Penasaran Soal Sabun Batangan Hotel

10 Januari, 2008 at 12:35 6 komentar

Bar Soap

Kalau kita pergi ke hotel, kebanyakan hotel itu memberikan sabun batang untuk cuci tangan, bahkan mandi walaupun beberapa hotel sekarang sudah menggunakan sabun cair

dalam botol kecil atau dispenser sabun.

Saya tidak mengerti industri perhotelan dan juga tidak pernah bekerja di hotel, jadi saya bertanya-tanya juga sabun yang sudah kita pakai dan belum habis itu dibuang ke mana, dijual atau di recycle menjadi apa? Mudah-mudahan teman-teman ada yang bisa sharing pengalamannya.

Kadang sabun yang baru kita pakai sekali pun ketika kamar dibersihkan sudah dibuang dan diganti dengan yang baru oleh pembersih kamar. Apalagi kalau hotel itu bintang 5, karena mereka juga mau menjaga citra yang tinggi. Jadi kalau hotel ada beberapa ratus kamar, bisa berapa ratus kilo sabun batangan bekas yang dibuang?

Kalau di Jepang ada sebuah hotel dimana kalau tamu tidak mau membersihkan kamar bisa mendapatkan diskon berupa uang pada akhir sewaktu kita membayar. Ide ini bagus juga untuk lingkungan dimana kalau tamu tidak membersihkan ruangan sehari saja sudah menghemat cuci handuk dan terbuangnya sabun karena sebenarnya kita juga tidak terlalu perlu mencuci handuk hotel setiap hari walaupun sudah merupakan servis. Karena itu insentif untuk tamu bagus dan memang perlu. Mereka bisa memberi diskon USD 17 setiap tidak membersihkan kamar. Buat kita orang indonesia uang segitu lumayan banget.

Kalau begitu kita harus bagaimana kalau di hotel ada sabun batangannya? Daripada terbuang percuma, kalau ada sisa sabun mendingan dibawa pulang saja kan masih bisa dipakai. Paling tidak bisa diberikan pada orang di rumah, atau kalau punya karena sering travel bisa juga disumbang ke tempat yang memerlukan karena kalau kita simpan terus juga lama-lama malah keras.

Kalau menurut saya, hotel lebih baik memakai sabun cair karena botol sabun cair kalau sudah tinggal sedikit bisa diisi ulang. Jadi pembersih kamar bisa mengambil botol kecil yang tinggal sedikit, dan memberikan botol baru yang penuh. Botol kecil yang tinggal sedikit itu bisa diisi ulang di tempat housekeeping untuk berikutnya. Hotel juga bisa memakai dispenser kalau tidak mau terus menerus mengganti botol kecil. Sabun batangan yang baru dipakai sebentar dan dibuang akhirnya malah sangat boros.

Iklan

Entry filed under: Lingkungan Kerja, Manifesto Hijau.

Contoh Rumah Dengan Taman Atap Sepeda Keranjang/Keranjang Sepeda?

6 Komentar Add your own

  • 1. Hoek Soegirang  |  10 Januari, 2008 pukul 22:40

    “bisa berapa ratus kilo sabun batangan bekas yang dibuang?”
    saia malah baru kefikir…benul juga yak?
    ah ya, maksudna “Kalau di Jepang ada sebuah hotel dimana kalau tamu tidak mau membersihkan kamar bisa mendapatkan diskon berupa uang pada akhir sewaktu kita membayar.”
    jahhh? membersihkan kamar? ko kalimatna agak rancu ya?

  • 2. Emanuel Setio Dewo  |  11 Januari, 2008 pukul 11:59

    Saya juga sempet mikir, tapi tidak ambil pusing. Hehehe…
    Soalnya hotel pasti punya mekanisme atau SOP untuk masalah beginian.

    Salam.

  • 3. Djohan  |  14 Januari, 2008 pukul 23:14

    Discount untuk tidak membersihkan kamar perlu disosialisasikan ke management hotel, karena punya efek bagus buat lingkungan (mengurangi energy & material waste). Sabun tak perlu diganti, handuk tak perlu dicuci, lantai gak perlu dipel, karpet gak perlu divaccuum sebelum secara optimum dipakai. Kadang hotel memasang peringatan bagus agar handuk digantung diatas dan tidak dicuci setiap hari, tapi kenyataannya justru pegawai hotel sendiri yang ngganti handuknya.
    Soal sabun bekas biasanya aku bawa pulang, paling nggak aku tahu dipakai sampai habis, bukan dibuang begitu saja, nambahin waste.

  • 4. andri  |  15 Januari, 2008 pukul 09:24

    Pengalaman gw sih, gw bawa pulang sabun itu, gw pakai lagi di rumah. Tentunya ketika akan nginap, gw sengaja bawa tempat sabun. Atau, kalau sabun itu sudah dalam keadaan kering, bisalah kita bungkus kertas/ kotak sabun yg kita simpan, lalu segera buka di rumah.
    Perihal minta kamar utk gak diberesin…gw pribadi prefer sprti itu. Kalaupun diberesin, gw selalu gantung handuk ditempat gantungan handuk, dgn asumsi handuk itu gak akan diganti dgn handuk baru. Tapi tetep…handuk digantung pun diambil dan diganti handuk baru, padahal ada woro2 kepada tamu utk care for the environment, dgn cara menggantung handuk kalau handuk gak mau diganti dan ditaruh di bath-up kalau minta handuk baru.
    Apa boleh buat, budaya kita masih mendewakan tamu, takut tamu komplain ini-itu.

  • 5. susan  |  7 Mei, 2008 pukul 14:28

    Kalo gak salah sih, sabun batangan di hotel gak dibuang, tapi di proses ulang lagi. Proses pastinya sih gw gak tau. Tapi intinya, sabun bekas di hancurin & dicetak ulang lagi, & kemudian balik lagi ke kamar hotel.

  • 6. Shiervy  |  18 November, 2008 pukul 08:48

    Saya diajarkan oleh teman saya, baju yang terkena noda darah bisa dicuci dengan sabun batangan. Hal ini sudah saya praktekkan dan memang efektif sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,232,473 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: