Posts filed under ‘Manifesto Hijau’
Musim Hujan Datang Lagi Tanpa Perubahan Penanggulangan
Sudah dari minggu lalu Jakarta mulai diguyur hujan lagi dan cukup besar juga. Inilah musim panca roba. Panas, tiba-tiba hujan. Ini berarti beberapa minggu lagi sudah mulai musim hujan lagi. Tetapi bagaimana dengan cara penanggulangannya? Awal tahun ini, karena banjir yang begitu hebat mulailah bertebaran konsep-konsep pemerintah untuk penanggulangan. Mulai dari percepatan pembangunan Banjir Kanal Barat dan Timur, pembuatan Deep Tunnel yang katanya mau meniru luar negeri seperti Singapura, dan konsep dari masyarakat sendiri seperti pembuatan sungai yang mengelilingi Jakarta seperti ring road sebagai pencegah banjir.
Semua itu adalah ide dan konsep yang terlalu megah yang akhirnya memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit sehingga pada musim hujan berikutnya, tetap saja banjir. Coba saja lihat di koran hari ini tgl 10 September 2007, masih dibahas mengenai pembebasan lahan untuk pembuatan Banjir Kanal, yang targetnya 4 bulan lagi selesai, tetapi kelihatannya masih jauh lebih lama lagi. Itu baru pembebasan lahan, apalagi konstruksinya dan semua permasalahan di lapangan. (lebih…)
Global Warming? Gak usah mikir terlalu jauh deh.
“Nobody believes a weather prediction twelve hours ahead. Now we’re being asked to believe a prediction that goes out 100 years into the future?” Michael Crichton

Sudah banyak saya menulis tentang pelestarian lingkungan, solusi yang ramah lingkungan dan cara berpikir serta tips untuk terus mengurangi polusi di sekitar kita. Mungkin banyak yang berpikir bahwa saya sedang memerangi pemanasan global / global warming yang sedang hangat terus diperbincangkan. Al Gore juga terus mengutarakan hal yang sama. Memang banyak orang yang akhirnya merubah diri karena berpikir untuk mengurangi pemanasan global. Tetapi ternyata banyak hal yang disebutkan oleh Al Gore dalam filmnya “The Inconvenient Truth” yang ternyata setelah diteliti lebih lanjut tidak relevan pada fakta yang ada. Pada intinya, bukan terus kita lalu tidak peduli pada lingkungan, tetapi gak usah mikir jauh sampai pemanasan global. Yang kita perlukan adalah perubahan kecil yang dapat kita lakukan di lingkungan kita karena mencintai lingkungan itu akan sangat bermanfaat pada keluarga kita, kesehatan kita, serta penghematan uang juga. Jadi manfaat untuk pribadi kita lebih banyak seperti menanam pohon, akhirnya rumah jadi lebih sejuk, oksigen lebih banyak, udara lebih bersih, dan kalau ada buahnya bisa panen juga. Jadi dari artikel ini bukan lalu ingin mengurangi rasa kecintaan lingkungan kita, tetapi melihat perpektif yang lain untuk pemanasan global yang digemborkan itu.
Semua ini dituliskan oleh Mary Ellen Tiffany Gilder dalam Thesisnya “The Gospel According to Gore.” (lebih…)
Pesan Teh Aja Kalau di Restoran
Emang kenapa? Ini hanya pemikiran saja untuk terus dapat mengurangi pemakaian air minum mineral yang pada akhirnya hanya menambah sampah botol plastik tanpa keuntungan kesehatan yang besar dari air mineral.
Coba anda perhatikan kalau anda ke warteg atau restoran. Kalau membuat teh kebanyakan memakai air kran yang dimasak atau bisa juga air dari botol galon yang dididihkan. Saya itu bukannya tidak setuju dengan air mineral tetapi lebih kepada sampah botol plastik yang terus memenuhi jalan, sungai dan laut kita. (lebih…)
Reduce, Reuse, Recycle + Repair
Anda pasti sudah pernah mendengar istilah 3R diatas yang sering didengungkan oleh banyak pencinta lingkungan. 3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle. Kita akan tambahkan 3R tersebut menjadi 4R dengan adanya Repair.
Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.
Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan. (lebih…)
Air… Air… Ada yang Bocor, Ada yang Kekurangan
Coba anda perhatikan kalau pergi ke suatu tempat usaha atau perusahaan. Tempat usaha atau perusahaan bisa dari warung, restoran, mini-market, hypermarket, tempat foto copy, bank, pabrik atau apa pun juga. Baik dan buruknya kontrol manajemen dari tempat usaha tersebut akan kelihatan dari hal-hal yang kecil dimana manajemen yang baik akan memiliki kontrol hingga hal-hal yang terkecil dan banyak orang tidak pedulikan. Kita bisa lihat kebersihan, keamanan, dan lain sebagainya. Salah satu hal yang patut kita lihat amati adalah Kran Air. Saya sudah pernah tulis di artikel sebelumnya mengenai “Hemat Air, Hemat Uang, Bantu Lingkungan Kita” bahwa:
Dari seluruh air yang ada di bumi, 97% adalah air laut. Dimana 3% sisanya adalah air tawar dan hanya 1% saja yang tersedia untuk digunakan seluruh manusia.
Tetapi memang hal ini harus selalu diingatkan karena kita selalu lupa kalau belum ada bencana. Kelihatannya memang sangat mudah untuk mendapatkan air. Dimana-mana dibuat sumur air yang memompa air terus-menerus tanpa adanya resapan air yang menggantikan. Apa kita peduli untuk hal itu? (lebih…)
Kebanyakan Orang Memang Tidak Peduli Pada Lingkungan
Peduli lingkungan memang tidak mengenal status. Kadang saya suka kesal juga kalau sedang di mobil melihat mobil di depan atau samping kita tiba-tiba membuang sampah, apakah itu tissue (kebanyakan) atau sisa kulit jeruk atau malah botol plastik/tetrapak. Kadang yang membuang itu juga mobil-mobil yang bagus seperti BMW model baru, atau Mercedes. Bukannya saya tidak suka sama orang kaya, tetapi bukannya mereka yang “seharusnya” lebih berpendidikan, lebih tau adat, lebih mengerti tentang banyak hal, dll. Tetapi pada kenyataannya, bisa saja mereka ikutan gala dinner untuk peduli lingkungan tetapi tetap saja buang sampah sembarangan. (lebih…)
Daripada Beli CD, Download Saja Melalui Internet, Asalkan Sah.
Teknologi yang semakin canggih bisa selalu membantu kita memerangi masalah lingkungan seperti contohnya ATM dan Online Banking yang dapat mengurangi mulai dari pemakaian kertas sampai kebutuhan transport ke bank itu sendiri.
Hal ini juga yang sudah terjadi di industri musik sejak beberapa tahun terakhir. Dimulai dari adanya perkembangan kompresi audio MP3 dan perangkat pendukung seperti Napster sehingga memudahkan orang untuk dapat mencari dan mendownload sendiri lagu yang mereka inginkan, walaupun hal ini illegal. Praktek download illegal sampai kapan pun tidak akan punah karena sifat manusia itu kalau bisa gratis kenapa harus bayar.
Pendidikan Lingkungan Harus Diterapkan Dari Sekolah
Kalau kita pergi ke sekolah-sekolah, mulai dari SD sampai universitas, kita terus melihat pemandangan sampah yang dibuang sembarangan dimana-mana. Saya merasa anak-anak sekolah kita benar-benar tidak sadar bahwa membuang sampah dapat berakibat fatal pada lingkungan. Apalagi di Indonesia, kita selalu berpikir akan ada tukang pulung atau tukang sampah yang akan membersihkan sampah kita. Padahal jauh-jauh kita protes soal banjir, kita sendiri membuang sampah sembarangan.
Itu baru sampah. Bagaimana dengan hal-hal yang lain seperti penggunaan air yang seenaknya, makanan yang dibuang percuma, pembelian barang-barang konsumtif yang tidak perlu, dan lainnya. (lebih…)


















Komentar Terbaru