Posts filed under ‘Lingkungan Rumah’

Kaca Film untuk meredam sinar matahari dan menghemat energi

Sudah lama sekali kami menginginkan pemasangan kaca film untuk rumah kami.

Sebagai gambaran, rumah kami itu menghadap ke arah barat sehingga mendapatkan matahari sore yang cukup menyengat. Rumah kami memiliki dua lantai dimana lantai satu cukup adem karena adanya pohon mangga di taman depan sehingga teduh. Tetapi lantai dua kami sangat panas karena mendapat cahaya matahari langsung. Kebetulan atap kami itu karena merupakan rumah lama, masih menggunakan bahan asbes yang sudah kami lapisi dengan Cat Insultec sehingga pori-pori asbes bisa tertutup, memperpanjang umur asbes dan pastinya mengurangi panas. (lihat artikel disini)

Namun panas matahari yang masuk dari kaca masih sangat panas sehingga walaupun menggunakan insultec sudah banyak mengurangi, tetapi belum maksimal. Sehingga langkah berikutnya adalah untuk memasang kaca film. (lebih…)

29 Maret, 2009 at 16:13 6 komentar

Ayo Menabung. Hemat Pangkal Hijau.

logo_ayo_ke_bankSemua orang pasti sudah mendengar atau bahkan merasakan krisis global yang sedang terjadi saat ini. Bila anda baca koran, majalah atau komentar-komentar ekonom dunia, semua akhirnya menunjuk pada konsumerisme yang terjadi di seluruh dunia sehingga orang menjadi sangat konsumtif tanpa berpikir panjang. Malah banyak orang yang istilahnya adalah “besar pasak daripada tiang” sehingga hutangnya itu lebih banyak daripada aset atau harta yang mereka miliki. Semua kemudahan yang diberikan oleh institusi finansial seperti kredit kendaraan, mobil hingga kartu kredit disalahgunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya tidak diperlukan. Semua ini akhirnya meledak dan menyebabkan keadaan yang kita alami sekarang ini. Memang penetrasi kredit personal di Indonesia belum sejauh di negara-negara barat tetapi di kota-kota besar di Indonesia, hal ini sudah dapat dirasakan.

Lalu apa hubungannya blog ini dengan menabung? Intinya adalah menabung agar kita tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan atau pembelian tanpa dasar kebutuhan yang mendasar karena semua barang yang diproduksi itu membutuhkan banyak sekali energi dan bila barang itu cepat rusak atau lalu dibuang, berapa banyak sampah dan energi yang terbuang dari barang ini? Hal ini sudah saya gambarkan pada artikel sebelumnya yaitu ” Cerita Perjalanan Barang” yang menggambarkan supply chain suatu barang agar dapat dimengerti. Banyak sekali barang yang dibeli atas dasar impulse buying dimana pembelian itu dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan mungkin tanpa diperlukan karena kalau orang bilang itu “Lapar Mata” seperti di Supermarket, atau diskon di toko yang akhirnya tadinya tidak rencana membeli malah mencari-cari yang dapat dibeli dan alasannya.

Jadi kalau sebelumnya juga saya menggunakan istilah “Hijau Pangkal Hemat” dimana kehidupan sehari-hari yang hijau dapat banyak menghemat, maka kali ini saya menggunakan istilah “Hemat Pangkal Hijau” dengan cara menabung sehingga ikut juga menyelamatkan lingkungan. Ayo Menabung sekarang juga. Hijau Pangkal Hemat, Hemat Pangkal Hijau.

26 Maret, 2009 at 15:57 2 komentar

Individual and Family Social Responsibilities

Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang sedang getol-getolnya mengadakan Corporate Social Responsibilities atau CSR. Ada yang cuma menyumbang memperbaiki jalan di kantor kelurahan dianggap CSR, ada juga yang membuat khitanan massal, puskesmas, menyumbang sapi, membuat alat biogas, sekolah, komposter, hingga bersih-bersih jalanan. Semua ini baik dan jelas ada kebaikan dibalik semua kegiatan-kegiatan yang kadang memakai kedok marketing dan ujung-ujungnya adalah untuk meningkatkan branding semata atau agar bisa dekat dengan pemerintahan daerah setempat dengan sebutan yang hampir universal yaitu “(nama perusahaan) peduli.”

CSR pun sekarang sudah mulai diseriuskan oleh pemerintah dengan disebutnya CSR di undang-undang perusahaan sehingga semua perusahaan wajib (bukan hanya sukarela) untuk membuat kegiatan CSR. Malahan beberapa perusahaan besar sudah memiliki divisi khusus untuk CSR dan memiliki anggaran tahunan yang sangat besar.

Perusahaan-perusahaan banyak yang akhir-akhir ini juga menggunakan nama kegiatan “(nama perusahaan) Go Green.” Bisa hanya menanam beberapa pohon di lingkungan kantor pun sudah masuk majalah dan koran, hingga menyumbang ribuan pohon serta kegiatan “hijau” lainnya. Ini semua adalah kontribusi baik dari perusahaan yang ikut membantu melestarikan lingkungan. Tetapi yang terpenting adalah, jangan membuat kegiatan Go Green yang bila dapat dihitung kontribusi ke lingkungan tidak terlalu siknifikan tetapi malah banyak sekali membuang percuma banner, membuat kaos, spanduk dan brosur acara yang akhirnya dibuang.

Sekarang, apa hanya perusahaan saja yang harus memiliki social responsibilities? Bagaimana dengan individu dan keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat dan lingkungan? Harus juga ada yang namanya Individual Social Responsibilities dan Family Social Responsibilities. (lebih…)

8 Februari, 2009 at 01:31 4 komentar

Pupuk dari rambut manusia? Ternyata bisa!

haircut

Seringkali saat mencukur rambut saya bertanya-tanya rambut begitu banyak bisa diapakan? Apa hanya bisa dibuang begitu saja, yang panjang bisa dibuat wig, dan yang lainnya tidak bisa dipakai kembali? Tetapi selalu berpikir sayang juga dan bila kita bayangkan sampah rambut dari seluruh tempat cukur/salon di Jakarta saja rasanya kok fantastis sekali banyaknya.

Ternyata seorang ahli tata rambut dari dari Alabama bernama Phil McCrory juga merasakan hal yang sama dan malah lebih lanjut lagi berexperimen untuk menggunakan sisa rambut tersebut setelah melihat kapal minyak yang menumpahkan minyak dan mengenai binatang-binatang berbulu di Alaska.

Ternyata, seperti yang sudah saya ulas di artikel sebelumnya mengenai rambut pendek, rambut bisa dibuat semacam lap majun yang menyerap minyak. Sekarang majun rambut tersebut malah dipakai oleh organisasi di San Fransisco untuk menyerap sisa tumpahan minyak di pantai.

Ternyata, Phil McCrory juga bereksperimen dengan rambut untuk dipakai sebagai pupuk dan sangat berhasil. Produknya dapat anda lihat di website SmartGrow.com yang menjual dan memberi petunjuk pemakaian. Produknya itu juga memakai hair mat (keset rambut) yang ditaro dibagian bawah atau atas pot sebagai pupuk karena kalau menurut penelitian ternyata rambut memiliki tingkat kadar nitrogen sebesar 15% yang dapat dipakai oleh tanaman sebagai pupuk. (lebih…)

30 Desember, 2008 at 14:29 17 komentar

Instructables.com

Banyak orang yang ingin mendukung lingkungan dan mendengungkan kata-kata Reduce, Reuse, Recycle dan Repair. Tapi kadang ini lebih mudah diomongkan daripada dilakukan. Masalahnya adalah kadang kita tidak tahu caranya.

instructables.com adalah website yang dibuat agar setiap orang bisa sharing pengalaman cara-cara mudah membetulkan, membuat, mendaur-ulang, dll barang-barang. Mulai dari mambuat tas, hadiah natal, meja kerja, sepeda, dan banyak lagi. Kalau anda mau explore websitenya mungkin akan ketemu banyak hal yang berguna untuk anda aplikasikan.

Dengan website ini maka akan banyak sekali barang yang tidak perlu kita beli, tetapi dapat kita buat sendiri sehingga mengurangi belanja kita yang ujungnya juga melestarikan lingkungan. (lebih…)

19 Desember, 2008 at 10:21 5 komentar

Cara membungkus kado dengan kain ala Jepang

bungkuskain

Apakah anda termasuk yang lagi sibuk membungkus kado natal?

Di artikel sebelumnya berjudul Dilema Kertas Kado saya sudah menyebutkan beberapa alternatif untuk membungkus kado mulai dari kertas koran, bekas peta, kertas kado bekas dsb.

Selain itu tambahannya adalah hiasannya yaitu bila ada masih mempunyai kaset musik atau video betamax bekas yang tidak terpakai, maka pita kaset bisa menggantikan pita kado anda.

Jadi selain memakai alternatif pembungkus kado, anda juga memakai alternatif perekat kado itu dengan tidak memakai perekat seperti lem atau selotip. Anda bisa gunakan pita, benang atau apapun untuk merekatkan kado anda.

Di Jepang, Kementrian Lingkungannya mengeluarkan cara-cara untuk membungkus kado dengan kain. File .pdf bisa anda download disini. (lebih…)

17 Desember, 2008 at 18:27 17 komentar

Saluran got bukan tempat sampah

bersihkan_got

“Jalanan banjir!”. “Drainase jelek!”. “Sampah tutupi pintu air!”. “Pemerintah gagal membersihkan kali!”. “Musim banjir datang lagi!”. “Pemerintah tidak siap hadapi musim hujan!”.

Itu adalah kata-kata yang sering dilontarkan media maupun masyarakat kalau sudah dekat-dekat musim hujan. Saya sih bukannya mau membela negara. Tetapi terlalu banyak orang yang tidak mau tahu, tidak peduli yang penting tidak banjir. Tetap saja buang sampah sembarangan tetapi tidak mau banjir.

Kalau tidak introspeksi diri kita masing-masing, negara manapun tidak akan sanggup menghadapi permasalahan perkotaan di Indonesia ini kalau masyarakatnya hanya bisa protes dan demo tanpa mau sadar dan memperbaiki diri.

Sebenarnya semua masalah banjir, sampah di kali dan laut, asalnya adalah saluran got di depan rumah kita masing-masing. Coba setelah membaca artikel ini, anda menyempatkan diri ke luar rumah dan melihat keadaan saluran got anda. Apakah lancar? hanya telihat air saja? banyak sampah menumpuk? air tidak jalan sama sekali dan gelap gulita? (lebih…)

9 November, 2008 at 02:21 12 komentar

Waktunya berkebun

Musim hujan sudah mulai tiba. Mulai karena di jaman sekarang kita tidak tahu apakah hujan akan terus menerus atau hujan, kering, hujan, kering. Apalagi mengingat tahun lalu musim hujan pun telat.

Kemarin di rumah saya sudah mulai hujan besar dan sewaktu saya lihat ternyata kebun saya tergenang air dan kurang meresap air. Nah… berarti ini sudah waktunya untuk berkebun lagi.

Musim kemarau membuat tanah di kebun mengeras. Tanaman pun banyak yang harus diganti karena kering. Apalagi rumput yang mulai gundul.

Kita harus menggemburkan kembali tanah kita dengan membalik tanah dan memberi pupuk lagi sehingga ketika hujan turun, tanah kita pun semakin efektif menangkap dan menyerap air hujan tersebut. (lebih…)

26 Oktober, 2008 at 10:33 4 komentar

Older Posts Newer Posts


Agenda

Archives

RSS Bisnishijau.Org

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kampanye Hijau











Statistik Pengunjung

  • 2.481.606 Pengunjung

Statistik

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai