Posts filed under ‘Manifesto Hijau’
Ayo Bikin Garage Sale
Akhir-akhir ini garage sale semakin membudaya dan sering dilakukan di Indonesia. Garage Sale pada esensinya adalah menjual barang-barang bekas yang sudah tidak dipakai lagi, tetapi dalam keadaan yang masih cukup baik untuk dijual. Garage Sale dapat dilakukan dirumah sendiri dengan menjual barang-barang pribadi atau dapat juga diorganisir dengan lebih baik sehingga dilakukan di tempat yang lebih besar dan juga bersama beberapa orang lainnya sehingga barang-barang pun menjadi lebih bervariasi. Motivasi membuat garage sale bermacam-macam. Mulai dari ingin menjual barang yang memang sudah tidak dipakai setelah “bersih-bersih” rumah, karena akan pindah rumah, atau karena memerlukan pendapatan tambahan.
Kalau kita bandingkan dengan negara Amerika Serikat, dimana Garage Sale sudah sangat menjadi gaya hidup, maka garage sale biasanya dilakukan di depan rumah yang biasanya tidak memiliki pagar, hanya halaman. Oleh karena itu sering juga disebut sebagai Yard Sale. Mereka kadang mengkoordinir beberapa rumah, seperti dalam satu RT untuk membuat Garage Sale pada saat bersamaan sehingga dalam satu deret perumahan, semua memajang barang-barang mereka di luar rumah sehingga orang dapat dengan leluasa melihat dan pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Kalau mereka tinggal di apartemen, maka kita dapat masuk ke dalam apartemen dan memilih barang yang kita inginkan serta menawarnya.
Barang yang dijual saat garage sale dapat bervariasi mulai dari pakaian, baju dan peralatan bayi, sepatu, buku, aksesoris, peralatan dapur, peralatan berkebun, peralatan mobil, peralatan olah-raga, alat-alat perkakas, mainan, peralatan kantor, hingga furnitur yang besar-besar. (lebih…)
Ayo Menabung. Hemat Pangkal Hijau.
Semua orang pasti sudah mendengar atau bahkan merasakan krisis global yang sedang terjadi saat ini. Bila anda baca koran, majalah atau komentar-komentar ekonom dunia, semua akhirnya menunjuk pada konsumerisme yang terjadi di seluruh dunia sehingga orang menjadi sangat konsumtif tanpa berpikir panjang. Malah banyak orang yang istilahnya adalah “besar pasak daripada tiang” sehingga hutangnya itu lebih banyak daripada aset atau harta yang mereka miliki. Semua kemudahan yang diberikan oleh institusi finansial seperti kredit kendaraan, mobil hingga kartu kredit disalahgunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya tidak diperlukan. Semua ini akhirnya meledak dan menyebabkan keadaan yang kita alami sekarang ini. Memang penetrasi kredit personal di Indonesia belum sejauh di negara-negara barat tetapi di kota-kota besar di Indonesia, hal ini sudah dapat dirasakan.
Lalu apa hubungannya blog ini dengan menabung? Intinya adalah menabung agar kita tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan atau pembelian tanpa dasar kebutuhan yang mendasar karena semua barang yang diproduksi itu membutuhkan banyak sekali energi dan bila barang itu cepat rusak atau lalu dibuang, berapa banyak sampah dan energi yang terbuang dari barang ini? Hal ini sudah saya gambarkan pada artikel sebelumnya yaitu ” Cerita Perjalanan Barang” yang menggambarkan supply chain suatu barang agar dapat dimengerti. Banyak sekali barang yang dibeli atas dasar impulse buying dimana pembelian itu dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan mungkin tanpa diperlukan karena kalau orang bilang itu “Lapar Mata” seperti di Supermarket, atau diskon di toko yang akhirnya tadinya tidak rencana membeli malah mencari-cari yang dapat dibeli dan alasannya.
Jadi kalau sebelumnya juga saya menggunakan istilah “Hijau Pangkal Hemat” dimana kehidupan sehari-hari yang hijau dapat banyak menghemat, maka kali ini saya menggunakan istilah “Hemat Pangkal Hijau” dengan cara menabung sehingga ikut juga menyelamatkan lingkungan. Ayo Menabung sekarang juga. Hijau Pangkal Hemat, Hemat Pangkal Hijau.
Individual and Family Social Responsibilities
Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang sedang getol-getolnya mengadakan Corporate Social Responsibilities atau CSR. Ada yang cuma menyumbang memperbaiki jalan di kantor kelurahan dianggap CSR, ada juga yang membuat khitanan massal, puskesmas, menyumbang sapi, membuat alat biogas, sekolah, komposter, hingga bersih-bersih jalanan. Semua ini baik dan jelas ada kebaikan dibalik semua kegiatan-kegiatan yang kadang memakai kedok marketing dan ujung-ujungnya adalah untuk meningkatkan branding semata atau agar bisa dekat dengan pemerintahan daerah setempat dengan sebutan yang hampir universal yaitu “(nama perusahaan) peduli.”
CSR pun sekarang sudah mulai diseriuskan oleh pemerintah dengan disebutnya CSR di undang-undang perusahaan sehingga semua perusahaan wajib (bukan hanya sukarela) untuk membuat kegiatan CSR. Malahan beberapa perusahaan besar sudah memiliki divisi khusus untuk CSR dan memiliki anggaran tahunan yang sangat besar.
Perusahaan-perusahaan banyak yang akhir-akhir ini juga menggunakan nama kegiatan “(nama perusahaan) Go Green.” Bisa hanya menanam beberapa pohon di lingkungan kantor pun sudah masuk majalah dan koran, hingga menyumbang ribuan pohon serta kegiatan “hijau” lainnya. Ini semua adalah kontribusi baik dari perusahaan yang ikut membantu melestarikan lingkungan. Tetapi yang terpenting adalah, jangan membuat kegiatan Go Green yang bila dapat dihitung kontribusi ke lingkungan tidak terlalu siknifikan tetapi malah banyak sekali membuang percuma banner, membuat kaos, spanduk dan brosur acara yang akhirnya dibuang.
Sekarang, apa hanya perusahaan saja yang harus memiliki social responsibilities? Bagaimana dengan individu dan keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat dan lingkungan? Harus juga ada yang namanya Individual Social Responsibilities dan Family Social Responsibilities. (lebih…)
stopmerokok.com
Saya sudah pernah menulis dengan judul “Stop Merokok. Bukan Karena Asapnya, Tapi Proses Pembuatannya” dimana saya ingin menunjukkan bahwa merokok itu bukan hanya membahayakan kesehatan tetapi bila dilihat dari segi lingkungan sangat sangat tidak ramah lingkungan dan membuang banyak sekali sumber daya secara percuma.
Kali ini saya ingin mengajak anda semua, perokok maupun non-perokok untuk melihat situs stopmerokok.com yang diluncurkan oleh salah satu perusahaan farmasi, Pfizer. Dalam situs ini dijelaskan secara baik sekali bahaya dari merokok dan juga mengapa orang menjadi kecanduan oleh rokok. Selain itu di bagian Manfaat Stop Merokok ada suatu bagan tubuh manusia dan keterangannya bila kita sudah stop merokok selama waktu tertentu. Contohnya setelah anda stop merokok selama 1 tahun maka resiko anda terkena penyakit jantung berkurang hingga setengahnya bila dibandingkan para perokok.
Untuk anda yang perokok, anda akan mendapatkan pengertian yang lebih jauh mengenai manfaat dan alasan untuk bisa stop merokok.
Untuk anda yang bukan perokok, situs ini akan menjadi media informasi yang dapat anda bagi kepada perokok yang juga adalah orang kesayangan anda, keluarga, saudara ataupun teman anda.
Ini adalah situs yang sangat baik dan saya ulas karena hal ini bila dilaksanakan juga akan mendukung lingkungan seperti yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya.
Referensi: stopmerokok.com
Cerita Perjalanan Barang
Menyambung artikel saya mengenai Hijau Pangkal Kaya mengenai mengurangi konsumsi, ada sebuah website, yaitu The Story Of Stuff, yang dapat membantu kita semakin mengerti dan menghargai konsumsi barang kita.
Website ini bercerita mengenai perjalanan barang yang pada akhirnya dapat merusak lingkungan kita bila tidak dipedulikan oleh para konsumen.
Website ini juga memiliki bagian download dimana ada video berdurasi 20 menit (sebesar 50 MB) yang dapat di-download dan ditonton oleh banyak orang terutama anak-anak agar dapat mengerti dan dapat semakin menghargai barang-barang yang dibeli. Bila anda tidak mau download sebesar itu, maka ada teaser juga yang merupakan film pendek tetapi berisi tujuan dari film tersebut di bagian download juga (berupa YouTube).
Saya sangat berharap anak-anak anda dan saudara anda dapat melihat video ini dan bersama-sama kita kurangi konsumsi kita demi lingkungan. Yang pasti Hijau Pangkal Kaya. (lebih…)
Hijau Pangkal Hemat
Dari dulu orang tua kita mengatakan Hemat Pangkal Kaya. Ada juga peribahasa Besar Pasak daripada Tiang. Semua ini mau mengajarkan kita untuk tidak membuang uang atau apapun tanpa tujuan. Uang harus disimpan. Sekarang ada semboyan Ayo ke Bank. Apalagi sekarang sedang krisis ekonomi global, maka berhemat kita bukan saja perlu tapi harus.
Ternyata, kalau kita mau mengikuti gaya hidup hijau, itu sudah merupakan pangkal dari semua itu. Mulai dari berhemat, tidak membuang uang sembarangan, tidak boros, yang pada akhirnya dengan mengerem pengeluaran yang tidak perlu kita jadi lebih hemat.
Beberapa hari lalu saya mendapat email dari Fitri yang memulai kampanye Mengurangi Konsumsi. Hal ini sangat baik, bukan cuma hijau, tapi juga kalau kita mau membeli barang-barang lokal juga ikut mendukung program pemerintah untuk mengurangi impor barang.
Mengurangi konsumsi itu berarti hanya membeli barang-barang yang diperlukan. Bukan tidak membeli sama sekali karena kita pasti ada kebutuhan-kebutuhan yang kita perlukan. Tetapi yang penting adalah seperlunya. itulah kuncinya. Kadang kita kalau melihat baju atau sepatu bagus langsung mau beli. Itulah yang harus ditahan.
Hijau Pangkal Hemat juga bisa dari hal-hal yang telah saya tulis sebelumnya seperti: (lebih…)
Merdeka Hijau
Apa sih artinya merdeka? merdeka berarti kita tidak terkekang, terkurung, terjajah, atau terpaksa melakukan sesuatu. Kita memang sudah merdeka sebagai sebuah negara. Tetapi banyak sekali hal-hal belum merdeka di negara kita ini seperti merdeka BBM, merdeka pangan, merdeka jalanan macet, merdeka air bersih, merdeka irigasi pertanian, merdeka listrik, dan masih banyak lagi.
Dengan menjadi hijau, kita bisa sedikit demi sedikit memerdekakan diri kita sendiri. (lebih…)


















Komentar Terbaru