Posts filed under ‘Lingkungan Kerja’
Penasaran Soal Sabun Batangan Hotel
Kalau kita pergi ke hotel, kebanyakan hotel itu memberikan sabun batang untuk cuci tangan, bahkan mandi walaupun beberapa hotel sekarang sudah menggunakan sabun cair
dalam botol kecil atau dispenser sabun.
Saya tidak mengerti industri perhotelan dan juga tidak pernah bekerja di hotel, jadi saya bertanya-tanya juga sabun yang sudah kita pakai dan belum habis itu dibuang ke mana, dijual atau di recycle menjadi apa? Mudah-mudahan teman-teman ada yang bisa sharing pengalamannya. (lebih…)
Ngompos di rumah yuk.
Senangnya sudah bisa ngompos (membuat kompos) di rumah. Komposter sudah dimulai sejak 2 bulan lalu tetapi masih masa percobaan takut gagal kalau langsung di tulis di blog. 🙂
Komposter saya beli dari Bp. Sukamto yang tinggal di Jakarta Pusat dengan kapasitas 60 liter beserta cairan Boisca sebagai bioaktifator bakteri kompos.
Komposter, mungkin tidak terlalu terlihat pada gambar, saya letakkan di bawah pohon jambu biji yang sudah cukup besar sehingga terlindung dari cahaya matahari langsung. Dalam proses pengomposan bakteri akan membuat bagian dalam komposter menjadi panas karena adanya proses pembusukan dan kelularnya gas metana. (lebih…)
Campuran Sabun dan Air untuk Cuci Tangan
Ada satu cara lagi untuk bisa menghemat air!
Anda pernah gak ke restoran yang cairan pembersih tangannya itu sangat cair tetapi tetap ada sabunnya?
Nah prinsipnya seperti itu lah. Kita selalu bilas tangan dulu baru pakai sabun karena kita menganggap sabun cairnya itu kental jadi perlu air.
Bagaimana kalau sabun cairnya dicampur air dulu jadi tidak kental. Kalau sudah begini jadi kalau mau cuci tangan itu langsung saja seprotkan cairan sabun ke tangan beberapa kali, setelah digosok di tangan, baru di bilas pakai air. Jadi pakai airnya pun hanya sekali saja.
Coba saja bandingkan kalau anda bilas, gosok sabun lalu bilas lagi dengan cara ini. Pasti bisa hemat banyak juga. Kita mencuci tangan dalam sehari bisa minimal 5-10x karena sehabis makan, ke kamar kecil dan kalau memegang yang kotor-kotor. Kalau kita bisa hemat 2 liter air per pemakaian saja, per hari sudah hemat 20 liter. Bisa dibayangkan efeknya kalau ramai-ramai memakai cara ini.
Tapi kalau tangan anda lagi kotor banget seperti habis makan ayam goreng yah sekali-sekali bilas tangan dulu baru digosok sabun boleh lah… Yang penting di waktu lainnya kita berhemat.
Kamus makin lama makin tebal. Mendingan pakai yang Online saja.
Baru saja saya menulis soal baca berita online. Sekarang kamus-kamus online juga sudah sangat baik dan malah jauh lebih enak dipakai dibandingkan kamus buku. Apalagi kalau kita juga memakai kamus sambil membuat suatu karya tulis. Dibawah ini adalah beberapa list kamus online yang menurut saya sangat baik untuk digunakan.
- Sederet.com *favorit saya
- Kamus.net
- Kamus-online.com
- Kamus ITB
Jadi ngapain beli kamus tebal-tebal lagi? buang kertas, buang pohon-pohon percuma. Mendingan online aja.
Baca Berita Online. Hemat Kertas dan Tetap Up To Date

Berita online sudah semakin marak. Semua koran pun semakin baik mengupdate website mereka. Kalau sudah begini ngapain langganan koran lagi? Memang harus diakui baca koran sambil duduk-duduk di teras memang enak. Tapi harus diakui banyak bagian dari koran yang tidak kita baca karena tidak sesuai dengan interest kita atau memang gak penting. Kalau koran memiliki topik yang terlalu luas maka yang kita inginkan kurang, tetapi yang tidak kita perlukan banyak. Jadi kalaupun mau langganan koran atau majalah lebih baik yang spesifik dengan topik yang anda inginkan. Untuk yang lainnya sudah ada media online yang dapat anda baca 24/7. Kan tujuan kita membaca koran itu agar kita terupdate dengan berita terkini. Jadi tidak musti koran kertas kan, bisa saja online. Nah untuk anda yang mencari kerja dan memerlukan untuk melihat iklan pekerjaan bisa sekali-sekali beli koran. (lebih…)
Jangan biarkan air dari AC terbuang
Apa anda punya AC di rumah atau kantor? Pernahkah anda berpikir kemana anda buang air sisa dari kondensasi AC? Biasa orang asal bikin pipa dan dibuang ke saluran air, atau ada juga yang asal buang ke jalan yang akhirnya air berceceran kemana-mana dan menjadi genangan air. Padahal air kan sudah semakin sulit dan kita membuang air begitu saja yang masih bisa dipakai untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai, atau lainnya.
Saya sempat melihat sebuah sekolah SD di kawasan Angke, Jakarta Utara yang sudah cukup tua dan baru memasang AC di setiap kelas. Mereka menaruh ember di setiap pipa AC untuk mengumpulkan airnya sehingga bsa dipakai kembali.
(lebih…)
Kalau kertas sudah dipakai bulak balik gimana?
Sebelumnya saya sudah tulis soal “Jangan Asal Buang Kertas. Pakai Dulu Kedua Sisi, Baru deh dibuang.” Sekarang masalahnya kalau kedua sisi sudah dipakai, kertasnya mau diapakan? Sempat saya coba kertas tersebut di shredder dan dimasukkan ke tong Composter. Ternyata kertas tersebut tidak bisa terurai dengan baik. Kadang ada juga orang yang membakar kertas tersebut, menjual ke tukang loak, atau ada juga yang diberikan pada pemulung kertas. Tadi saya juga sempat mencari solusi untuk mencari cara mendaur ulang kertas-kertas yang ada di kantor. Akhirnya saya mendapatkan seorang pendaur ulang independen bernama Bapak Salam di “Kedai Daur Ulang.” Kedai Daur Ulang menerima sampah-sampah kertas kita untuk dibuat barang dari hasil daur ulang kertas tersebut seperti kertas daur ulang lokal, kerajinan tangan, boks-boks, frame foto, dsb. Yang menarik adalah Kedai Daur Ulang sudah mempunyai langganan perusahaan-perusahaan yang ingin membuang sampah kertasnya untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Oleh karena pembicaraan dengan Bapak Salam saya pun tertarik untuk mengantar kertas-kertas bekas ke Kedai Daur Ulang. (lebih…)
Jangan Asal Buang Kertas. Pakai Dulu Kedua Sisi, Baru deh dibuang.
Berbisnis jaman sekarang kita harus bisa hemat dan efisien. Apalagi dengan harga BBM yang semakin tinggi. Perusahaan pun semakin terhimpit dengan margin yang semakin tipis karena bahan baku naik terus tetapi harga jual kan tidak bila langsung naik begitu saja. Kalau bahan baku naik 100%, paling kita berani naikkan 50% dulu lalu dengan perlahan merangkak naik.
Untuk itu kita perlu semakin efisien. Contoh pemakaian yang sangat boros adalah kertas. Orang bilang kalau sudah pakai komputer tuh paperless dan perusahaan semakin efisien. Itu sih kata-kata salesman. Kenyataannya, orang tetap print setiap laporan, dan seringnya malah draft pun salah sampai 2-3 kali. Bagaimana mau irit? Padahal kertas di yang kita pakai di Indonesia bukan dengan kualitas daur ulang yang tinggi. Akhirnya semakin ada komputer penggunaan kertas menjadi semakin tinggi. Hal ini pun diakui oleh perusahaan-perusahaan di Amerika. Kita tetap memerlukan arsip hardcopy dan data softcopy. (lebih…)


















Komentar Terbaru