Posts filed under ‘Bercocok Tanam’

Miliki Taman Sehat

Disadur dari: preventionindonesia.com

Menciptakan area hijau yang sejuk dan sehat di dalam rumah.

Keberadaan taman ternyata tak hanya bisa menambahkan keindahan di rumah, melainkan juga meningkatkan kesehatan kita sekeluarga. Taman yang dipenuhi dengan aneka tanaman dapat mengurangi polusi udara di sekitar rumah, sehingga udara yang kita hirup lebih bersih.

“Kunci menata taman adalah memadukan unsur hardscape dan softscape dengan jitu. Bila kedua unsur itu mampu saling melengkapi, akan tercipta tema desain yang kita idamkan,” jelas Amirulla Muh. Amin, direktur Architectaria Nedia Cipta, sebuah biro perencana bidang arsitektur di Jakarta.

Hardscape adalah elemen taman yang bersifat padat dan keras, seperti air terjun, air mancur, batu koral, lantai paving, pergola, patio. Sementara softscape yakni elemen hortikultural yang memberikan jiwa pada taman, seperti pohon, bunga, dedaunan, rumput.

Pohon akan memberikan keteduhan, sedangkan bunga akan menambahkan aksen dalam taman kita. Agar taman bisa tertata sesuai harapan, simak pemilihan tamanan dari Amirullah ini : (lebih…)

Iklan

2 Maret, 2011 at 12:29 3 komentar

Membuat Taman Hujan

Disadur dari ideaonline.co.id

Taman dengan neraca air mini. Dapat meresapkan air hujan, sekaligus menyaring polutan logam berat.

Berkurangnya permukaan tanah yang dapat meresapkan air hujan berakibat bencana alam, seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan berkurangnya kesuburan tanah. Berbagai upaya untuk meningkatkan penyerapan air tanah belum efektif dan belum menyelesaikan masalah.

Banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, seperti penggunaan material conblock dan grass block sebagai pelapis tanah, juga dibuatnya sumur resapan dan biopori. Namun hal itu belum dapat mencegah polutan berbahaya dari udara yang terlarut dalam air hujan dan mencemari badan air.

Taman hujan adalah konsep baru penyerapan hujan ke dalam tanah, yang berupa neraca air mini. Neraca air adalah tempat air hujan berkumpul dan terserap, sehingga tercipta keseimbangan air tanah, seperti terbentuknya danau, rawa, empang, dan situ. Selain dapat berfungsi sebagai drainase, taman ini juga dapat menyaring polutan logam berat, seperti tembaga, cadmium, chrom, timah, dan zinc, yang terlarut dalam air hujan. Penyaringannya oleh lapisan mulsa serbuk gergaji dan serpihan kayu. Taman hujan dapat diletakkan di pinggir perkerasan, seperti carport , driveway , dan pool deck , sehingga run off (aliran air) dapat langsung diserap. Talang dari atap dapat disalurkan melalui pipa atau selokan alami yang tertutup rumput ke taman ini. (lebih…)

26 Februari, 2011 at 23:07 1 komentar

Khasiat di Balik Tanaman Hias

Disadur dari: kebonkembang.com

INDONESIA merupakan negara yang dikenal memiliki keanekargaman hayati. Dari sekian juta tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia, banyak di antaranya yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Tanaman hias memiliki keindahan, baik pada bunga, daun maupun pada keseluruhan bagian tanaman. Tanaman hias ini umumnya digunakan orang untuk meningkatkan kenyamanan hidup serta menciptakan lingkungan yang bersih dan segar.

Beberapa jenis tanaman hias memiliki fungsi ganda, yaitu selain sebagai tanaman hias juga sebagai obat untuk beberapa penyakit yang lazim ditemukan di kalangan masyarakat. Manfaat masing-masing tanaman hias tersebut tidak sama karena kandungan di dalamnya juga berbeda. Dengan kandungan yang berbeda tersebut, dapat dibuat ramuan obat yang berasal dari satu tanaman atau dari beberapa tanaman.

Ramuan obat ini dibuat dengan cara yang sederhana. Jika digunakan sesuai aturan, ramuan ini tidak akan menimbulkan efek samping. Di bawah ini dipaparkan beberapa tanaman hias yang dapat digunakan untuk ramuan obat. (lebih…)

8 Desember, 2010 at 00:31 2 komentar

Budayakan membeli buah-buahan lokal

Saat ini harus diakui bahwa buah-buahan import semakin merajalela khususnya yang berasal dari Cina dimana sejak akhir tahun 2008 menjadi supplier buah import terbesar melewati Amerika dan Australia yang selama ini menjadi raja buah import. Buah-buahan yang diimport  menurut data Departemen Pertanian pada tahun 2007 mencapai lebih dari 300.000 ton. Padahal buah-buahan yang kita export tidak lebih dari 30.000 ton saja.

Memang bila dilihat dari permasalahan industri buah-buahan di Indonesia itu sangat kompleks. Mulai dari lahan petani yang kecil-kecil sehingga supply dan bahkan kualitas tidak menentu, fasilitas pergudangan dan transportasi yang kurang memadai sehingga buah-buahan sebagai barang yang mudah busuk pun tidak bisa dibawa jauh dari sumbernya. Kita tentunya mengharapkan ada pengusaha yang bisa meng-industrialisasi dunia buah-buahan dimana bila kita melihat kebun-kebun raksasa di luar negeri semua sudah serba modern dan efisien sehingga dapat menurunkan harga begitu jauh.

Tentunya kita sebagai konsumen selalu mau harga yang terbaik (termurah) dan buah-buahan import yang murah dan bermutu tentunya sangat menarik. Tetapi bila kita tidak mendukung industri buah-buahan lokal, maka ini menjadi satu dilema juga dimana perkebunan buah di Indonesia tidak maju karena kurang permintaan sehingga akan lebih menurunkan lagi potensi industri buah-buahan tersebut. Padahal, kita adalah negara agraris dan vulkanis yang seharusnya memiliki kesuburan tanah yang sangat baik dengan cuaca yang mendukung sepanjang tahun, sehingga dengan dapat menanam sepanjang tahun kita bisa lebih kompetitif dari negara yang memiliki musim dingin.

Oleh karena itu kalau kita mau mendukung pertanian lokal yang dapat dimulai dengan membeli buah-buahan lokal, maka alhasil dengan nilai jual yang baik dan infrastruktur yang terus diperbaiki, harga buah lokal bisa semakin kompetitif dan dengan kualitas yang semakin baik juga. mudah-mudahan…

24 Juni, 2010 at 11:34 10 komentar

Media Tanam/Pupuk Ampas Kopi dari Starbucks

Kedai kopi Starbucks di Jakarta memiliki program “Grounds For Your Garden” yang sudah dijalankan oleh Starbucks di seluruh dunia sejak tahun 1995 yaitu untuk memberikan secara cuma-cuma ampas kopi dari kedai tersebut yang dapat digunakan sebagai media tanam dan pupuk. Ampas kopi di masukkan dalam plastik 2 kg-an dan dapat diambil gratis. Kebetulan foto yang saya ambil ini dari Starbucks di Plaza Senayan, Jakarta. Saya tidak tahu apakah hal ini dilakukan di semua kedai Starbucks yang lain.

Ampas kopi ini dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Potasium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan. Ampas kopi ini dapat ditebarkan di taman dan pot anda sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu ampas kopi juga mengandung magnesium, sulfur dan kalsium yang dapat berguna untuk tanaman.

Program ini akan sangat baik bila dapat diikuti oleh kedai-kedai kopi lainnya karena ampas kopi maupun sisa pembuatan kopi espresso sangat banyak dan sangat disayangkan bila dibuang begitu saja. Selain kedai kopi, banyak perusahaan juga menyediakan kopi sendiri sehingga ampas kopinya dapat dikumpulkan dan diambil oleh karyawan yang mau mengambil. Oleh karena itu, hal ini juga dapat menjadi salah satu program CSR dan juga pelestarian lingkungan untuk reduce, reuse, recycle yang baik untuk perusahaan dan sebagai marketing yang baik untuk kedai-kedai kopi dan restoran juga.

Selain perusahaan, banyak juga orang yang membuat kopi di rumah dan membuang ampas begitu saja. Untuk anda yang suka minum kopi maupun teh dirumah, jangan buang ampasnya, anda bisa langsung campur ampas-ampas tersebut untuk kebun anda. Pastinya anda bisa menghemat membeli pupuk dan rumah akan semakin hijau.

4 Mei, 2010 at 13:20 20 komentar

Daftar Belanja Hemat dan Sehat

EWGshopperlist_l

Dengan berkembangnya waktu dan semakin tersedianya informasi lewat berbagai media massa menjadikan masyarakat semakin sadar dan mengerti akan kesehatan. Salah satu trend yang terus berkembang adalah bahan makanan yang sehat dan organik.  Tetapi apa kita perlu makan semua makanan organik dan tidak lagi membeli bahan makanan atau buah-buahan yang “biasa”? Environmental Working Group atau EWG menjawab pertanyaan ini dengan membuat daftar belanja bahan makanan yang perlu dan tidak dibeli organik secara cukup komprehensif untuk buah dan sayur yang sering kita konsumsi. Daftar yang pendek dapat anda lihat gambar di atas ini.

Yang pasti kita harus mengurangi membeli konsumsi bahan makanan yang “kemungkinan” mengandung bahan pestisida. Kita pun harus peduli karena pestisida dapat mengganggu kesehatan kita terutama pada anak-anak. Oleh karena itu sebisa mungkin beli bahan makanan organik sesuai dengan list dari EWG sehingga tidak semua harus organik. Beberapa yang tidak perlu kita beli organik adalah bawang bombai, alpukat, nanas, mangga, asparagus, pisang, kiwi, sayur kol, brokoli dan pepaya.

Agar kita mengkonsumsi bahan makanan yang bersih dan sehat maka kita harus selalu mencuci semua buah-buahan dan sayur sebelum dimakan. Mencuci dapat mengurangi tetapi tidak menghilangkan sama sekali (informasi dari EWG). Untuk kulit buah yang tipis anda dapat membilas dibawah keran sekitar 20-30 detik. Mengupas kulit buah bisa mengurangi kandungan pestisida tetapi kadang malah menghilangkan juga nutrisi penting yang terkandung dalam kulit buah tersebut.

17 September, 2009 at 11:01 5 komentar

Pupuk dari rambut manusia? Ternyata bisa!

haircut

Seringkali saat mencukur rambut saya bertanya-tanya rambut begitu banyak bisa diapakan? Apa hanya bisa dibuang begitu saja, yang panjang bisa dibuat wig, dan yang lainnya tidak bisa dipakai kembali? Tetapi selalu berpikir sayang juga dan bila kita bayangkan sampah rambut dari seluruh tempat cukur/salon di Jakarta saja rasanya kok fantastis sekali banyaknya.

Ternyata seorang ahli tata rambut dari dari Alabama bernama Phil McCrory juga merasakan hal yang sama dan malah lebih lanjut lagi berexperimen untuk menggunakan sisa rambut tersebut setelah melihat kapal minyak yang menumpahkan minyak dan mengenai binatang-binatang berbulu di Alaska.

Ternyata, seperti yang sudah saya ulas di artikel sebelumnya mengenai rambut pendek, rambut bisa dibuat semacam lap majun yang menyerap minyak. Sekarang majun rambut tersebut malah dipakai oleh organisasi di San Fransisco untuk menyerap sisa tumpahan minyak di pantai.

Ternyata, Phil McCrory juga bereksperimen dengan rambut untuk dipakai sebagai pupuk dan sangat berhasil. Produknya dapat anda lihat di website SmartGrow.com yang menjual dan memberi petunjuk pemakaian. Produknya itu juga memakai hair mat (keset rambut) yang ditaro dibagian bawah atau atas pot sebagai pupuk karena kalau menurut penelitian ternyata rambut memiliki tingkat kadar nitrogen sebesar 15% yang dapat dipakai oleh tanaman sebagai pupuk. (lebih…)

30 Desember, 2008 at 14:29 16 komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.362.182 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 332 pengikut lainnya