Posts tagged ‘Daur Ulang’

Memaksimalkan Penggunaan Baterai Rechargeable

Oleh: Bayu Kuncoro Mukti
Disadur dari: ilmu-elektronika.co.cc

Baterai Rechargeable pada saat ini banyak sekali digunakan pada perangkat elektronika, mulai dari permainan anak-anak hingga kendaraan hybrid. Baterai rechargeable ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan baterai jenis lainnya, baterai ini memiliki kapasitas yang besar dan tentu-nya dapat diisi ulang.

Menurut bahan pembuat-nya, baterai ini terdiri dari berbagai macam jenis yaitu; Nickel Cadmium (NiCd), Nickel Metal Hydride (NiMH), Lithium-Ion (Li-Ion), dan Lithium-Pol (Li-Pol). Baterai NiCd dan NiMH pada umumnya digunakan sebagai sumber listrik DC untuk permainan anak-anak, kamera digital, handy talky, hingga mobil hybrid. Baterai Li-Ion dan Li-Pol memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, umum digunakan sebagai sumber listrik pada telepon seluler dan notebook/laptop. (lebih…)

7 Desember, 2010 at 22:15 Tinggalkan komentar

Pakai baterai rechargeable? kenapa tidak

Disadur dari: blog lentrasystems

Kembali lagi dengan artikel ramah lingkungan alias go green. kali ini saya akan membahas tentang penggunaan baterai rechargeable. saya yakin anda pasti punya perangkat elektronik yang menggunakan baterai bukan? minimal remote tv anda pasti menggunakan baterai… nah sekarang yang menjadi pertanyaannya apakah anda masih menggunakan baterai sekali pakai? jika ya jawabannya, mudah-mudahan pembahasan ini bisa membuat anda berubah pikiran, mari kita bahas satu persatu…

kelebihan dan kekurangan

apa sih yang jadi keunggulan baterai rechargeable? wah banyak sekali, mulai dari kapasitas maksimal yang lebih besar (lebih tahan lama dibanding non alkaline), tidak perlu membeli ulang, dan yang terpenting anda bisa mempraktekkan peduli lingkungan… , namun selain banyak kelebihan, baterai rechargable juga punya “beberapa” kelemahan, misal tegangannya lebih rendah dari baterai alkaline biasa (berpengaruh pada perangkat tertentu terlihat lebih cepat habis) dan lagi-lagi harga awalnya lebih mahal

Hitung-hitungan

lalu kenapa saya menyarankan menggunakan baterai rechargeable? nah mari kita bahas sedikit mengenai biaya penggunaan baterai rechargeable. modal awal baterai rechargable biasanya satu paket: baterai-nya plus charger(disarankan quick charge). Harganya bervariasi anggap saja satu paket Rp 220.000 (dengan 2 buah baterai AA 2700mAh), sedangkan baterai alkaline sekali pakai patok harganya Rp 10.000 (2 buah AA) alias Rp 5.000 per unit, dengan kapasitas kurang lebih 2700mAh. Biasanya baterai rechargeable bisa diisi ulang sampai 500 kali, untuk amannya kita patok 75% nya aja alias 375 kali. Kemudian biaya isi ulangnya bisa dihitung sederhana seperti ini:

biaya = biaya listrik x kapasitas baterai / efisiensi charger = Rp 700/kWh X (2,7Ah X 1,2V / 1.000) / 85% = Rp 2,7(wow murah kan!!!) (lebih…)

7 Desember, 2010 at 22:10 3 komentar

Re-use Aluminium Foil Anda

Alumunium foil adalah lembaran aluminium tipis yang dapat dipakai untuk berbagai macam aplikasi memasak ataupun lainnya. Salah satu keuntungan dari menggunakan aluminium foil adalah karena sifatnya yang dapat digunakan kembali hingga beberapa kali. Sebenarnya aluminium foil dapat di daur ulang seperti kaleng aluminium yang dapat dilebur dan menjadi bahan aluminium yang dapat digunakan kembali untuk membuat berbagai produk mulai dari kuali, panci, dll. Tetapi bila kaleng aluminium bekas minuman sudah banyak ditampung dan di daur ulang, aluminium foil lebih tidak banyak di daur ulang karena kebanyakan adalah bekas pemakaian dapur sehingga lebih kotor, berminyak, dll walaupun secara bahan dapat diproses. Tetapi sifat aluminium foil sendiri dapat digunakan berkali-kali, tidak seperti pembungkus dari plastik yang lebih cepat dibuang.

Bila anda menggunakan aluminium foil untuk menyimpan atau memasak makanan, maka anda dapat cuci aluminium foil tersebut kembali dengan sabun cuci piring/detergent (Tetapi harus diingat untuk tidak menggunakan aluminium foil bekas membungkus daging mentah). Intinya adalah, jangan langsung buang aluminium foil yang anda pakai.

Beberapa ide untuk menggunakan kembali aluminium foil:

  1. Mempertahankan kehangatan roti. Anda dapat bungkus roti anda dengan aluminium foil sebelum anda bungkus dengan serbet/kain pembungkus. Aluminium foil memantulkan kembali panas yang dihasilkan dari roti hangat tersebut sehingga bisa mempertahankan suhu dengan baik
  2. Dipakai kembali untuk membungkus atau menutup makanan. setelah aluminium foil anda cuci dengan deterjen dan di ratakan dengan benda berat/tangan anda (hati-hati jangan sampai robek) maka aluminium foil dapat digunakan kembali seperti baru. Hal ini dapat dilakukan terus berkali-kali. (lebih…)

9 Agustus, 2010 at 20:34 14 komentar

Layangan Hasil Daur Ulang

Ternyata semakin kepepet memang semakin kreatif. Layangan ini saya beli di satu daerah di Kabupaten Bogor dengan harga yang sangat murah. Bahan dari layangan ini adalah plastik bekas dari makanan ringan yang ditempel. Layangan ini juga sangat diminati karena berbahan plastik tetapi sangat tipis sehingga lebih kuat dari yang berbahan kertas. Tinggal beli benang layangannya dan langsung diterbangkan.

4 Mei, 2010 at 15:26 24 komentar

Ragunan Larang Penggunaan Styrofoam

Disadur dari website Greenradio.fm

Taman Margasatwa Ragunan menargetkan bebas penggunaan wadah berbahan baku styrofoam pada tahun ini. Styrofoam merupakan bahan yang mencemari lingkungan karena sulit diurai.

Juru Bicara Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan Taman Margasatwa Ragunan telah menyosialisasikan tentang larangan menggunakan styrofoam  sejak akhir tahun lalu kepada para pedagang maupun pengunjung. Para pedagang yang masih menjual barang dagangan menggunakan styrofoam akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin berjualan.

“Masih sosialisasi ke depan. Kalau masih ada yang menggunakan styrofoam sebagai barang jualan atau dagangan, kami akan memberikan sanksi. Termasuk terutama pengunjung juga. Pengunjung juga sudah kita imbau untuk tidak menggunakan styrofoam. Untuk sekolah-sekolah kita sudah memberikan anjuran berupa surat. Salah satunya untuk tidak menggunakan styrofoam dan membantu menjaga kebersihan lingkungan Ragunan,” kata Wahyudi Bambang.

Upaya mengurangi penggunaan wadah berbahan baku styrofoam juga diberlakukan di tempat rekreasi lain, misalnya Ancol. Ini dilakukan untuk menekan tingkat pencemaran sampah plastik yang memicu pemanasan global.

Pastinya binatang-binatang di Ragunan tidak nyemil styrofoam yang dibuang sembarangan. Mudah-mudahan aksi ini akan diikuti oleh tempat-tempat rekreasi lainnya.

2 Maret, 2010 at 13:33 3 komentar

Penghamburan makanan

Apa saja hal-hal yang membuat kita menghamburkan makanan?

  • Sisa makanan di piring yang kita buang termasuk bumbu-bumbu yang sebenarnya cukup banyak seperti santan, kari, hingga kecap dan saus tomat yang terbuang
  • Makanan yang sudah “terlihat” tidak enak lagi sehingga kita malas makan
  • Makanan yang jamuran akibat tidak dimasukkan ke kulkas
  • Sisa-sisa masakan di panci yang terbuang
  • Sisa makanan yang masih dapat dimakan tetapi karena tinggal sedikit, akhirnya dibuang
  • Makanan (termasuk minuman, susu, coklat bungkus, permen) yang sudah “lewat” tanggal kadaluwarsa
  • Sisa kopi dan teh yang tinggal sedikit di cangkir tetapi tidak diminum
  • Sayur-sayuran mentah yang tidak termasak karena busuk
  • Makanan yang diambil terlalu banyak saat makan prasmanan
  • Memesan terlalu banyak makanan di restoran yang akhirnya tidak dibawa pulang dan terbuang
  • Pembelian makanan terlalu banyak karena adanya diskon atau promo lainnya, yang akhirnya bisa tidak termakan
  • Sisa saus dalam botol saus yang sulit diambil sehingga kita buang bersama botolnya
  • dan lain-lain…

Sering kali, makanan-makanan yang terbuang itu masih terbungkus rapi dan belum tersentuh sama sekali alias masih baru. Seperti beli roti-roti yang akhirnya jamuran, buah-buahan yang busuk, hingga snack-snack yang terlupa dan ada di lemari paling belakang sehingga sudah lama kadaluwarsa.

Padahal dengan menghamburkan dan membuang makanan, kita bukan saja rugi secara keuangan, tetapi juga memboroskan hal-hal ikutan lainnya yang akhirnya ikut merusak lingkungan seperti:

  • Penggunaan pestisida, pupuk dan air yang terbuang percuma
  • Bahan bakar yang digunakan untuk membajak lahan dan moda transportasi lainnya dari truk, kapal terbang dan kapal laut untuk membawa makanan tersebut
  • Lebih banyak makanan yang membusuk dan akhirnya menghasilkan gas metana yang sangat berbahaya untuk lingkungan dan berkontribusi pada pemanasan global

Kadang kita tidak terlalu banyak memikirkan tentang hal ini, tetapi semua barang konsumsi yang kita makan sudah melewati begitu banyak rantai produksi yang sangat sarat energi dan biaya, dan akhirnya terbuang begitu saja menjadi sampah dan membusuk. (lebih…)

20 Februari, 2010 at 02:00 7 komentar

Belanja dengan Kardus Bekas di Hero Supermarket

Dulu saya pernah menulis artikel mengenai belanja menggunakan kardus bekas saat Carrefour kehabisan kantong plastik belanja (Box Karton Belanja?) dan menyarankan agar karton-karton bekas dipakai kembali sebagai media pengganti kantong plastik. Ternyata hal ini sudah lama dilakukan oleh ALDI Supermarket dimana pembeli tidak disediakan kantong plastik, tetapi tas belanja ALDI, dan kalau tidak punya tas belanja apapun maka anda dapat menggunakan kardus-kardus bekas yang dapat anda ambil sendiri di dalam supermarket. Hal ini saya alami sendiri saat pergi ke Australia baru-baru ini dan mencoba belanja di ALDI tanpa mengetahui hal ini juga. Saat setelah bayar saya baru kelabakan mencari kardus karena saat bertanya kepada kasirnya, ternyata memang tidak disediakan. Wah… hebat sekali menurut saya, karena seperti yang ditulis di website ALDI, penghematan yang mereka dapatkan dari tidak menggunakan kantong plastik dikembalikan kepada pembeli dengan harga-harga barang yang lebih murah.

Yang paling menarik adalah saat saya terakhir ke Hero Supermarket yang ada di Plaza Indonesia, Jakarta. Di bagian kasir ada kardus besar dengan tulisan “THANK YOU, Every time you use carton you help reduce plastic waste” seperti pada gambar di atas. (lebih…)

1 Februari, 2010 at 13:07 5 komentar

Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik Terus Merambah UKM

Setelah kita melihat perkembangan dimana perusahaan-perusahaan besar seperti department store, supermarket dan lainnya memberikan pilihan untuk menggunakan tas belanja pengganti kantong plastik, maka sekarang giliran toko-toko UKM yang semakin lama semakin banyak memberikan tas-tas pengganti kantong plastik.

Salah satu toko yang memiliki tas dengan design yang unik dan mendukung pelestarian lingkungan adalah toko MySize yang websitenya dapat anda lihat di www.mysizestore.com. Yang menarik adalah karena toko ini adalah toko yang menjual pakaian wanita khusus ukuran besar, maka tas pengganti kantong plastik ini pun ukurannya lebih besar dari yang biasanya kita dapatkan di toko-toko lainnya. Selain itu, di kantongnya sendiri juga diberikan pesan-pesan yang mendukung pelestarian lingkungan.

Banyak toko-toko yang menawarkan tas belanja pengganti kantong plastik ini sebagai bagian juga dari keinginan pemiliknya untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi global warming, walaupun tetap dengan harapan bahwa tas ini pun dapat menjadi media marketing yang efektif bila dapat dibawa kemana-mana. Tetapi apapun alasannya, tentunya hal ini perlu terus kita dukung, dan butuh dukungan dari lebih banyak lagi toko-toko yang peduli dengan lingkungan. Kalau perlu semua toko-toko penjual baju tidak lagi menawarkan kantong plastik tetapi tas pengganti yang lebih ramah lingkungan. Atau bila si pembeli menggunakan tas sendiri, tanpa meminta tas atau kantong plastik maka akan mendapat diskon, seberapa pun besarnya. Dengan hal ini maka pembeli pun mendapatkan insentif untuk ikut mengurangi penggunaan kantong plastik. Apalagi dengan adanya informasi baru bahwa kantong plastik yang berwarna hitam ternyata diproduksi dari plastik-plastik bekas yang tidak baik untuk kesehatan.

Jadi, untuk anda yang belum menawarkan tas pengganti kantong plastik, anda harus melakukannya, selain untuk marketing yang efektif tentunya juga untuk lingkungan.

29 Januari, 2010 at 13:41 8 komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.453.600 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya