Tik… tik… tik… hemat airnya

19 September, 2008 at 17:25 5 komentar

hand pump

Pernah coba memompa air tanah dengan pompa tangan? Cape sekali loh… karena air tanah ada jauh di bawah tanah dan sulit dipompa ke atas. Mungkin sekarang tidak terlalu terasa karena kita tinggal memutar kran dan air langsung keluar karena kita sudah memakai pompa listrik. Oleh karena itu kita harus bisa menghargai air yang kita pakai sehari-hari.

Tahukah anda?

  • Rata-rata penggunaan air bila mandi menggunakan shower akan menghabiskan 15-20 Liter per menit.
  • Bila pipa air kita bocor dan bila rata-rata bocor tersebut adalah satu tetes per detik, maka hasilnya adalah pemborosan 25 Liter air per hari dan akhirnya adalah 10.000 Liter per tahun.
  • Setiap orang rata-rata menggunakan 300 Liter air setiap hari

Jadi tahukah kamu berapa banyak air yang kamu dan keluargamu pakai setiap hari? Banyaknya air yang keluar dari shower pun berbeda-beda di setiap rumah karena perbedaan tekanan air.

Untuk mengetahuinya, anda bisa pakai cara berikut ini.

  1. Cari wadah yang bisa dipakai untuk mengukur banyaknya air yang terbuang dalam 1 menit. (salah satunya adalah karton susu seperti pada gambar)
  2. Siapkan juga jam untuk mengukur waktu
  3. Letakkan wadah dibawah kran air atau shower
  4. Buka krannya dan ukur berapa banyak air yang keluar (dalam 1 menit atau sampai wadahnya penuh)

Bayangkan bila kamu ataupun orang lain membuang air cuma-cuma saat sikat gigi, mandi ataupun hanya cuci tangan.

Sekarang bagaimana cara kita menghemat air?

  1. Matikan air kran sewaktu menggosok gigi. Lebih baik menggunakan gelas sehingga air tidak mengucur terus menerus.
  2. Jangan mandi terlalu lama. Mandi adalah pengguna air kedua setelah wc.
  3. Matikan kran sewaktu membilas tangan dengan sabun saat cuci tangan
  4. Jadi polisi air di rumah. Ingatkan orang rumah dan teman-teman bila mereka memboroskan air. Ajarkan juga kepada anak-anak anda.

Yuk kita hemat terus air dirumah!

Iklan

Entry filed under: Belajar Hijau, Lingkungan Rumah.

Kelas Ramah Sampah Krisis Air di China. Belajar dari kesalahan negara lain.

5 Komentar Add your own

  • 1. J-me  |  19 September, 2008 pukul 23:26

    permisi….saya copy ya info 2 di aku ingin hijau dan saya tempel di mjlah dinding…
    spaya semua tmn2 sy ngerti
    thank’s

  • 2. sisesu  |  21 September, 2008 pukul 19:52

    disini ada program pembagian alat untuk hemat energi air secara gratis. selain debit airnya diperkecil, juga untuk kegunaan penghematan biaya gas untuk air panas. masing2 pelanggan gas di setiap rumah mendapat jatah untuk keran dapur dan shower di kamarmandi. btw, saya kalau memandikan anak2 masih dengan cara tradisional, air keran ditampung di ember dan mandi pakai gayung. tidak pernah yg namanya berendam di bath tub atau pakai shower. paling tidak, biaya air bulanan bisa ditekan sedikit.
    salam kenal dari canada.

  • 3. andrijani  |  25 Oktober, 2008 pukul 19:56

    Satu lagi boss: sisakan ruang di halaman sebagai resapan untuk menabung air.

  • 4. ipha  |  23 Oktober, 2009 pukul 13:44

    numpang ngopi ya buat buletin sekolahkuu 🙂 thx before

  • 5. arya  |  15 April, 2010 pukul 09:16

    numpang buat jadi artikel di koran mingguan ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2,276,957 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: