbudaya lingkungan,minimal di lingkup sekolah tempat mereka belajar. Bukankah ini merupakan hal yang positif,asalkan diimbangi dengan kebijakan2 lanjutan dari pihak sekolah untuk lebih konsisten dalam hal pengelolaan lingkungan. Bukan tidak mungkin kan,kebiasaan yang dilakukan anak2 waktu di sekolah akan dibawa sampai ke rumah..??

  • 4. Sembilan3’s Blog  |  2 Februari, 2009 pukul 13:00

    […] Pendidikan Lingkungan Harus Diterapkan Dari Sekolah […]

  • 5. arya  |  27 Februari, 2009 pukul 21:13

    saya kira PLH harus di renaturasikan kembali. agar tujuan awal dar PLH bisa tercapai. dan yang terpenting adalah bukan dunia pendidikan saj yang harus akan PLH, tap orang-orang yang di atas pun harus juga sadar terhadap lingkungan. jadi, kenap tidak di pemerintahan itu di adakan Pendidikan Lingkungan Hidupan Pemerintah (PLHP) hehe..

  • 6. Tazkia  |  17 Mei, 2009 pukul 00:26

    Mas….
    Bisa minta pendapat tentang pendidikan lingkungan yang baik untuk diterapkan di SMP apa ya??
    Kebetulan..saya diberi amanah buat jadi kordinator penyusun acara rutin kami Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB.
    Nama acaranya ECOSCHOOL…
    Kalo punya saran tolong email ke gadis_slaluceria@yahoo.com
    Terima Kasih..

  • 7. PULSA MURAH  |  4 Juli, 2011 pukul 02:01

    wahhh………. sampah aja dah sembarangan apa lagi yang lainya ??? ayo selamatkan bumi kita ayoooooooooooo

  • 8. Dhevam  |  16 November, 2011 pukul 15:51

    Kita harus bisa memulai mengajarkan arti lingkungan pada setiap anak mulai dari kecil. Akan tetapi sekolah serta guru-guru pun harus ikut mendukung. Bagaimana mau mengajarkan lingkungan kalau sekolah itu juga gersang, tidak ada pohon sama sekali. Paling tidak banyak sekali yang bisa kita ajarkan ke anak sekolah. Mulai dari pelajaran bercocok tanam di petak kecil saja dengan tanaman yang mudah tumbuh agar anak-anak pun bersemangat. Lalu bisa membuat kompos dari daun-daun pohon berserakan serta sisa makanan, lalu menganjurkan anak-anak agar memakai kendaraan umum atau berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah.

  • 9. heru  |  3 Maret, 2012 pukul 12:22

    pendidikan lingkungan hidup pada tingkat sekolah dasar dapat memberikan pengaruh besar bagi masa depan karena kalau dari kecil saja sudah terbiasa peduli akan lingkungan lalu bagaimana ketika ia dewasa,, mungkin ia bisa menjadi pelopor peduli lingkungan. semangat peduli lingkungan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,238,245 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: